5 Skill Yang Perlu Disiapkan untuk Study Abroad Beserta Rekomendasi Les dan Bimbel di Indonesia!

Ingin study abroad? Kenali 5 skill penting yang perlu dipersiapkan serta rekomendasi les dan bimbel di Indonesia untuk mendukung persiapanmu!

Share:

kobi education-skill yang harus dipersiapkan untuk study abroad-gambar orang internasional yang sedang melihat matahari cerah

Melanjutkan studi ke luar negeri merupakan pengalaman yang membutuhkan persiapan matang.

 

Selain menentukan negara dan universitas tujuan, calon mahasiswa juga perlu memastikan bahwa dirinya memiliki kemampuan yang cukup untuk mengikuti proses pembelajaran dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

 

Persiapan study abroad tidak hanya berkaitan dengan nilai akademik atau persyaratan administrasi. Kemampuan berbahasa Inggris, berpikir kritis, berkomunikasi, hingga belajar secara mandiri juga dapat membantu mahasiswa menghadapi kehidupan akademik di negara lain.

 

Karena itu, mempersiapkan beberapa skill sejak sebelum keberangkatan dapat menjadi langkah yang penting. Berikut lima skill yang dapat Kawan Kobi kembangkan sebagai bagian dari persiapan study abroad.

Berbagai Skill Yang Harus Dipersiapkan untuk Study Abroad

1. English Communication Skills

Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris menjadi salah satu skill yang penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara dengan lingkungan akademik berbahasa Inggris.

 

Bahasa Inggris tidak hanya digunakan ketika mengikuti kelas, tetapi juga saat berdiskusi dengan Dosen, mengerjakan tugas, melakukan presentasi, hingga berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.

 

Kemampuan ini mencakup beberapa aspek, seperti speaking, listening, reading, dan writing. Calon mahasiswa juga dapat mulai membiasakan diri menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi sehari-hari agar lebih percaya diri ketika berada di lingkungan internasional.

 

Untuk tujuan akademik tertentu, calon mahasiswa mungkin juga perlu mempersiapkan tes kemampuan Bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL

2. Academic Skills

Study abroad juga membutuhkan kemampuan akademik yang baik.

 

Sistem pembelajaran di universitas luar negeri dapat memiliki tuntutan yang berbeda dengan pengalaman belajar sebelumnya.

 

Mahasiswa mungkin akan lebih sering menghadapi tugas berupa essay, research, presentation, group project, maupun pembacaan jurnal dan sumber akademik.

 

Oleh karena itu, kemampuan seperti academic writing, research, membaca sumber akademik, mengelola referensi, dan memahami materi secara mandiri perlu mulai dikembangkan.

 

Calon mahasiswa dapat memanfaatkan bimbingan belajar atau les tambahan untuk memperkuat mata pelajaran tertentu, terutama jika bidang studi yang dituju membutuhkan dasar akademik yang kuat.

3. Critical Thinking & Problem Solving

Kemampuan menghafal materi saja tidak selalu cukup untuk menghadapi pembelajaran di perguruan tinggi.

 

Mahasiswa juga perlu mampu memahami suatu persoalan, menganalisis informasi, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, kemudian menentukan solusi yang sesuai.

 

Critical thinking membantu mahasiswa mengevaluasi informasi sebelum menerima atau menggunakannya. Sementara itu, problem solving membantu mahasiswa menghadapi berbagai persoalan akademik maupun situasi sehari-hari secara lebih terstruktur.

 

Skill ini dapat dilatih melalui kegiatan seperti diskusi, studi kasus, latihan soal berbasis masalah, membaca berbagai sumber, atau mengerjakan proyek yang mendorong siswa untuk menemukan solusi secara mandiri.

4. Communication & Presentation Skills

Kemampuan menyampaikan ide dengan jelas juga penting ketika melanjutkan studi di luar negeri.

