Uang Saku Beasiswa Luar Negeri 2024, Yuk Intip Kisarannya!

Share:

kobi education-uang saku beasiswa luar negeri-gambar kumpulan buku yang isinya terpampang di layar

Kalau ngomongin uang saku beasiswa luar negeri emang bikin ngiler, ya. Soalnya, banyak beasiswa yang kasih fasilitas oke banget. Penasaran enggak, sih?

 

Setiap beasiswa memiliki kisaran uang saku bulanan yang berbeda-beda. Nominalnya sudah disesuaikan berdasarkan kondisi kota atau negara tujuan. So, meski jumlahnya besar, kamu tetap harus pintar-pintar mengelola keuangan.

 

Fasilitas beasiswa luar negeri juga enggak cuma uang saku aja, lho. Ada benefit lain, seperti biaya kuliah, asuransi, akomodasi, tiket pesawat, bahkan tunjangan keluarga.

 

Kira-kira berapa, ya, kisaran uang saku beasiswa per bulannya? Intip bareng-bareng, yuk!

Gambaran Uang Saku Beasiswa Luar Negeri Terbesar

1. Erasmus Mundus Joint Master Degree – Rp23,8 Juta/Bulan

Jenjang: S2

Deadline Pendaftaran: Oktober–Januari

Mau lanjut kuliah ke negara-negara di Eropa? Yuk, daftar Erasmus Mundus Joint Master Degree. Beasiswa ini ditawarkan oleh Uni Eropa bagi mahasiswa internasional yang ingin lanjut jenjang S2 di Eropa.

 

Kenapa harus daftar? Selain biaya hidup bulanan besar, kamu bisa kuliah di minimal dua kampus dengan negara berbeda di Eropa. Pindah-pindah kampus gitu, deh. Jadi, kamu bisa merasakan pengalaman belajar di belahan Eropa yang berbeda.

 

Setelah lulus, kamu berkesempatan punya dua ijazah alias joint degree atau multiple degree dari dua perguruan tinggi berbeda di bawah konsorsium.

 

 Tertarik? Ini dia syarat-syaratnya:

    • Lulus S1;
    • Memenuhi syarat akademik;
    • Skor IELTS minimal 6.5;
    • Ijazah dan transkrip nilai;
    • Paspor;
    • Pas foto;
    • CV (format europass);
    • Surat rekomendasi;
    • Esai (bisa dalam bentuk motivation letter atau study plan);
    • Sertifikat kejuaran (jika ada).
 

Benefitnya mencakup:

    • Biaya hidup €1.400 (sekitar 23,8 juta rupiah) per bulan;
    • Biaya kuliah;
    • Tunjangan perjalanan;
    • Tiket pesawat;
    • Visa kerja setelah menyelesaikan studi;
    • Asuransi kesehatan.

2. KAUST Fellowship – Rp26-39 Juta/Bulan

Jenjang: S2/S3

Deadline Pendaftaran: Oktober-Januari 2024

 

Cung yang mau kuliah sekalian umroh! King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) menawarkan beasiswa penuh kepada mahasiswa internasional yang ingin mengambil program master atau doktoral.

 

Benefitnya super worth it!


    • Biaya hidup mulai dari $20.000 (Rp310,6 juta) hingga $30.000 (Rp465,9 juta) per tahun, tergantung kualifikasi dan kemajuan gelar;
    • Biaya kuliah penuh;
    • Akomodasi;
    • Asuransi kesehatan dan gigi;
    • Tunjangan realokasi, seperti visa, tiket pesawat, dsb.
 

Nah, sebelum mendaftar, kamu harus mengumpulkan persyaratan yang diminta, meliputi:

    • Ijazah dan transkrip nilai;
    • CV;
    • Salinan paspor;
    • Statement of purpose;
    • Surat rekomendasi dari 3 dosen atau profesor;
    • TOEFL iBT minimal 79 atau IELTS minimal 6.

3. Beasiswa LPDP – Rp15-38 Juta/Bulan

Jenjang: S2/S3

Pendaftaran: Januari-Februari (Tahap 1) dan Juni-Juli (Tahap 2)

Sekarang, kita bahas beasiswa kesayangan orang Indonesia. Yap, Beasiswa LPDP! 

