Key Highlights:
- Tentukan jurusan dan universitas yang dituju sebelum mendaftar.
- Hampir semua universitas mewajibkan skor IELTS/TOEFL, dengan rata-rata 6.0 hingga 7.0.
- Dokumen lain yang dibutuhkan untuk daftar universitas umumnya adalah IELTS/TOEFL, nilai rapor, tes kualifikasi, esai, CV, dan lainnya.
- Setiap negara memiliki persyaratan ujian kualifikasinya sendiri, seperti SAT (Amerika Serikat), EJU (Jepang), CSCA (China), dan lainnya.
Kawan Kobi, kamu mungkin mulai aware kalau ada banyak banget kesempatan buat kuliah di luar negeri, baik lewat beasiswa bergelar, student exchange, dan masih banyak lagi.
Tapi, persiapan yang dibutuhkan itu memang banyak banget. Kamu mesti perhatiin berbagai hal, mulai dari kampus yang kamu incar sampai dokumen apa saja yang harus dilengkapi.
Walaupun kamu masih Kelas 10 atau 11, persiapannya enggak boleh ditunda, loh!
Kali ini, MinBi bakal spill 10 langkah awal yang actionable buat kamu yang bermimpi buat study abroad.
Ada apa saja? Yuk, simak artikelnya hingga tuntas.
Pusing Mau Mulai dari Mana? Yuk Ikuti 10 Langkah Awal Ini Biar Sukses Kuliah ke Luar Negeri!
1. Riset dan Tentukan Kampus dan Jurusan Incaranmu
Kawan Kobi, kamu enggak bisa rancang rencana tanpa tahu goal-nya, nih! Jadi, kamu mesti tahu dan riset program dan jurusan yang kamu mau, yah.
Tapi, pastiin dulu interest kamu itu apa. Misalnya, kamu suka banget dengan dunia STEM, khususnya Engineering. Dari situ, kamu bisa cari-cari kampus yang bagus banget di Bidang STEM, dari berbagai wilayah.
Nih, MinBi spill sedikit kampus yang unggul di Bidang STEM, sesuai QS WUR by Subject 2025: Engineering & Technology, ya!
Universitas, Negara | Ranking Dunia | Jurusan Favorit |
MIT, Amerika Serikat | #1 | Computer Science, Mathematics, General Mechanical Engineering |
Tsinghua University, China | #7 | Mechanical Engineering, Engineering, Electrical and Electronic Engineering |
Imperial College London, UK | #8 | Mechanical Engineering, Chemical Engineering, Civil Engineering |
NTU, Singapura | #11 | Mechanical Engineering, Chemical Engineering, Civil Engineering |
University of Toronto, Kanada | #17 |
2. Cek Kondisi Negara Yang Dituju
Hal ini enggak boleh ketinggalan, Kawan Kobi. Sayang banget kan, kalau kamu sampai salah pilih negara cuma karena ikut-ikutan (FOMO) atau kurang riset?
Jadi, kamu enggak tahu kondisi negaranya gimana. Padahal, kamu bakal kuliah selama 4 tahun di sana. Kamu enggak mau kan, stres berat karena susah adaptasi?
Maka dari itu, kamu wajib banget riset negara tersebut, ya! Kamu bisa pakai list ini buat mastiin apakah lokasi dan kampusnya udah sesuai dengan personality dan kondisi kamu:
- Bagaimana musim di negara tersebut? Apakah aku bisa menyesuaikan diri dengan cuacanya yang berubah-ubah?
- Bagaimana karakter masyarakatnya? Apakah terbuka atau cenderung tertutup dengan warga internasional?
- Apakah aku harus menguasai bahasanya supaya enggak kesulitan saat tinggal di sana?
- Bagaimana situasi ekonomi dan politik di negara tersebut? Apakah stabil untuk kuliah di sana?
3. Perhatikan Syarat Pendaftaran Kampus
Udah mantap sama pilihan kampus kamu? Nah, langkah selanjutnya adalah tahu syarat-syarat buat daftar program dan universitasnya.
“Tapi kan aku masih Kelas 10. Emang harus cek dari sekarang, MinBi?”
MinBi saranin buat baca-baca dari sekarang, ya! Soalnya, syarat pendaftaran kampus enggak banyak berubah, loh.
