Tahapan seleksi LPDP yang enggak boleh kamu anggap remeh adalah wawancara.
Yap, tahap akhir ini bakal menentukan kamu bakal jadi penerima Beasiswa LPDP, lho!
Biar lebih gampang naklukinnya, kamu wajib tahu tips wawancara Beasiswa LPDP ala MinBi!
Nah, dalam wawancara LPDP, kamu akan berhadapan dengan 3 pewawancara, terdiri dari 2 akademisi dan 1 Psikolog. Waktu wawancara biasanya berkisar 30–60 menit, Kawan Kobi.
Tenang, Kawan Kobi! Biar lebih siap, simak tipsnya di artikel ini, yuk!
Apa Yang Harus Dilakukan Buat Sesi Interview? Simak 12 Tipsnya!
1. Bikin Daftar Pertanyaan
Kawan Kobi, coba tulis pertanyaan yang kira-kira akan muncul saat wawancara.
Untuk mencari daftar pertanyaannya, kamu bisa membaca atau menonton cerita pengalaman wawancara Awardee sebelumnya.
Kalau enggak mau repot, kamu bisa lanjut baca artikel ini sampai akhir. Soalnya, MinBi udah punya rangkuman pertanyaan yang sering muncul, lho!
Caranya adalah kamu bisa buat tabel berisi dua kolom. Pada kolom pertama, masukkan potensi pertanyaan. Di kolom kedua, kamu bisa isi jawabannya.
Kategorikan pertanyaan dalam tiga kategori, yaitu rencana studi, rencana kontribusi, dan pertanyaan seputar kepribadian.
Dengan begitu, kamu jadi lebih mudah saat memikirkan jawabannya alias enggak nge-blank.
Baca Juga Artikel Ini: Beasiswa LPDP Prioritas 2026, Yuk Persiapkan Dirimu Dari Sekarang!
2. Banyakin Latihan Simulasi Wawancara
Biar lebih siap dalam menjawab, kamu harus melakukan simulasi wawancara berkali-kali, bisa dengan teman, keluarga, atau Mentor.
Tapi, simulasi wawancara ini bukan sekadar menguji jawaban kamu, ya. Melainkan cara kamu menyampaikan jawaban itu, seperti bahasa tubuh, intonasi suara, dan tata bahasa.
Cara menyampaikan turut menentukan kesan pewawancara terhadapmu, lho!
Apalagi kalau kamu mendaftar LPDP tujuan luar negeri, sebagian pertanyaan pasti menggunakan Bahasa Inggris.
Nah, kamu juga harus melatih pengucapan dan tata bahasamu agar jelas dan mudah dimengerti.
3. Jawab Dengan Spesifik dan Detail
Jangan respon pertanyaan dengan jawaban yang umum!
Bayangkan, pewawancara sudah mewawancarai puluhan kandidat sebelum kamu. Lalu, kamu datang dengan jawaban yang sudah mereka dengar sebelumnya.
Pasti bosan, kan?
Nah, kamu bisa tampil lebih stand out dengan memberikan jawaban lebih spesifik dan detail.
Misalnya, pewawancara bertanya, “Kenapa memilih universitas ini?”
Kemudian, kamu menjawab karena peringkatnya bagus, dekat dari Indonesia, atau biaya hidupnya lebih murah.
Enggak salah, sih, tapi kamu jadi terlihat kurang memiliki motivasi kuat dan terkesan umum. Opsi jawaban itu bisa kamu jadikan sebagai alasan terakhir aja, ya.
Biar lebih kelihatan niat dan siap, kamu bisa menjawab, “Saya memilih universitas X karena dosen Y mengajar di program studi Teknik Lingkungan. Saya pernah mengikuti seminarnya di universitas saya sebelumnya dan tertarik dengan cara mengajar dan penelitian beliau.”
“Selain itu, laboratorium di universitas X juga memiliki teknologi baru pengolahan limbah. Hal ini sesuai dengan penelitian saya yang berkaitan dengan limbah. Fasilitas ini akan sangat membantu dalam penelitian saya.”
