10 Program Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Ini Info Lengkapnya

Sedang mencari info program pertukaran pelajar ke luar negeri? Kali ini MinBi udah siapin informasi lengkap buat 10 rekomendasinya!

Share:

kobi education-pertukaran pelajar ke luar negeri-gambar pelajar sedang menatap ke langit angkasa

Banyak cara untuk merasakan pengalaman study abroad, salah satunya dengan program pertukaran pelajar ke luar negeri. Selain menambah pengalaman baru, program pertukaran juga bisa menjadi nilai tambah untuk kariermu di masa depan, lho!

 

Ada banyak program pertukaran yang bisa kamu ikuti. Mau tahu informasi lengkapnya? Simak sampai akhir, ya!

Rekomendasi Program Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri

1. Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)

Negara: Berbagai negara

Pendaftaran: Sekitar April–Mei


Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)
adalah salah satu program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memberikan kesempatan bagi pemuda-pemudi Indonesia berpartisipasi dalam pertukaran pelajar dengan negara lain.

PPAN ditujukan untuk para pemuda berusia antara 18-30 tahun dengan minimal pendidikan SMA/Sederajat.

Kamu akan menampilkan pertunjukkan budaya, kunjungan institusi, terlibat dalam diskusi dan seminar, serta tinggal bersama keluarga angkat. Seru, kan?

PPAN bekerja sama dengan berbagai negara, dan negara tujuan bervariasi setiap tahunnya. Beberapa negara yang sering menjadi tujuan PPAN adalah Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan negara-negara Eropa.

Soal biaya, enggak usah khawatir karena PPAN menanggung biaya program, sekaligus berbagai fasilitas lain, seperti:

    • Tiket pesawat;
    • Akomodasi;
    • Biaya hidup;
    • Asuransi;
    • Transportasi lokal;
    • Seragam dan perlengkapan.

2. Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA)

Pendaftaran: Januari–Februari

Kuliah di luar negeri selama satu semester, kenapa enggak? Kamu bisa merasakan pengalaman belajar yang berbeda di kampus luar negeri melalui Program IISMA, lho!


Ada 100+ kampus tujuan IISMA dari berbagai negara yang bebas kamu pilih sebagai tempat belajar. Plus, mata kuliah selama IISMA bisa dikonversi hingga 20 SKS. Menarik, kan?

Program ini ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mahasiswa semester 4–6 dari perguruan tinggi di Indonesia. 

Syarat utamanya, kamu harus memiliki IPK minimal 3.0/4.0, dinominasikan dari universitas, dan menyerahkan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris, seperti IELTS dengan skor minimum 6,0.

Nah, untuk mendapatkan skor IELTS 6,0 atau lebih, kamu harus belajar IELTS dari sekarang. Kobi siap bantu!

Enggak cuma pengalaman study abroad, IISMA juga memfasilitasi kebutuhan selama program, mencakup:

    • Biaya pendaftaran ke kampus tujuan;
    • Biaya kuliah;
    • Biaya hidup;
    • Biaya visa;
    • Biaya kedatangan di luar negeri;
    • Biaya transportasi lokal;
    • Tiket pesawat pulang-pergi;
    • Asuransi kesehatan;
    • Dana darurat.

3. Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI)

Negara: Amerika Serikat

Pendaftaran: Berbeda setiap program

Tertarik belajar dan merasakan budaya Amerika Serikat (AS)? Coba ikut program YSEALI, yuk!

YSEALI diinisiasi oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat pengembangan keterampilan dan jaringan pemuda di Asia Tenggara. Yap, YSEALI hanya bisa diikuti oleh pemuda berusia 18-35 tahun dari Asia Tenggara.