Lalu, kamu juga bisa tahu dokumen apa aja yang bisa kamu siapin dari awal, kayak skor IELTS/TOEFL, rata-rata nilai akademis, atau ujian kualifikasi seperti SAT atau A Levels.
Misalnya, kamu kepengen buat kuliah di Amerika Serikat. Nah, hampir semua kampus AS bakal minta nilai SAT dengan skor tertentu, loh! Misalnya, Stanford University meminta kamu untuk punya skor 1510-1570 dari 1600. Atau, University of Michigan mensyaratkan skor minimal 1440 dari 1600.
Nah, dengan tahu dari awal persyaratannya, kamu enggak bakal keteteran buat siapin dokumennya atau terlewat deadline. Apalagi, Ujian SAT itu cuma diadakan 1-2 bulan sekali.
Jadi, MinBi saranin kamu buat pantengin terus informasi tentang pendaftarannya, ya!
Baca Juga Artikel Ini: 7 Cara Daftar SAT di Indonesia, Serta Lokasi Tesnya di 2026!
4. Siapkan Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris (IELTS/TOEFL)
Hampir semua kampus luar negeri mewajibkan kamu buat punya skor kemampuan Bahasa Inggris, baik IELTS, TOEFL, PTE Academic, dan lainnya.
Kenapa? Karena tes Bahasa Inggris tersebut menilai skillBbahasa Inggris level akademis yang tentunya berbeda dengan Bahasa Inggris sehari-hari.
Oh ya, banyak universitas yang punya standar skor yang cukup tinggi. Jadi kamu enggak boleh asal ambil tesnya tanpa belajar, ya!
Biar kamu kebayang, sini MinBi kasih tahu skor IELTS/TOEFL minimum yang diterima.
Universitas, Negara | Skor IELTS | Skor TOEFL |
Minimal 6.5 | Minimal 92 | |
Minimal 6.5 | Minimal 92-93 | |
Minimal 6.5 (setiap part minimal 6.0) | Minimal 90 | |
Minimal 6.5 – 7.0 | Minimal 81-94 |
5. Ambil Tes Bahasa Asing Lain atau Kualifikasi Internasional
Selain skor Bahasa Inggris, beberapa negara punya syarat bahasa ataupun kualifikasi yang wajib kamu penuhi! Nah, ujian kualifikasi yang dimaksud bisa SAT, CSCA, EJU, dan lainnya.
Kalau kamu berencana buat kuliah di China, kamu harus ambil Tes CSCA. Nilai ujian ini nanti bakal digunakan sebagai syarat daftar kampus dan beasiswa Chinese Government Scholarship, loh!
Atau, kamu pengen kuliah di Jepang. Buat daftar di program bahasa Jepang, biasanya kamu wajib mengantongi Sertifikat JLPT N2 atau EJU.
Jadi, perhatikan lagi syarat pendaftarannya, ya! Beda negara, beda pula dokumen yang wajib kamu penuhi.
6. Persiapkan Dokumen Lain untuk Pendaftaran Kampus
Dokumen buat study abroad itu enggak cuma rapor dan IELTS/TOEFL aja, Kawan Kobi! Dari sekarang, kamu sudah harus kenal dengan personal statement, motivation letter, CV, dan surat rekomendasi, ya.
Banyak kampus yang menggunakan dokumen ini untuk kenalan dengan diri kamu. Mereka pengen tahu motivasi dan tujuan kamu kuliah di sana, loh! Nah, makanya, esai itu bisa jadi “gerbang” kamu buat memperkenalkan diri.
Oh ya, kamu harus banget siapin dari awal. Soalnya, nulis esai yang bagus dan meyakinkan itu butuh waktu buat brainstorming, drafting, sampai proofreading.
Jangan sampai kamu keteteran nulis H-1 deadline, ya!
7. Buat Portofolio dan Prestasi Non-Akademik
Selain punya nilai akademis yang bagus, kampus top dunia suka banget sama calon mahasiswa yang aktif. Mumpung masih Kelas 10-11, kamu bisa ikut kegiatan ekskul, organisasi, kepanitiaan, atau volunteer.
Nah, pengalaman ini bikin CV kamu terlihat lebih unggul, dari segi leadership ataupun potensi di luar sekolah. Oh ya, kamu juga bakal dinilai aktif dan punya kemampuan teamwork dengan punya portofolio yang kuat!