Jawaban seperti ini dapat memberikan kesan bahwa kamu telah riset universitas tersebut dan berkaitan jelas dengan kontribusi yang ingin kamu lakukan.
4. Gunakan Metode STAR
Bayangkan, kamu menghadapi pertanyaan, “Coba ceritakan pengalaman kamu dalam memimpin, kemudian ada masalah, gimana cara kamu menghadapinya?”
Pertanyaan situasional seperti ini harus dijawab menggunakan Metode STAR (Situation, Task, Action, Result) agar lebih struktural.
Jadi, kamu menceritakan situasi yang dihadapi terlebih dulu. Kemudian, jelaskan tugas atau peranmu dalam situasi itu.
Setelah itu, jabarkan aksi yang kamu lakukan untuk menghadapi situasi tersebut. Terakhir, hasil yang kamu peroleh dari aksi itu.
Misal jawabannya,
“Saat kuliah di universitas X, saya terpilih menjadi ketua panitia untuk acara orientasi mahasiswa baru. Saya bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh panitia berjumlah 30 orang dan memastikan semua kegiatan berlangsung lancar selama seminggu penuh.”
“Beberapa hari sebelum acara dimulai, kami menghadapi masalah dengan pemesanan tempat utama yang ternyata double booking dengan acara lain. Segera setelah mengetahui masalah ini, saya mengadakan rapat darurat dengan seluruh tim.”
“Kami memutuskan mengubah jadwal dan tempat beberapa kegiatan. Saya juga berkoordinasi langsung dengan departemen fasilitas kampus untuk mengamankan lokasi alternatif dan mengatur ulang tata letak acara sesuai ketersediaan tempat.”
“Akhirnya, acara orientasi bisa berjalan lancar dan mendapat umpan balik positif dari mahasiswa baru, serta pihak universitas. Pengalaman ini sangat meningkatkan kemampuan beradaptasi dan komunikasi saya dalam situasi menantang.”
5. Pahami Esai dan Rencana Studimu
Sebagian besar pertanyaan pasti berdasarkan CV dan esai kamu hingga ke detailnya.
Jadi, kamu harus benar-benar paham dengan apa yang kamu tulis, ya! Agar bisa dipertanggungjawabkan di hadapan pewawancara.
Kalau kamu sudah paham dengan isi esai sendiri, pasti bisa menjawab pertanyaan dengan lancar, karena tahu poin-poin penting yang harus disampaikan.
Baca Juga Artikel Ini: Essay LPDP Tahap 2: Tips Nulis Kontribusi dan Contohnya
6. Jangan Hanya Fokus Pertanyaan Akademis
Yap, pertanyaan terkait akademis memang penting, tapi pertanyaan terkait psikologis juga enggak kalah penting!
Misal pertanyaannya, “Apa pengalaman paling membanggakan dalam hidupmu?”
Jawaban dari pertanyaan ini akan memberi tahu pewawancara tentang nilai, prioritas, dan apa yang benar-benar penting buat kamu.
Pertanyaan-pertanyaan psikologis juga kesempatan buat menunjukkan sisi kepribadianmu yang mungkin enggak terlihat hanya dari prestasi akademik saja.
Menurut beberapa Awardee LPDP, pertanyaan psikologis juga lebih banyak ditanyakan dibandingkan pertanyaan terkait studi, lho! Jadi persiapkan sematang mungkin, ya!
7. Konsisten Dalam Menjawab Pertanyaan
Pastikan jawaban yang kamu berikan enggak menyimpang dari esai atau aplikasi beasiswa, ya.
Contohnya, di esai kamu ingin membantu pembangunan berkelanjutan di Indonesia, maka saat wawancara juga harus memberikan jawaban yang mendukung ide itu.
Usahakan konsisten, biar jawabanmu tetap nyambung dan enggak kontradiktif selama wawancara berlangsung.
8. Tunjukkan Senyum dan Semangat
Senyum saat wawancara itu penting, lho! Kalau senyum dan terlihat antusias, kamu bisa ninggalin kesan positif ke panelis wawancaranya.
Kadang-kadang, saat terlalu fokus dan serius pada pertanyaan wawancara, kita lupa senyum.