 

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah naungan Kementerian Keuangan RI memberikan pembiayaan studi lanjut pada Program Master atau Doktoral di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

 

Uang saku Beasiswa LPDP juga enggak kalah besar, lho. Mulai dari 15 juta hingga 38 juta setiap bulan, tergantung kota dan negara tujuan. 

 

Bukan cuma itu, Awardee juga mendapatkan fasilitas lain, seperti:


    • Dana kuliah;
    • Biaya pendaftaran;
    • Tunjangan buku;
    • Dana bantuan seminar internasional;
    • Dana bantuan publikasi jurnal internasional;
    • Dana lomba internasional;
    • Tiket pesawat pulang-pergi;
    • Asuransi kesehatan;
    • Tunjangan kedatangan;
    • Insentif kelulusan;
    • Dana darurat.
 

Banyak banget, kan, benefit-nya! Syarat-syaratnya apa aja, ya?

    • Warga Negara Indonesia (WNI);
    • Berusia maksimal 35 tahun untuk pelamar S2 dan 40 tahun untuk pelamar S3;
    • IPK minimal 3.00 bagi pelamar S2 dan minimal 3.25 bagi pelamar S3;
    • LoA Unconditional (tidak wajib);
    • Skor IELTS minimal 6.5 atau TOEFL iBT 80;
    • Proposal penelitian (bagi pelamar S3);
    • Surat rekomendasi;
    • Komitmen kembali ke Indonesia;
    • Tidak sedang menerima pembiayaan pendidikan dari lembaga lain.

4. Gates Cambridge Scholarship – Rp32,5 Juta/Bulan

Jenjang: S2/S3

Deadline Pendaftaran: 5 Desember / 4 Januari

 

Siapa yang mengidolakan Bill Gates, si Pendiri Microsoft? Kamu bisa dibiayai Bill Gates kuliah di University of Cambridge, lho. 

 

Gates Cambridge Scholarship berasal dari donasi Bill and Melinda Gates Foundation untuk mahasiswa internasional melanjutkan studi S2/S3 di Universitas Cambridge.

 

Benefitnya super lengkap! Meliputi:

    • Biaya kuliah penuh;
    • Uang saku sebesar €20.000 (sekitar 391 juta rupiah) per tahun;
    • Dana pengembangan akademik
    • Visa;
    • Biaya surat keterangan kesehatan imigrasi;
    • Tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi;
    • Tunjangan keluarga;
    • Tunjangan kehamilan/melahirkan;
    • Tunjangan menjadi ayah;
    • Dana darurat.

 

Simak persyaratannya:

    • Mendaftar kuliah ke University of Cambridge;
    • Mengisi formulir aplikasi;
    • IPK minimal 3.5;
    • Proposal penelitian (khusus S3);
    • Esai;
    • Surat rekomendasi;
    • TOEFL iBT minimal 110 atau IELTS minimal 7.5.

5. Eiffel Excellence Scholarship – Rp20-28 Juta

Jenjang: S2/S3

Deadline Pendaftaran: 10 Januari

 

Sekarang, kita terbang ke Prancis! Eiffel Excellence Scholarship adalah beasiswa sebagian yang diberikan oleh French Ministry for Europe and Foreign Affairs kepada mahasiswa internasional untuk melanjutkan jenjang S2/S3 di Prancis.

 

Apa saja persyaratannya?

    • Didaftarkan oleh universitas di Prancis;
    • Berusia kurang dari 25 tahun (S2) dan 30 tahun (S3);
    • Ijazah;
    • Transkrip nilai;
    • KTP atau paspor;
    • Sertifikat pendaftaran akademik;
    • Motivation letter.

 

Untuk fasilitas yang diberikan meliputi:

    • Biaya hidup €1.181 (20 juta rupiah) per bulan untuk Program Master dan €1.700 (28 juta rupiah) per bulan untuk Program Doktoral;
    • Tiket pesawat;
    • Asuransi;
    • Akomodasi;
    • Partisipasi dalam kegiatan budaya.

