Pendaftaran LPDP 2025 Tahap 1 akan buka mulai Januari 2025 mendatang. Menjelang itu, berbagai mitos Beasiswa LPDP biasanya ramai terdengar di kalangan Scholarship Hunters.Â
Â
Biasanya, hal tersebut juga memunculkan pertanyaan ‘Emang bener, ya?’
Â
Nah, untuk menjawab hal tersebut, yuk, cari tahu apa saja mitos Beasiswa LPDP 2025 yang sering terdengar serta faktanya di artikel ini.
Apa Aja Kira-Kira Mitos Beasiswa LPDP 2025 Beserta Faktanya?
1. Persaingan Ketat, Peluang Lolos Kecil
Beasiswa LPDP adalah program bantuan finansial dari Pemerintah Indonesia bagi orang Indonesia yang ingin melanjutkan Studi S2 atau S3 di dalam maupun luar negeri.
Â
Karena beasiswa ini merupakan salah satu beasiswa favorit, tak sedikit beranggapan bahwa peluang lolosnya cukup kecil.
Â
Padahal, melansir dari Liputan6.com, Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Larso, mengatakan bahwa dari total 33.195 pelamar di tahun 2023, 5.664 di antaranya dinyatakan lolos, lho. Artinya, persentase keketatannya hanya 17% saja.
Â
Bisa dibilang tidak seketat itu. Meski begitu, bukan berarti kamu bisa menggampangkannya, ya. Justru, kamu harus lebih menonjolkan diri supaya makin dilirik oleh penyelenggara beasiswa dan menjadi bagian dari 17% pelamar yang lolos itu.
2. Memiliki LoA, Jaminan Lolos
Letter of Acceptance (LoA) adalah surat pernyataan bahwa seseorang telah diterima menjadi mahasiswa di universitas tersebut.
Â
Ada dua jenis LoA, yaitu LoA Conditional dan LoA Unconditional.
LoA Conditional adalah pernyataan bersyarat dari universitas untuk seseorang yang namanya tercantum dalam surat.
Â
Kenapa bersyarat? Biasanya ada beberapa dokumen yang belum memenuhi permintaan universitas, misalnya skor TOEFL/IELTS belum memenuhi persyaratan. Kalau sudah dipenuhi, baru deh, mereka bisa mendapatkan LoA Unconditional.
Â
Sementara LoA Unconditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi tanpa syarat. Artinya, kamu hanya tinggal melakukan registrasi ulang saja.
Â
Ngomongin tentang LoA, kerap kali muncul mitos bahwa memiliki LoA menjadi jaminan diterima LPDP. Emang iya?
Â
Pertanyaan tersebut dibantah langsung oleh Dwi Larso yang mengatakan bahwa semua pelamar memiliki kesempatan sama untuk mendapatkan LPDP, baik yang sudah punya LoA maupun belum. Artinya, enggak punya LoA bisa lolos, dan punya LoA bukan jaminan lolos juga, guys!
Baca Juga Artikel Ini:Â 5 Cara Mendapat LoA Unconditional untuk Beasiswa Fully Funded
3. Harus Punya IPK Tinggi
Kata siapa? IPK 2.5/4.00 pun bisa daftar, lho. Berikut adalah beberapa jenis LPDP dan syarat minimal IPK-nya:
Â
Jenis | S2 | S3 |
Perguruan Tinggi Utama Dunia | Tidak ada syarat minimal IPK | Tidak ada syarat minimal IPK |
Kewirausahaan | 2.50 | – |
Disabilitas | 2.50 | 3.00 |
Daerah Afirmasi | 2.50 | 3.00 |
Prasejahtera | 3.00 | – |
PNS, TNI, dan POLRI | 3.00 | 3.25 |
Reguler | 3.00 | 3.25 |
Â
Jadi, harus punya IPK tinggi untuk daftar beasiswa ini hanya mitos ya, guys! Enggak harus Cumlaude, IPK 2.50 juga masih bisa daftar, kok.
4. Hanya Bisa Didaftar Lulusan Kampus Negeri
Mitos LPDP yang satu ini juga sering membuat lulusan kampus swasta ciut duluan sebelum daftar. Padahal, di laman resminya enggak ada informasi yang menjelaskan bahwa program beasiswa ini hanya untuk lulusan kampus negeri, lho.Â
Â
Yang ada, beasiswa ini mensyaratkan pelamarnya telah menyelesaikan Studi D4/S1 untuk daftar beasiswa Magister (S2) atau telah menyelesaikan Studi S2 bagi pelamar beasiswa Doktor (S3).
Â
Dengan ketentuan, pelamar merupakan lulusan perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Â
Jadi, meski lulusan kampus swasta, selama kampusmu terakreditasi BAN-PT, kamu juga bisa bisa daftar, kok.Â
Baca Juga Artikel Ini:Â Beasiswa Indonesia Maju 2023-2024: Info Terlengkapnya!
5. Harus Memiliki Sertifikat Bahasa Inggris
Daftar beasiswa ini wajib punya sertifikat Bahasa Inggris enggak, sih?