Nah, kalau kamu grogi dan kurang siap, intonasi jawabannya bisa flat dan kurang semangat.
Jadi, perhatikan lagi ya, Kawan Kobi!
9. Berikan Pertanyaan
Ketika sesi akhir wawancara, biasanya pewawancara akan bertanya, “Ada pertanyaan lain?”
Nah, ini kesempatan kamu buat menunjukkan ketertarikan dengan beasiswa LPDP.
Siapkan minimal 2-3 pertanyaan, ya! Pertanyaan harus menunjukkan bahwa kamu tertarik banget sama beasiswa tersebut.
Dengan begitu, kamu bakal keliatan lebih antusias dan serius. Plus, kamu juga bakal dapat informasi tambahan yang mungkin berguna.
10. Tetap Tenang Saat Ngadepin Pertanyaan Sulit
Kawan Kobi, enggak jarang ada pertanyaan kritis yang dilontarkan.
Nah, jangan panik, ya! Kalau kamu panik, jawaban kamu bisa keliru dan bikin panelis bingung.
Solusi terbaiknya adalah tenangkan diri dan fokus dengan apa yang bisa kamu jawab. Sebelum jawab, atur napas dan jangan buru-buru ngomong, ya!
Lalu, rangkai jawaban dengan Metode STAR yang udah MinBi jelasin sebelumnya. Dijamin, jawaban kamu bakal tetap koheren!
11. Perhatikan Penampilan dan Kesopanan Saat Berbicara
Selain harus punya jawaban yang jelas dan sesuai, kamu juga wajib perhatiin penampilan saat hari-H, nih!
Pastikan pakaian yang kamu pakai yang sopan dan tetap nyaman, seperti pakaian formal ataupun batik.
Nah, dengan merhatiin penampilan, kamu bisa menunjukkan keseriusan dan komitmen kamu di LPDP. Selain itu, hal ini adalah salah satu bentuk apresiasimu terhadap kesempatan yang sudah diberikan.
12. Tunjukkan Kepedulian Nyata untuk Indonesia
Hal terakhir yang harus Kawan Kobi ingat adalah komitmenmu terhadap Indonesia saat menjadi Awardee LPDP.
Mengapa? Karena LPDP mencari calon penerima beasiswa yang studinya memiliki dampak terhadap negeri. Jangan sampai, jawaban kamu saat wawancara enggak menunjukkan tekadmu untuk berkontribusi terhadap Indonesia.
Jadi, pastikan agar penjelasan kamu berorientasi pada keinginan untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik lagi.
Apa Aja Kesalahan Yang Harus Dihindari? Jangan Anggap Sepele!
Nah, setelah mengetahui tips wawancara Beasiswa LPDP, selanjutnya kamu harus tahu, nih, kesalahan-kesalahan yang enggak boleh kamu lakukan saat wawancara, antara lain:
- Menyombongkan prestasi;
- Membanding-bandingkan Beasiswa LPDP dengan beasiswa lainnya;
- Kurang memahami tujuan beasiswa, yaitu kontribusi pasca studi;
- Enggak melakukan simulasi wawancara untuk melatih jawaban;
- Memberikan jawaban bertentangan dengan aplikasi beasiswa dan esai;
- Berpenampilan enggak rapi atau enggak sesuai untuk wawancara formal;
- Memberikan jawaban panjang lebar, tapi enggak fokus ke pertanyaan, alias melantur;
- Enggak menghubungkan studi atau karier dengan isu-isu penting di Indonesia, atau enggak menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembangunan negara;
- Kurang interaktif dalam wawancara, enggak mengajukan pertanyaan, atau enggak berbicara dengan percaya diri dan antusias;
- Memotong pembicaraan pewawancara;
- Enggak menggunakan bahasa yang sopan;
- Datang terlambat dan tanpa kabar.
Apa Aja Yang Bakal Ditanyakan? Ini Contoh Daftar Pertanyaannya!
Melansir dari berbagai sumber, seperti dari Keke Genio, salah satu Awardee LPDP 2024, ini dia pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara LPDP:
Pertanyaan Akademis
- Kenapa mau lanjut S2/S3?
