Essay Beasiswa AAS, Kamu Harus Tau Format dan Tipe Essay Ini!

Share:

kobi education-essay beasiswa aas-gambar seorang wanita sedang menulis pada saat memegang tabletnya

Tahu enggak, sih, essay Beasiswa AAS itu penting banget buat memikat hati penyeleksi, lho!


Kak
Nur Helida Kartika, akrab dipanggil Tika, Awardee AAS di Adelaide University, mengatakan, saat proses seleksi berkas AAS, yang paling dilihat adalah essay (esai), IELTS, dan terakhir IPK.


Jadi, wajib banget, nih, untuk mempersiapkan esai sebaik mungkin. Penasaran gimana format dan tipe esainya? Simak artikel ini, yuk!

Sekilas Mengenai Beasiswa AAS

Australia Awards Scholarship (AAS) merupakan program pendanaan pendidikan secara penuh dari pemerintah Australia untuk pelajar internasional, termasuk dari Indonesia yang mau melanjutkan Studi S2 atau S3 di sana.


Pendaftaran beasiswa ini mudah banget, lho, karena
enggak ada batasan usia, tanpa LoA, bisa pakai TOEFL ITP, dan syarat minimal IPK kurang dari 3.0 (untuk pelamar S2).


Catat informasi pendaftarannya, biar enggak ketinggalan!


Pembukaan Pendaftaran:
1 Februari 2024

Penutupan Pendaftaran: 30 April 2024

Format dan Tipe Essay Beasiswa AAS

Esai AAS terdiri dari 4 pertanyaan yang harus kamu jawab dalam supporting statement. Jawaban esai dibatasi maksimal 2.000 karakter per pertanyaan. Karakter itu termasuk huruf, angka, spasi, dan tanda baca.

 

Nah, untuk menjawab esai dengan mudah, pertama-tama kamu harus tahu kata kunci dari pertanyaannya. Kata kunci memudahkan kamu mengerti ekspektasi jawaban dari setiap pertanyaan.

 

Setelah memahami kata kuncinya, kamu perlu membuat poin-poin informasi yang mau dimasukkan ke jawaban esai.

1. How Did You Choose Your Proposed Course Institution?

Kata Kunci: Choose, course, institution

 

Artinya, jawaban kamu harus mencakup:

    • Nama program studi yang ingin diambil;
    • Nama universitas;
    • Alasan personal kamu memilih bidang studi dan universitas tersebut;
    • Cara kamu memperoleh informasi tentang program studi dan universitas tersebut.

 

Agar lebih personal, kamu bisa menyebutkan spesifik mata kuliah yang ingin dipelajari atau dosen tertentu yang mau kamu temui. Kamu juga bisa menyebutkan sistem pendidikan di Australia yang berbeda dari negara lain. 

 

Intinya, sesuaikan bidang studi pilihan dengan latar belakang pendidikan, pengalaman pribadi, dan ketertarikan kamu.

 

Kalau kamu memutuskan pindah jurusan dari latar belakang pendidikan sebelumnya, sertakan alasan kuat dan kegiatan relevan apa yang sudah kamu lakukan.

2. How Will the Proposed Study Contribute to Your Career?

Kata Kunci: Proposed study, contribute, career

 

Ceritakan bagaimana rencana studi kamu bisa membantu kemajuan karier. Tuliskan pengetahuan dan skill yang akan kamu dapatkan, atau penelitian yang kamu kerjakan akan membantu mencapai tujuan karier kamu ke depan.

 

Intinya, kasih tahu kalau rencana studi ini bakal jadi batu loncatan buat kamu bisa sukses dan bermanfaat bagi banyak orang di masa depan.

3. How Have You Contributed to Solving a Challenge and to Implementing Change or Reform?

Kata Kunci: Have you contributed?


Pada bagian ini, kamu diminta menjelaskan
kontribusi yang telah kamu kerjakan sebelumnya untuk menyelesaikan tantangan atau melakukan perubahan di area yang menjadi prioritas AAS.


Setiap tahun, AAS memberikan sejumlah program studi yang menjadi prioritas agar pembangunan atau kontribusi bisa merata.


Misalnya, di tahun 2023, AAS memprioritaskan bidang studi di
tiga area, yaitu Health Security, Stability, dan Economic Recovery.

 

Agar lebih mudah, kamu bisa menjelaskan menggunakan Metode STAR:

    • Situation – Mulai dari latar belakang kamu memulai kontribusi tersebut. Misalnya dari sebuah masalah yang mau kamu selesaikan;
    • Task – Jelaskan peran kamu dalam kontribusi tersebut;
    • Action – Rinci langkah-langkah kamu dalam mengerjakan kontribusi;
    • ResultAkhiri dengan menjelaskan hasil dari pencapaian kamu. Apakah kamu berhasil mencapai tujuan? Apa dampak positif dari kontribusi kamu? 


Kontribusi ini enggak harus hal besar, kok. Meski kecil, yang penting bisa berdampak kuat pada lingkungan sekitarmu.

4. (This Question is Split Into Two Possibilities) Please:

A. Give Up to 3 Practical Examples of How You Intend to Use the Knowledge, Skills, and Connection You Will Gain From Your Scholarship on Your Return to Indonesia. Possible Tasks Can Be Personal and/or Professional

B. List of Any Possible Constraints You Think May Prevent You From Achieving These Tasks

Kata Kunci: Practical and realistic examples, knowledge, skills and connection, possible constraints

 

Kalau sudah kembali ke Indonesia, apa yang akan kamu lakukan dengan pengetahuan, skill, dan koneksi selama di Australia?