 

Mahasiswa dapat menghadapi berbagai situasi yang mengharuskan mereka berbicara di depan orang lain, seperti presentasi tugas, diskusi kelompok, seminar, maupun kegiatan organisasi.

 

Tidak hanya kemampuan berbicara, komunikasi juga mencakup kemampuan mendengarkan, memberikan respons, menyampaikan pendapat secara terstruktur, dan berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda.

 

Latihan presentasi dan public speaking sejak sebelum berangkat dapat membantu calon mahasiswa menjadi lebih percaya diri ketika harus menyampaikan ide di lingkungan akademik internasional.

5. Independent Learning Skills

Belajar di luar negeri juga menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri.

 

Dosen mungkin tidak selalu memberikan arahan secara detail untuk setiap tugas, sehingga mahasiswa perlu mampu mencari sumber belajar, memahami instruksi, menentukan prioritas, dan menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu.

 

Independent learning skills juga berkaitan erat dengan time management dan kemampuan menentukan target belajar.

 

Dengan memiliki kebiasaan belajar mandiri, mahasiswa akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan perkuliahan.

 

Skill tersebut dapat mulai dibangun sejak di bangku sekolah melalui kebiasaan membuat jadwal belajar, mencari sumber tambahan, mengerjakan proyek secara mandiri, dan mengevaluasi hasil belajar.

Rekomendasi Les dan Bimbel di Indonesia untuk Persiapan Study Abroad

Mengembangkan berbagai skill di atas dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan lembaga pendidikan.

 

Les dan bimbingan belajar dapat menjadi pilihan bagi siswa yang membutuhkan pendampingan, materi yang lebih terarah, atau jadwal belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Berikut beberapa lembaga yang dapat dipertimbangkan untuk membantu persiapan study abroad.

1. Fun Teacher Private

Fun Teacher Private dapat menjadi pilihan bagi siswa yang membutuhkan les privat dengan pembelajaran yang lebih fleksibel dan personal.

 

Layanan ini menyediakan pembelajaran untuk berbagai jenjang, mulai dari usia dini hingga jenjang sekolah menengah dan umum.

 

Format les privat memungkinkan materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

 

Bagi calon mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri untuk study abroad, pendekatan seperti ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan Bahasa Inggris, mata pelajaran tertentu, maupun skill akademik yang masih perlu dikembangkan.

 

Pilihan pembelajaran online maupun offline juga dapat memberikan fleksibilitas bagi siswa dalam menyesuaikan kegiatan belajar dengan aktivitas sekolah dan persiapan lainnya.

2. Kobi Education

Kobi Education dapat dipertimbangkan oleh calon mahasiswa yang membutuhkan pendampingan terkait persiapan studi ke luar negeri.

 

Layanan yang berkaitan dengan konsultasi pendidikan dapat membantu siswa memahami berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum mendaftar ke universitas luar negeri.

 

Calon Mahasiswa tidak perlu bingung karena Kobi dapat membantu terkait pemilihan jurusan dan universitas. Tak hanya itu, Kobi juga menyediakan persiapan IELTS dan SAT.

 

Persiapan study abroad sendiri dapat mencakup pemilihan negara dan universitas, persyaratan pendaftaran, hingga berbagai kebutuhan akademik dan administrasi.

 

Karena setiap universitas memiliki ketentuan yang berbeda, mendapatkan informasi dan pendampingan yang sesuai dapat membantu siswa membuat rencana yang lebih terarah.

3. English First (EF)

Kemampuan Bahasa Inggris merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika mempersiapkan studi ke luar negeri.

 

English First (EF) merupakan salah satu pilihan lembaga pendidikan yang dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris.

 

Pembelajaran bahasa dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan seperti speaking, listening, reading, dan writing.

 

Bagi calon mahasiswa, peningkatan kemampuan tersebut dapat menjadi bagian dari persiapan komunikasi sehari-hari maupun kebutuhan akademik.