6. DAAD Scholarship – 15-20 Juta

Jenjang: S2/S3

Deadline Pendaftaran: Oktober-Maret (Tergantung Jurusan)

 

DAAD Scholarship adalah program beasiswa yang didanai oleh Kementerian Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman untuk mahasiswa dari negara berkembang.

 

Cakupan beasiswanya antara lain:

    • Biaya kuliah penuh;
    • Biaya hidup sebesar 934 (15 juta rupiah) bagi Program Master dan €1.200 (20 juta rupiah) bagi Program Doktoral;
    • Asuransi kesehatan;
    • Subsidi perjalanan;
    • Subsidi akomodasi;
    • Bantuan bulanan untuk anggota keluarga yang menemani.

Ini dia persyaratannya:

    • Bekerja untuk pemerintahan, perusahaan negara, atau perusahaan swasta di negara berkembang;
    • Telah menyelesaikan gelar akademik sebelumnya dengan nilai di atas rata-rata;
    • Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun;
    • Sertifikat Bahasa Jerman (minimal level B1) atau Bahasa Inggris sesuai jurusan perkuliahanT

7. ADB-JSP Scholarship – Rp15 Juta/Bulan

Jenjang: S2

Deadline Pendaftaran: Tergantung Jurusan

Next, ada beasiswa yang populer di kalangan mahasiswa Asia. ADB-JSP Scholarship memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 di sembilan negara.

Negara-negara tujuan, yaitu Hong Kong (China), Jepang, India, New Zealand, Pakistan, Filipina, Singapura, Thailand, serta Amerika Serikat. 

Beasiswa ini menanggung semua kebutuhanmu selama kuliah, mencakup:

    • Biaya kuliah penuh;
    • Uang saku sebesar 147.00 JYP (15 juta rupiah) per bulan;
    • Tunjangan buku dan bahan pengajaran;
    • Akomodasi;
    • Asuransi kesehatan;
    • Tiket pesawat kelas ekonomi;
    • Visa;
    • Tunjangan penelitian.

 

Adapun syarat-syaratnya meliputi:

    • Telah diterima di perguruan tinggi yang ditunjuk;
    • Berusia maksimal 35 tahun;
    • Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun;
    • Bersedia kembali ke negara asal;
    • Income tax return atau sertifikasi annual salary/monthly salary;
    • Sertifikasi family income;
    • Esai;
    • Ijazah;
    • Transkrip akademik.

Tips Biar Jadi Awardee Beasiswa

1. Pahami Diri Sendiri

Bagian ini sering di-skip, padahal memahami diri sendiri sebelum mulai persiapan study abroad itu penting banget, lho! Kenapa, sih, harus paham dulu sama diri sendiri?

 

Pertama, kamu akan lebih terarah memilih jurusan dan kampus yang cocok. Jadi, enggak asal daftar! Nggak mau, kan, menyesal di masa depan?

 

Kamu bakal lebih semangat mengejar beasiswa karena udah tahu apa yang dirimu mau. Menulis esai atau jawab pertanyaan di formulir aplikasi juga jadi lebih mudah. 

 

Apa, ya, yang harus aku cari tau tentang diriku sendiri?

 

Setidaknya, kamu harus tahu tentang:

    • Kelebihan dan kekuranganmu;
    • Kesukaan, minat, bakat;
    • Cita-cita atau tujuan hidup;
    • Kemampuanmu;
    • Pengalaman hidup yang paling berharga;
    • Alasan lanjut S2/S3;
    • Rencana setelah lulus.

 

Masih bingung gimana caranya? Kamu bisa berdiskusi sama orang lain, seperti Mentor, teman, orang tua, atau Psikolog.

 

Ikut tes psikologi kayak MBTI juga bisa membantu mengenal kepribadianmu, lho. Terakhir, buat mind mapping tentang Who I am?.

 

Melalui cara ini, kamu bakal kenal diri sendiri lebih dalam lagi. Bahkan, menemukan hal-hal yang sebelumnya enggak tahu. Lebih siap, deh, buat daftar beasiswa!

2. Cari Kampus dan Jurusan

Saatnya cari jurusan dan kampus impian! 

 

Kamu harus tanya ke diri sendiri lagi, nih. Bidang apa yang pengen banget kamu pelajari? Sejalan enggak sama studi kamu sebelumnya? Apa rencana karirmu setelah lulus?