YSEALI terdiri dari beberapa program yang bisa kamu pilih, yaitu:

    • YSEALI Academic Fellows Belajar selama lima minggu di universitas-universitas Amerika Serikat, membahas isu-isu terkait lingkungan, kewirausahaan, kepemimpinan sipil, dan pengelolaan sumber daya alam;
    • YSEALI Professional FellowsProgram magang selama lima hingga enam minggu untuk bekerja di sektor pemerintahan, masyarakat sipil, atau sektor swasta;
    • YSEALI Seeds for the FeatureProgram pelatihan dan Mentoring untuk melaksanakan proyek-proyek inovatif yang memecahkan masalah pendidikan, lingkungan, ekonomi, atau pemberdayaan sosial;
    • YSEALI Regional Workshop Lokakarya regional yang diselenggarakan di negara-negara Asia Tenggara untuk memberikan pelatihan dan membangun jaringan antar pemuda.


YSEALI juga memberikan fasilitas selama mengikuti program, mencakup:

    • Biaya pendaftaran dan biaya terkait program;
    • Biaya hidup;
    • Tiket pesawat;
    • Transportasi lokal;
    • Akomodasi;
    • Akses ke fasilitas kesehatan;
    • Makanan;
    • Pengurusan visa.

4. Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program

Negara: Amerika Serikat

Pendaftaran: Sekitar Agustus

Masih ke Amerika Serikat, Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) diprakarsai oleh Departemen Luar Negeri AS. 

Program ini bertujuan untuk mempromosikan pemahaman lintas budaya antara Amerika Serikat dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Indonesia.

YES memberikan kesempatan bagi pelajar sekolah menengah (SMA/SMK/Sederajat) untuk tinggal dan belajar di Amerika Serikat selama satu tahun akademik.

Fasilitas yang diberikan mencakup:

    • Biaya sekolah;
    • Biaya hidup;
    • Akomodasi di rumah keluarga angkat;
    • Asuransi kesehatan;
    • Orientasi dan dukungan.

5. Global Undergraduate Exchange Program

Negara: Amerika Serikat

Pendaftaran: Sekitar Desember

Program pertukaran pelajar ke Amerika enggak cuma buat anak SMA aja, kok!

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga menyelenggarakan Global Undergraduate Exchange Program (Global UGRAD) untuk mahasiswa Sarjana Semester 3-5 dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selama lima bulan atau satu semester, kamu akan tinggal dan belajar di perguruan tinggi di Amerika.

Kamu juga akan mendapatkan fasilitas, seperti:

    • Biaya kuliah;
    • Biaya hidup;
    • Akomodasi;
    • Asuransi kesehatan;
    • Orientasi dan dukungan.

6. Asia Kakehashi Project

Negara: Jepang

Pendaftaran: Sekitar Januari-Maret

Mau merasakan suasana belajar di SMA Jepang? Program Asia Kakehashi Project bisa jadi pilihan tepat, nih!


Asia Kakehashi Project
adalah program pertukaran yang diselenggarakan oleh Japan International Cooperation Center (JICE) atas dukungan dari Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (MEXT). 

Program ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Jepang dan negara-negara Asia lainnya melalui pertukaran budaya dan pendidikan. 

Kakehashi artinya “jembatan” dalam Bahasa Jepang, yang mencerminkan tujuan program ini untuk membangun jembatan pengertian dan persahabatan antara Jepang dan negara-negara Asia.

Asia Kakehashi Project ditujukan untuk para pelajar sekolah menengah (SMA/SMK/Sederajat) berusia 15-18 tahun. 

Syaratnya, prestasi akademik kamu harus baik dan memiliki kemampuan dasar Bahasa Jepang, atau berkomitmen untuk belajar Bahasa Jepang.

Tenang aja, program ini juga memberikan fasilitas meliputi:

    • Biaya sekolah;
    • Biaya hidup;
    • Akomodasi;
    • Tiket pesawat pulang-pergi;
    • Asuransi kesehatan.

7. Winter Korean Culture Camp

Negara: Korea Selatan

Pendaftaran: Sekitar November

Tertarik dengan budaya di Korea? Winter Korean Culture Camp memberikan kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan dan budaya Korea selama musim dingin, lho!

Selama satu hingga dua minggu, kamu akan melakukan kegiatan budaya, mempelajari Bahasa Korea, mengunjungi tempat wisata populer, berinteraksi dengan warga lokal dan peserta dari berbagai negara, serta menikmati aktivitas musim dingin, seperti bermain ski, snowboarding, dan festival salju. Seru, kan?