 

Sebelum memilih program, siswa sebaiknya menyesuaikan kelas dengan level kemampuan dan tujuan belajar, terutama jika memiliki target mengikuti tes Bahasa Inggris tertentu.

4. British Council

British Council dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mempersiapkan kemampuan Bahasa Inggris dan IELTS.

 

IELTS merupakan salah satu tes kemampuan Bahasa Inggris yang digunakan oleh banyak institusi pendidikan di berbagai negara, meskipun persyaratan setiap universitas dan program studi tetap perlu diperiksa secara langsung.

 

Persiapan IELTS umumnya mencakup empat kemampuan utama, yaitu listening, reading, writing, dan speaking.

 

Mengikuti persiapan yang terstruktur dapat membantu siswa memahami format tes sekaligus mengetahui aspek kemampuan bahasa yang masih perlu ditingkatkan.

5. Ganesha Operation

Ganesha Operation dapat menjadi salah satu pilihan bagi siswa yang ingin memperkuat kemampuan akademik sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

 

Penguatan dasar akademik dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik.

 

Hal ini terutama relevan bagi calon mahasiswa yang sudah mengetahui bidang studi atau jurusan yang ingin dituju dan ingin memastikan kemampuan akademiknya cukup kuat sebagai bekal memasuki perguruan tinggi.

 

Namun, program yang dipilih sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pendidikan masing-masing siswa.

Bagaimana Memilih Kebutuhan Yang Tepat untuk Persiapan Study Abroad?

Setiap siswa memiliki kebutuhan persiapan yang berbeda. Karena itu, memilih les atau bimbel sebaiknya tidak hanya berdasarkan popularitas lembaga. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum menentukan pilihan.

 

Pertama, tentukan tujuan study abroad. Negara, universitas, dan jurusan yang dituju dapat menentukan skill dan persyaratan yang perlu dipersiapkan. Misalnya, siswa mungkin perlu lebih fokus pada IELTS, kemampuan akademik, atau mata pelajaran tertentu.

 

Kedua, identifikasi kemampuan yang masih perlu ditingkatkan. Lakukan evaluasi sederhana terhadap kemampuan Bahasa Inggris, akademik, komunikasi, maupun kemampuan belajar mandiri.

 

Dengan begitu, program les yang dipilih dapat benar-benar menjawab kebutuhan.

 

Ketiga, pertimbangkan metode pembelajaran. Sebagian siswa lebih mudah memahami materi melalui les privat, sedangkan siswa lainnya dapat berkembang melalui pembelajaran kelompok. Pilih metode yang membuat siswa dapat belajar secara konsisten.

 

Keempat, perhatikan fleksibilitas jadwal. Persiapan study abroad dapat berjalan bersamaan dengan sekolah dan kegiatan lainnya. Pastikan jadwal les tidak justru membuat siswa kewalahan.

 

Kelima, periksa pengajar dan program yang tersedia. Cari tahu materi yang diajarkan, pengalaman pengajar, sistem evaluasi, serta fasilitas yang diberikan.

 

Jika tersedia kelas percobaan, manfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui apakah metode pembelajarannya sesuai.

 

Terakhir, sesuaikan dengan anggaran. Biaya les atau bimbel merupakan salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam rencana persiapan study abroad. Bandingkan biaya dengan fasilitas, intensitas pembelajaran, dan kebutuhan siswa.

 

Pada akhirnya, persiapan study abroad bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang baik atau memenuhi persyaratan pendaftaran.

 

Calon mahasiswa juga perlu membangun kemampuan komunikasi, berpikir kritis, belajar mandiri, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

 

*) Artikel ini merupakan kerjasama antara Fun Teacher Private dan Kobi Education

Tentang Penulis Tim Kobi
Ditulis oleh Tim Editorial Kobi yang berpengalaman dalam memberikan informasi seputar beasiswa, tes IELTS dan SAT, serta persiapan studi S1 di luar negeri.
Mau up to date sama artikel terbarunya Kobi? Yuk subscribe sekarang! 👇

Cek privacy policy disini!