Â
Hal yang tak kalah sering ditanyakan oleh pelamar adalah terkait sertifikat Bahasa Inggris. Well, kalau ini, sih, bukan hanya mitos LPDP, tetapi juga fakta.Â
Yap! Kamu harus memiliki sertifikat Bahasa Inggris, entah itu IELTS, TOEFL iBT, atau PTE Academic untuk daftar beasiswa ke luar negeri. Ini adalah skor minimal untuk daftar LPDP luar negeri yang wajib kamu penuhi sesuai dengan jenisnya:
Jenis | Jenjang | IELTS | TOEFL iBT | PTE Academic |
Reguler | S2 | 6.5 | 80 | 58 |
S3 | 7.0 | 94 | 65 | |
PNS, TNI, dan POLRI | S2 | 6.5 | 80 | 58 |
S3 | 6.5 | 80 | 58 | |
Kewirausahaan | S2 | 6.0 | 61 | 65 |
Disabilitas | S2 | 6.0 | 61 | 50 |
S3 | 6.0 | 61 | 50 | |
Daerah Afirmasi | S2 | 6.0 | 61 | 50 |
S3 | 6.0 | 61 | 50 | |
Prasejahtera | S2 | 6.0 | 61 | 50 |
Perguruan Tinggi Utama Dunia | S2 | 6.5 | 80 | 58 |
S3 | 7.0 | 94 | 65 |
Â
Pembukaan Beasiswa LPDP Tahap 1 tinggal beberapa bulan lagi, nih. Udah siap sama skor IELTS 6.5+ belum, SoB?
Â
Kalau butuh full fokus boost skor IELTS biar siap daftar LPDP di tahun 2025, you’re in luck! Karena, IELTS Private Class Kobi siap bantu kamu!
Â
Selain pilihan jam belajar yang intensif, mulai dari 10, 21, hingga 40 jam, Expert Tutor juga akan fokus sepenuhnya hanya pada kamu sebagai satu-satunya siswa di kelas.
Â
Jadi, kamu bisa mendapatkan perhatian penuh dan bimbingan yang benar-benar personal sesuai kebutuhan belajarmu.
Â
Jadwal yang fleksibel juga ngasih kamu kesempatan untuk bebas pilih jadwal sesuai rutinitasmu, SoB!
Â
Yuk, kepoin dulu kurikulum dan detail pemilihan jadwalnya dengan chat MinBi di sini!
6. Lebih Baik Menulis Esai Kontribusi LPDP Menggunakan Bahasa Inggris
Nah, mitos yang satu ini juga sering bikin salah paham! Banyak yang mengira kalau esai kontribusi untuk LPDP harus ditulis dalam Bahasa Inggris supaya terlihat lebih keren dan profesional.
Â
Padahal, faktanya, esai kontribusi LPDP tidak wajib ditulis dalam Bahasa Inggris. ini sudah jelas tercantum dalam aturannya. LPDP lebih mengutamakan isi dan tujuan dari esaimu, bukan sekadar pilihan bahasanya.
Â
Jadi, kalau kamu merasa lebih nyaman dan bisa menyampaikan ide dengan lebih jelas dalam bahasa Indonesia, jangan ragu untuk menulis esaimu dalam Bahasa Indonesia juga.Â
Â
Esai yang ditulis dengan komprehensif akan jauh lebih bernilai daripada esai berbahasa Inggris yang malah belepotan.
Baca Juga Artikel Ini:Â LPDP 2024 Tahap 1: Syarat, Cakupan, dan Tahapan Seleksi
Mau Siap Dapetin Beasiswa Awal Tahun? Yuk #SatSet Kejar Skor TOEFL ITP Impian Bareng Kobi!
Sat set belajar skor TOEFL ITP buat daftar beasiswa kayak LPDP Dalam Negeri bisa, lho, dari sekarang dengan ikutan Kelas TOEFL ITP Kobi!
Â
Kelasnya intensif dengan total belajar 40 jam selama 20 kali pertemuan, jadi kamu bisa boost skor TOEFL ITP dalam waktu 5 minggu!
Â
Selain itu, kamu bisa nikmatin fasilitas:
- Bedah all skills TOEFL dari listening, grammar, sampai reading;
- Pre-test biar tau area mana aja yang perlu ditingkatkan;
- Post-test untuk liat apakah kamu udah siap tes TOEFL ITP Official;
- Rekaman sesi kelas jadi kamu enggak perlu khawatir ketinggalan kalau berhalangan hadir;
- Akses materi melalui PPT & PDF, supaya kamu bisa review materi secara mandiri.
Sibuk selama weekday? Kamu juga bisa manfaatin waktu selama weekend biar lebih produktif untuk belajar TOEFL ITP.
Â
Yuk, jangan lewatin kesempatan ini, apalagi kelas ini punya LIMITED SEATS!
Â
BOOK SEAT KELAS TOEFL ITP KOBI
Â
So, sekarang sudah tahu, dong, mitos Beasiswa LPDP dan faktanya. Nah, karena Tahap 1 ini akan akan buka pendaftaran sebentar lagi, yuk, mulai cicil persiapan dari sekarang!
Â
Akhir kata, semoga informasi di atas bermanfaat dan semoga berhasil ya!