- Kenapa memilih program studi ini?
- Kenapa memilih universitas ini?
- Apa program studi yang kamu pilih tidak ada di Indonesia?
- Kenapa di negara X? Kenapa tidak di Indonesia atau di negara lain aja?
- Apa rencana mata kuliah yang akan diambil?
- Apa rencana penelitian kamu?
Pertanyaan Pengalaman Kepemimpinan dan Organisasi
- Apakah pernah ikut organisasi atau kegiatan kemasyarakatan?
- Pernahkah menghadapi masalah ketika bekerja/kuliah/organisasi?
- Bagaimana cara kamu memecahkan masalah tersebut?
- Dalam peran atau posisi apa kamu berkontribusi?
Pertanyaan Tentang Faktor Penghambat Studi
- Pernahkah tinggal jauh dari orang tua?
- Bagaimana situasi keluargamu sekarang?
- Kamu anak ke berapa?
- Bagaimana kamu membiayai kuliah S1/S2? Apakah ada beasiswa?
Pertanyaan Tentang Rencana Kontribusi
- Apa kontribusi yang pernah kamu lakukan di lingkungan sekitarmu?
- Apa rencanamu setelah selesai studi di luar negeri?
- Apa cita-cita kamu untuk Indonesia?
- Apa kontribusi yang bisa diberikan dari program studi yang kamu pilih?
- Setelah lulus studi, apa kontribusi jangka pendek dan jangka panjang kamu?
- Apa tantangan yang mungkin muncul saat kamu menjalankan kontribusi tersebut?
Pertanyaan Tentang Kepribadian
- Perkenalkan dirimu secara singkat;
- Bagaimana kamu mendeskripsikan diri kamu;
- Apa pengalaman membanggakan kamu?
- Apa pengalaman kurang membanggakan?
- Apakah kamu pernah menghadapi dilema antara dua pilihan dalam hidup?
- Apa prestasi terbesar kamu?
- Apa hal yang dibanggakan dari diri sendiri?
- Apa masalah tersulit dalam hidupmu?
- Apa hal yang disesali dalam hidup?
- Apa prinsip hidup kamu?
Pertanyaan Tentang Riset
- Apa topik riset kamu? Kenapa topik itu penting? Apa kebaruannya?
- Adakah penelitian sebelumnya terkait itu?
- Apa metode penelitian yang akan dilakukan?
- Apa tantangan selama penelitian nanti?
- Apa hasil dari penelitian itu?
- Bagaimana kalau penelitian gagal diselesaikan dalam waktu 4 tahun?
Mau Lulus Seleksi LPDP? Jangan Siapin Jawaban Wawancaranya Aja!
Kawan Kobi, wawancara LPDP enggak boleh disepelein. Tahap ini jadi penentu kelulusan kamu di beasiswa prestisius ini. Tapi, sesi wawancara ini enggak bakal kejadian kalau kamu belum siapin berkas lengkapnya.
Nah, salah satu berkas penting yang sering terlewat adalah skor IELTS, Kawan Kobi! Sayang banget enggak sih, kalau kamu udah siap diwawancara, tapi nilai IELTS-nya aja belum sesuai sama ketentuan.
Apalagi, LPDP Tahap 2 bakal dibuka di bulan Juli nanti, dengan kuota sebanyak 4.000 kursi, yang lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya!
Maka dari itu, yuk mulai kejar target skor kamu di Kelas IELTS Master Kobi Education!
Kelas ini bakal bimbing kamu buat belajar All Skills, mulai dari reading sampai speaking. Selain itu, kamu juga bisa dapat fasilitas 2 kali IELTS Prediction Test buat ngukur kemampuan Kawan Kobi!
GAS BELAJAR IELTS BUAT KEJAR LPDP!
MinBi percaya kalau usaha enggak akan mengkhianati hasil, apalagi kalau kamu mulainya sedini mungkin!
Makanya, mulai perjalanan kamu kejar LPDP dengan belajar IELTS bareng Kobi!