Key Highlights:
- Beasiswa Stipendium Hungaricum sangat kompetitif, di mana hanya ada 110 penerima dari Indonesia yang terpilih.
- Ada 10 pertanyaan yang umum untuk ditanyakan saat sesi interview.
- Pertanyaan yang paling awal ditanyakan adalah perkenalan diri lalu alasan memilih program studi atau universitas Hungaria.
- Durasi interview Stipendium Hungaricum biasanya 15-30 menit.
Ada Kawan Kobi yang tertarik buat kuliah di Hungaria enggak, nih? Pasti udah tahu beasiswa Stipendium Hungaricum, dong!
Beasiswa fully-funded dari Pemerintah Hungaria ini diberikan buat mahasiswa internasional yang tertarik buat kuliah di sini. Baik calon mahasiswa S1, S2, ataupun S3, semua jenjang diberikan kesempatan buat daftar, loh.
Kamu mungkin lagi penasaran sama proses seleksinya, khususnya di tahap interview atau wawancara. Interview-nya sendiri biasanya berlangsung selama 15-30 menit.
Biar makin siap ikut proses seleksinya, MinBi bakal bahas 10 pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh Stipendium Hungaricum.
Secara umum, pertanyaan yang akan ditanyakan adalah alasan kuliah di Hungaria, rencana karier, latar belakang pendidikan, kesesuaian pendaftar dengan program, hingga adaptasi dan budaya.
Pertanyaan selengkapnya bisa kamu baca di section selanjutnya. Yuk, simak baik-baik!
Lagi Persiapan Buat Tahap Interview? MinBi Spill 10 Pertanyaan Paling Umumnya Biar Makin Pede!
1. Please Introduce Yourself in a Few Sentences
Dari pertanyaan ini, interviewer ingin tahu soal diri kamu, Kawan Kobi. Nah, kamu bisa sebutkan nama, asal, dan latar belakang diri kamu. Kamu juga bisa nambahin skill yang relevan dengan program studi yang kamu ambil.
Namun, usahakan agar kemampuan kamu enggak terlalu dibahas di pertanyaan ini, ya! Bikin jawabannya sebagai build-up untuk menjawab pertanyaan lainnya.
Nah, seorang awardee Stipendium Hungaricum memberikan contoh jawaban jika seseorang ingin masuk ke program Fisioterapi.
“Hello, my name is Soban Bhutta. I come from Pakistan and I have been playing professional cricket for 10 years. I also studied biology in high school.” |
Sumber: Soban Bhutta (Awardee Stipendium Hungaricum)
2. Why Did You Choose This Particular Program?
Nah, pertanyaan ini menilai alasan kamu dalam memilih program studi. Tonjolkan passion atau ketertarikan kamu di bidang tersebut.
Jangan sampai jawaban kamu terlalu dangkal, seperti karena nilaimu bagus, jurusannya terkenal, atau hal lainnya.
Supaya kebayang, ini contoh jawabannya:
“I have a passion for Petroleum Engineering because I have always been fascinated with energy. And I have always seen myself excel incredibly in energy related subjects at my undergraduate studies and would like to build a career path with a masters in Petroleum Engineering.” |
Baca Juga Artikel Ini: 7 Jurusan Populer di Hungaria Buat Yang Mau S1 di Negara ini!
3. What Do You Know About Hungary?
Kawan Kobi, pasti familiar sama quote “Tak kenal maka tak sayang”, kan? Kebayang enggak, kalau misalnya kamu ditanya pertanyaan ini dan bingung mau jawabnya gimana?
Pasti, panelis menganggap kamu asal daftar saja. Biar enggak kejadian, kamu wajib banget riset soal negara ini. Kamu bisa lihat kondisi geografisnya, orang-orang yang terkenal dari negara itu, bahasa nasionalnya, dan lain-lain.
Nah, ini contoh jawabannya:
“Well, from what I know, Hungary is located right in the middle of Central Europe. It’s a landlocked country, so it’s surrounded by places like Austria, Slovakia, and Ukraine. And honestly, when I did some research for this application, I found out that Hungary has a really strong history in science. There are actually a lot of big inventions and important discoveries made by Hungarian scientists in the past. So yeah, I think it’s a country with a very rich academic background.” |
Sumber: Adaptasi Ganbaatar Tumurkhuyag (Awardee Stipendium Hungaricum)
4. Why Did You Choose Hungary?
Dari pertanyaan ini, panelis wawancara ingin tahu seberapa kenal kamu dengan Hungaria dan kota tujuan studimu. Pokoknya, jangan sampai terlihat clueless saat menjawab atau jawaban yang umum kayak “Karena Hungaria itu indah” atau “Karena saya belum pernah ke sana”. Big no, ya!