 

Kebalikan dari pertanyaan sebelumnya, bagian ini meminta kamu menjelaskan kontribusi yang akan kamu kerjakan.

 

Sebisa mungkin, buat benang merah antara kontribusi yang sudah dikerjakan dengan rencana kontribusi di masa mendatang. 

 

Jangan lupa kaitkan dengan program studi pilihanmu, ya.

 

Kemudian, sebutkan segala kemungkinan hambatan atau kendala yang mungkin muncul dan menghalangi kamu mencapai tujuan kontribusi sebelumnya.

 

Dalam pertanyaan ini, penyeleksi ingin melihat bagaimana kamu mengantisipasi masalah yang mungkin muncul.

 

Jadi, jangan hanya menyebutkan kendalanya aja, tapi juga jelaskan strategi yang akan kamu lakukan untuk menghadapinya.

Alur Seleksi Beasiswa AAS

    • Pelamar mengisi dan melengkapi formulir aplikasi secara daring sebelum tanggal 30 Februari 2024;
    • Peserta yang lolos seleksi tahap pertama diumumkan pada bulan Juni;
    • Peserta akan mendapatkan informasi tanggal dan lokasi untuk wawancara dan Tes IELTS;
    • Peserta mengikuti seleksi wawancara dan Tes IELTS pada bulan Juli;

 

Pengumuman akhir sebagai Awardee pada bulan Agustus.

Tips dan Trik Lolos Seleksi AAS

1. Pelajari Visi dan Misi Beasiswa

Pertama-tama, kamu harus memahami visi dan misi AAS. Dengan mengetahui apa yang inginkan beasiswa ini, kamu bisa menyesuaikan keadaan dan kemampuan dirimu saat ini.

 

Kamu juga lebih mudah menjelaskan alasan kenapa beasiswa tersebut sejalan dengan tujuan kamu.

 

Intinya, AAS mencari orang-orang yang kontributif, memiliki mimpi besar untuk masyarakat, aktif, tangguh, dan ingin membuat perubahan.

2. Kenali Diri Sendiri

Mengenal diri sendiri membantu kamu menemukan alasan kuat kenapa harus kuliah ke Australia dan memilih jurusan.

 

Kamu juga bisa menemukan sebuah cerita yang bisa kamu jual untuk mendapatkan beasiswa. Cerita personal bisa membuat penyeleksi lebih tertarik, lho. Eitss, pastikan ceritamu itu sejalan dengan apa yang dicari beasiswa, ya.

 

Mulai dari menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

    • Apa hal berdampak yang telah kamu lakukan untuk masyarakat? 
    • Apa rencana pendek, menengah, bahkan panjang yang mau kamu lakukan? 
    • Apa tujuan atau alasan kamu harus kuliah ke Australia?

3. Persiapkan Bahasa Inggris

Yap! Bahasa Inggris untuk AAS itu juga enggak kalah penting.


AAS mensyaratkan pelamar melampirkan Sertifikat
IELTS/PTE/TOEFL dengan minimal skor berbeda di setiap jenjang. 

Umumnya, minimal skor IELTS untuk pendaftaran kampus di Australia lebih besar daripada beasiswa. Lebih baik pasang target sesuai minimal skor kampus tujuanmu, ya!

4. Persiapkan Esai dan Wawancara

Essay Beasiswa AAS itu kunci sukses pertama mendapat perhatian penyeleksi, sebelum akhirnya masuk tahap wawancara.

 

Seperti pembahasan sebelumnya, AAS menekankan esai berupa kontribusi. Pikirkan kontribusi yang sejalan dengan program studi dan visi misi beasiswa.

 

Biasanya, pertanyaan wawancara juga terkait esai yang sudah kamu tulis. Jadi pastikan kamu mengenal dengan baik alasan dan kontribusimu.

 

Ceritakan dengan lebih personal, tapi jangan melebih-lebihkan, ya!

4. Persiapkan Esai dan Wawancara

Selain esai dan sertifikat Bahasa Inggris, kamu enggak boleh melewatkan dokumen-dokumen lainnya.

 

AAS mensyaratkan pelamar melampirkan CV, surat rekomendasi, ijazah dan transkrip nilai, fotokopi akta kelahiran, fotokopi KTP/Paspor, proposal penelitian (khusus S3), dan formulir aplikasi.

 

Persiapkan dari jauh-jauh hari biar enggak keteteran saat pembukaan pendaftaran.

Nah, itulah format dan pertanyaan essay Beasiswa AAS. Oya, jangan lupa untuk melakukan pre-writing, drafting, proofreading, dan revisi esai sebelum dikirim, ya!

 

Tulis esai dari beberapa bulan sebelum penutupan pendaftaran agar kamu masih punya banyak waktu untuk perbaikan. Semoga berhasil, SoBi!

Nah, itulah format dan pertanyaan essay Beasiswa AAS. Oya, jangan lupa untuk melakukan pre-writing, drafting, proofreading, dan revisi esai sebelum dikirim, ya!

 

Tulis esai jauh-jauh hari sebelum penutupan pendaftaran agar kamu masih punya banyak waktu untuk perbaikan. 

 

Kalau masih bingung cara bikin esai AAS, kamu bisa ikutan sharing session GRATIS bareng Awardee AAS! Pstt… ada sesi proofreading esai gratis juga, lho! 

 

Jangan sampai ketinggalan karena webinar ini LIMITED SEATS!

 

DAFTAR WEBINAR ESAI AAS GRATIS

 

Semoga berhasil, SoBi!

Daftar Isi

Artikel Lainnya

Ingin up to date dengan artikel terbaru Kobi? Yuk subscribe sekarang 👉

Cek privacy policy disini