 

Kalau sudah ketemu, waktunya kita cari kampus. Ini tipsnya:

    • Buat tabel pilihan universitas. Catat informasi penting, seperti nama kampus, program, ranking, deadline, serta syarat-syarat pendaftaran;
    • Cek kurikulum atau silabus;
    • Follow akun media sosial kampus untuk cari tahu lebih banyak soal kegiatan mereka;
    • Tanya senior atau Mentor yang udah pernah kuliah di kampus tersebut;
    • Tanya langsung via email kampus kalau ada sesuatu yang kurang jelas. Ingat, malu bertanya sesat di jalan!

3. Cari Beasiswa

Pertama-tama, pastikan kampus dan jurusan impianmu masuk persyaratan beasiswa pilihan. Kamu bisa mencari beasiswa menggunakan tips sebelumnya, ya.

 

Kalau sudah ketemu, kamu bisa kulik lebih dalam lagi. Pahami semua syarat-syarat, benefit, sampai ketentuannya. 

 

Lihat cerita pengalaman beasiswa dari para awardee sebelumnya. Kontak mereka untuk PDKT soal beasiswa itu. 

 

Tapi… daftar beasiswa atau kampus dulu, ya?

 

Kembali lagi ke kamu dan persyaratan. Kalau syaratnya ada letter of acceptance (LoA), kamu wajib daftar kampus dulu. Tapi, kalau enggak ada, kamu bisa daftar beasiswa dulu. 

4. Cicil Persyaratan

Jangan cicil persyaratan mepet-mepet deadline! Persiapkan dari jauh-jauh hari, maksimal 3 bulan sebelumnya. 

 

Persyaratan dan dokumen pendaftaran beasiswa itu lumayan banyak dan menguras tenaga. Mulai dari bikin CV, esai, minta surat rekomendasi, sampai ambil sertifikasi bahasa. 

 

Jadi, lebih oke kalau kamu cicil jauh-jauh hari biar persiapannya matang.

5. Minta Surat Rekomendasi

Jangan cicil persyaratan mepet-mepet deadline! Persiapkan dari jauh-jauh hari, maksimal 3 bulan sebelumnya. 

 

Persyaratan dan dokumen pendaftaran beasiswa itu lumayan banyak dan menguras tenaga. Mulai dari bikin CV, esai, minta surat rekomendasi, sampai ambil sertifikasi bahasa. 

 

Jadi, lebih oke kalau kamu cicil jauh-jauh hari biar persiapannya matang.

6. Bikin Esai Yang Memukau

Esai adalah kunci! Tunjukkan pesonamu lewat esai yang memukau. Ini tips menulisnya:

    • Buat kerangka sebelum menulis agar terarah;
    • Gunakan metode menulis esai, seperti KISS, STAR, HAMBURGER, dsb;
    • Pilih 1-2 tema yang relevan sama diri kamu;
    • Masukkan data dan fakta dalam esai;
    • Revisi berkali-kali;
    • Beri waktu 1-2 bulan untuk menulis esai;
    • Proofread ke Mentor atau orang berpengalaman;
    • Remember! Jangan plagiat!

7. Ambil Sertifikasi Bahasa

Sertifikasi bahasa hampir selalu ada di list persyaratan study abroad, terutama IELTS dan TOEFL. Biar enggak bingung persiapannya, ikutin tips-tips ini:

    • Jangan langsung ambil official test. Mahal! Kamu bisa ambil prediction test dulu untuk menguji kemampuan;
    • Pahami format dan contoh soalnya;
    • Bawa bahasa itu ke kehidupan kamu sehari-hari. Caranya, baca buku, nonton film, denger podcast, dan ngomong dalam bahasa itu;
    • Latihan, latihan, latihan!

Nah, itulah kisaran uang saku beasiswa luar negeri plus tips jadi Awardee-nya. Ingat, ya, persiapkan diri dari jauh-jauh hari. Yuk, manifesting dapet beasiswa tahun depan! 

 

Semoga berhasil!

Daftar Isi

Artikel Lainnya

Ingin up to date dengan artikel terbaru Kobi? Yuk subscribe sekarang 👉

Cek privacy policy disini