Supaya enggak kejadian, kamu bisa riset dulu mengenai Hungaria. Coba pelajari kehidupan dan budaya di kota tujuan studimu dan Hungaria secara umum. Cari alasan kuat apa yang bikin kamu tertarik untuk kuliah di sini.
Kamu juga bisa menekankan alasan akademisnya, biar jawaban kamu makin kuat!
Nah, contoh jawabannya bisa seperti ini:
“I chose Hungary because there are some Nobel Prize winners from Hungary. So, I think Hungary has a good culture of research. Also, I want to experience studying in Europe. When I study in Europe, I can have more opportunities and easy networking with other fellow researchers.” |
Sumber: Merry Anggria (Awardee Stipendium Hungaricum)
5. What Achievements Are You Most Proud Of?
Selain ingin tahu alasan studi kamu, pastinya panelis juga penasaran dengan prestasi Kawan Kobi.
Kamu bisa banget spill berbagai prestasi yang kamu dapatkan, mulai dari perlombaan, hasil penelitian, ataupun nilai akademis lainnya.
Belum punya prestasi di bidang itu? Tenang! Kamu bisa jelaskan berbagai pengalaman volunteering yang pernah kamu lakukan. Atau, kamu bisa ceritain pengalaman membantu teman atau orang lain untuk mencapai impian mereka.
“I might never be a winner of a competition, but I always have concern for others in need. During my undergraduate studies, I had several volunteering experiences. One of them was when I mentored a high school student during an university entrance exam. He was struggling since he couldn’t afford tutoring. The student got accepted to his dream university. I was really proud of that, because I could help him to achieve his dream.” |
Sumber: Adaptasi Ganbaatar Tumurkhuyag (Awardee Stipendium Hungaricum)
6. What is Your Weakness?
Walaupun pertanyaan yang satu ini terlihat mudah, tetapi ini pertanyaan jebakan loh, Kawan Kobi! Jangan tiba-tiba kamu malah sambat soal pekerjaan atau mantan ya!
Instead, kamu bisa jawab pertanyaan ini dengan sesuatu yang kamu sendiri bisa perbaiki, beserta upaya konkrit yang sudah kamu lakukan untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Nah, berikut MinBi spill cara jawabnya ya:
“My natural working style is highly detail-oriented. I prefer to be thorough and double-check my work to ensure high quality. However, I’ve realized this can lead to a slow working pace. And if the timeline was suddenly rushed, I struggled to adapt my pacing, and my accuracy would actually drop significantly. To overcome this, I’ve created a standardized system for myself. I now keep running checklists of key details and common mistakes. This way, if a project is suddenly rushed, I don’t have to rely on my memory under pressure, I just run it through my checklist. This allows me to maintain my high standards while adapting to tight deadlines.” |
Sumber: Adaptasi Ganbaatar Tumurkhuyag (Awardee Stipendium Hungaricum)
7. Tell Us About Your Goals and Plans After Graduation
Kawan Kobi, dapat beasiswa dan kuliah di luar negeri itu bukanlah end goal di hidup kamu. Namun, kedua hal ini adalah kesempatan besar buat kamu untuk mencapai tujuan dan impian yang lebih besar!
Tentunya, Beasiswa Stipendium Hungaricum juga pengen melihat para Awardee–nya sukses, nih!
Untuk itu, kamu bisa mulai mikirin apa yang jadi impian kamu selama ini.
Misalnya, kamu ambil Gelar MBA di salah satu universitas Hungaria. Kira-kira, hal apa yang ingin kamu lakukan setelah lulus? Mungkin kamu pengen jadi Pengusaha atau kerja di perusahaan multinasional.
Nah, seorang Awardee beasiswa ini pun punya jawaban yang bisa dijadikan referensi:
“I wanted to work in a multinational company as a Marketing Manager or Marketing Director for cities for several years. Then, I will launch my business.” |
Sumber: Ganbaatar Tumurkhuyag (Awardee Stipendium Hungaricum)
8. What Will You See Yourself in 5 Years?
Pertanyaan ini memang agak mirip dengan pertanyaan sebelumnya. Tapi, panelis wawancaranya lebih penasaran dengan rencana kamu secara konkrit dalam rentang 5 tahun.
Misalnya, kamu tertarik buat daftar S1 di Hungaria. Nah, waktu studinya hanya memakan 3 hingga 3,5 tahun saja, nih.
Jadi, kalau dalam 5 tahun, kamu seharusnya sudah lulus dan bekerja atau melanjutkan studi. Dari sini, kamu bisa bayangin dulu rencana yang mau kamu ambil.
Biar enggak bingung, ini contoh jawaban untuk pertanyaan ini, kalau kamu ingin kejar S2 sampai S3:
“After graduating, I will continue my studies for a Master’s Degree or PhD Degree.” |
Atau, kalau kamu mau kerja, kamu bisa jawab:
“After graduating, I will be working in a multinational company.” |
Sumber: Ganbaatar Tumurkhuyag (Awardee Stipendium Hungaricum)
Pokoknya, sesuaikan jawaban kamu dengan goals kamu, ya!