Program ini bisa diikuti siapa saja, mulai dari pelajar hingga mahasiswa yang menunjukkan minat kuat terhadap budaya Korea.

Fasilitas yang disediakan, meliputi akomodasi, transportasi lokal, makanan, serta tim pembimbing.

8. GKS Program for Foreign Exchange Student

Negara: Korea Selatan

Pendaftaran: Sekitar Maret–April

Mau merasakan pengalaman menjadi mahasiswa di Korea Selatan? Bisa, dong!


Global Korea Scholarship (GKS) for Exchange Student
adalah program dari Pemerintah Korea Selatan untuk mendukung mahasiswa internasional yang ingin merasakan pengalaman studi selama satu semester di Korea.

Syaratnya, kamu harus sudah menyelesaikan minimal satu semester di universitas asal dan memenuhi IPK minimal 3,2/4,0.

Enggak usah khawatir soal biaya, GKS mencakup:

    • Biaya kuliah;
    • Biaya hidup bulanan;
    • Biaya kedatangan;
    • Tiket pesawat;
    • Pelatihan Bahasa Korea;
    • Asuransi kesehatan.

9. ASEAN International Mobility for Students (AIMS)

Negara: Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Filiphina

Pendaftaran: Tergantung universitas tujuan

 

ASEAN International Mobility for Students (AIMS) adalah program pertukaran pelajar multilateral di tingkat Asia Tenggara. 

 

Mulanya, AIMS hanya melibatkan tiga negara, yaitu Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Tapi, sekarang kamu bisa memilih negara-negara ASEAN lain, seperti Vietnam, Filiphina, dan Brunei Darussalam.

 

Melalui AIMS, kamu dapat menghabiskan satu atau dua semester di universitas mitra di negara-negara ASEAN. Tapi, enggak semua universitas bisa mengikuti program ini, ya!

 

Universitas-universitas di Indonesia yang bisa mengikuti program AIMS, antara lain Institut Pertanian Bogor, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Institut Teknologi Bandung, ISI Denpasar, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Binus, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Sriwijaya.

 

Fasilitas yang ditawarkan dalam Program AIMS bervariasi tergantung perjanjian antara universitas asal dan universitas tujuan. Tapi, biasanya fasilitas yang didapatkan, meliputi:

    • Pengecualian biaya kuliah;
    • Tunjangan hidup;
    • Asuransi kesehatan.

10. Erasmus+

Negara: Eropa

Pendaftaran: Sekitar Januari

Siapa, nih, yang mau coba berkuliah di negara-negara Eropa? Erasmus+ menawarkan pertukaran pelajar bagi mahasiswa internasional, termasuk Indonesia, lho!

Melalui program ini, kamu dapat mengikuti pertukaran selama beberapa bulan hingga satu tahun di universitas mitra di Eropa. Kamu bisa mengambil mata kuliah, melakukan penelitian, hingga ikut kegiatan magang.

Program Erasmus+ terbuka untuk mahasiswa dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari Sarjana hingga Doktor. 

Tapi, enggak semua universitas di Indonesia bekerja sama dengan Erasmus+. Pastikan kamu memeriksa informasinya di kantor internasional universitasmu, ya!

Fasilitas yang diberikan oleh program ini, mencakup:

    • Biaya kuliah di universitas tujuan;
    • Hibah untuk menutupi biaya perjalanan dan biaya hidup;
    • Kursus bahasa online;
    • Asuransi;
    • Jaringan alumni.


Nah, itulah dia program pertukaran pelajar ke luar negeri yang bisa kamu coba daftar. Kira-kira kamu mau ikut program yang mana, nih?


Persiapkan dari sekarang, yuk, SoBi! Semoga berhasil!

Daftar Isi

Rekomendasi Artikel

Bingung Persiapan Study Abroad Mulai Dari Mana?

Sini Kobi temenin kamu #KejarBareng kampus dan beasiswa impianmu!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Ingin up to date dengan artikel terbaru Kobi? Yuk subscribe sekarang 👇

Cek privacy policy disini