8. Lengkapi Dokumen Imigrasi
Kawan Kobi, langkah penting dalam mempersiapkan study abroad adalah memiliki dokumen keimigrasian, seperti paspor dan visa.
Mumpung masih Kelas 10 atau 11, kamu udah bisa banget cicil bikin paspor dari sekarang. Jangan sampai, kamu sudah keterima dan baru repot antri di kantor imigrasi.
Untuk visa pelajar, biasanya kamu baru bisa mengurus setelah kamu LoA dari kampus tujuan. Tapi, enggak ada salahnya buat mulai riset pengajuan visa pelajar ke negara tujuanmu dari sekarang.
Kenapa? Karena ada beberapa negara yang meminta dokumen tambahan lain, seperti hasil medical check up dan bukti keuangan. Misalnya, Singapura mewajibkan kamu untuk melampirkan laporan keuangan.
Jadi, MinBi saranin buat baca-baca terlebih dahulu informasinya, ya!
9. Cari Informasi Beasiswa
Nah, enggak sedikit yang ragu buat kuliah di luar negeri karena kendala biaya. Tenang aja! Ada banyak banget kesempatan beasiswa fully-funded yang bisa kamu daftar.
Kamu bisa mulai cek program beasiswa dari negara tujuan, organisasi atau yayasan internasional, hingga internal scholarship dari kampus itu. Oh ya, Indonesia juga menyediakan beasiswa fully-funded S1, seperti Beasiswa Garuda dan Beasiswa Talenta Indonesia, loh!
Biar enggak ketinggalan info beasiswa terbaru, kamu bisa banget follow IG Kobi Education, ya!
Baca Juga Artikel Ini: 12 Beasiswa S1 Luar Negeri Fully Funded 2025-2026, Ada Incaran?
10. Ajak Diskusi Orang Tua dan Guru di Sekolah
Nah, langkah terakhir adalah kamu wajib ngobrol dengan orang tua dan guru di sekolah.
Kenapa? Soalnya, support system itu penting banget buat persiapan study abroad. Terlebih, orang tua adalah orang yang dukung kamu baik secara finansial dan emosional.
Nah, pihak sekolah, seperti guru BK bisa memberikan kamu insight terkait kampus atau jurusan yang cocok buat kamu. Selain itu, sekolah juga bakal bantu kamu untuk legalisir rapor dan menuliskan surat rekomendasi.
Jadi, jangan lupa buat ceritakan rencana study abroad kamu kepada mereka, ya!
Kawan Kobi Mau Eksekusi Langkah Yang Mana Dulu Nih?
Nah, itulah 10 langkah yang bisa bantu kamu start buat kuliah di luar negeri. Pokoknya, kamu mesti tentuin dulu jurusan dan kampus yang kamu mau, riset negaranya, cek syarat, dan siapin dokumen yang dibutuhkan!
Dengan persiapan yang matang, kamu bakal selangkah lebih dekat sama mimpi kamu, loh.
Semangat, Kawan Kobi!
Baru Baca 10 Langkah di Atas Udah Bikin Pusing? Tenang Kobi Siap Bantu Kamu!
Kawan Kobi, ngikutin 10 langkah persiapan study abroad itu emang rawan bikin pusing. Soalnya, ada banyak banget hal yang wajib kamu persiapkan, mulai dari riset kampus hingga menulis esai.
Kalau sampai salah strategi atau terlewat satu deadline dokumen aja, impian kuliah di luar negeri bisa langsung melayang!
Sayang banget, kan?
Daripada panik di Kelas 12, kamu bisa banget curi start di program Mentoring S1 Kobi dari Kelas 10-11!
Kenapa kamu harus ikut program ini? Sini MinBi kasih tahu:
- Profiling Kampus & Beasiswa: Buat cari kampus dan beasiswa yang paling cocok buatmu;
- Pendampingan 1-on-1: Dibimbing Expert Mentor sampai dapat LoA kampus impian kamu;
- Proofreading Dokumen: Esai, CV, dan berkasmu bakal dipoles maksimal biar menarik perhatian kampus!
MinBi yakin, curi start dari Kelas 10-11 enggak ada ruginya! Kamu malah bisa lebih enjoy dan semangat menjalani proses seleksinya.
Yuk, awali langkah study abroad-mu bareng Kobi!