9. Why Should We Select You Over Other Applicants?
Beasiswa Stipendium Hungaricum ini kompetitif banget, Kawan Kobi. Faktanya, beasiswa ini hanya menerima 110 Awardee dari Indonesia, loh!
Jadi, jawaban pertanyaan ini harus menunjukkan keunggulan atau keunikan kamu dibanding pendaftar lainnya. Soalnya, interviewer pengen yakin kalau mereka enggak salah pilih penerima beasiswanya.
Biar kebayang, ini contoh jawaban yang bisa kamu ikuti:
“I have been studying in an international environment and it would be easier for me to adapt to an international environment. So, since (nama universitas) is very international there, with students from across the globe, I am positive that I am suitable here.” |
Sumber: Soban Bhutta (Awardee Stipendium Hungaricum)
10. Why Do You Think You Deserve This Scholarship?
Pertanyaan ini sekilas mirip dengan pertanyaan sebelumnya ya, Kawan Kobi? Eits, tapi pertanyaan ini tetap penting untuk kamu jawab dengan benar ya.
Karena, percaya deh sama MinBi, interviewer bukan hanya meminta kamu untuk menonjolkan keunggulanmu seperti di pertanyaan sebelumnya. Tapi, Interviewer menanyakan pertanyaan ini untuk menguji kesiapan kamu untuk mengambil beasiswa ini.
Untuk itu, kamu bisa menjawabnya dengan menyebutkan persiapan apa saja yang sudah kamu lakukan sehingga membuat kamu layak untuk mendapatkan beasiswa ini. Yang penting, kamu harus jujur ya!
Jawaban dari salah satu Awardee ini mungkin bisa jadi inspirasimu:
“I believe I am a strong candidate for this scholarship because my academic track record and my practical experience in the business sector have given me a solid foundation to thrive in this program. I have always been deeply motivated to study in Europe, specifically in Hungary, to gain an international perspective on business that I can’t get at home.
While I have the dedication and the scores to succeed, financing an overseas education is a significant barrier for me. This scholarship would be the catalyst I need to bridge the gap between my current experience and my future goals. Ultimately, my plan is to bring the knowledge and global network I gained in Hungary back to my home country, allowing me to uplift my community and support my family.” |
Sumber: Ganbaatar Tumurkhuyag (Awardee Stipendium Hungaricum)
Baca Juga Artikel Ini: 10 Tips Memilih Universitas Buat Beasiswa Stipendium Hungaricum, Yuk Perhatikan!
Udah Makin Kebayang Sama Interview Stipendium Hungaricum Kan?
Nah, itulah beberapa pertanyaan yang sering banget muncul di sesi wawancara beasiswa Hungaria ini. Pertanyaannya memang mendasar, tapi kamu harus refleksi terlebih dahulu sebelum menjawab.
By the way, jawaban di artikel ini dijadikan sebagai referensi aja, ya. Jangan dihafal untuk sesi interview-nya.
Jadi, pastiin diri kamu well-informed dulu sebelum daftar beasiswanya, ya!
Semangat, Kawan Kobi!
Mau Daftar Stipendium Hungaricum Tapi Bingung Mulai dari Mana?
Kawan Kobi, sehebat apa pun persiapan wawancaramu, bakal sia-sia kalau gagal seleksi berkas. Padahal, syarat dokumen Stipendium Hungaricum lumayan menguras tenaga, mulai dari motivation letter, isi formulir online, sampai IELTS!
Belum lagi timeline-nya suka “menjebak” (November-Januari). Bayangin: saat teman-teman asyik liburan akhir tahun atau sibuk UAS, kamu malah stres sendirian dikejar deadline. Kalau ditunda, pasti ada berkas terlewat atau submit mepet deadline dengan kualitas seadanya.
Gagal kuliah gratis di Eropa cuma karena salah manajemen waktu? Sayang banget!
Biar enggak kejadian, mending curi start dari Kelas 10-11 di Mentoring S1 bareng Kobi! Kamu bakal dapetin:
- Personalized Action Plan: Roadmap persiapan anti-telat khusus buat kamu;
- Mentoring 1-on-1: Bebas tanya beasiswa ke mentor selama 3 tahun;
- Profiling Diri: Biar enggak salah pilih jurusan dan kampus;
- Proofreading Dokumen: Bantu pastiin berkasmu bebas error.
Kawan Kobi, persiapan beasiswa itu kadang terasa lonely dan bikin capek. Tapi, MinBi percaya kalau kamu siapinnya bareng Kobi, pasti semuanya kerasa lebih enteng.
Yuk, mulai langkah kamu bareng Kobi, sekarang!