11 Tipe Tes Kemampuan Akademik Buat Study Abroad Lengkap, Dari IELTS Sampai DALF!

Kawan Kobi mau study abroad tapi bingung tes akademik apa aja yang harus disiapin? Kenali jenis-jenisnya dulu yuk lewat artikel ini!

Share:

kobi education-berbagai tipe tes kemampuan akademik buat study abroad-gambar seseorang yang sedang berlatih sebelum menghadapi tes ielts

Siapa di sini yang punya cita-cita study abroad? Kalau Kawan Kobi mau kuliah ke luar negeri, kamu harus tahu dulu nih tipe-tipe tesnya biar persiapan enggak asal-asalan!

 

Nah, biar Kawan Kobi enggak salah paham dan bisa nyiapin strategi dari sekarang, yuk kita bahas 8 tipe tes kemampuan akademik paling umum buat study abroad, lengkap dari yang paling populer sampai yang sering bikin orang garuk-garuk kepala!

 

Santai aja ya bacanya, biar Kawan Kobi paham dan jangan lupa siapin catatan biar enggak lupa!

Pengen Study Abroad? Ketahui Berbagai Tes Kemampuan Akademik Ini Dulu Yuk!

Biar Kawan Kobi enggak salah ambil tes dan bisa maksimal persiapin diri dengan tepat, berikut ini MinBi spill macam-macam tes kemampuan akademik yang paling umum digunakan buat study abroad, dari yang paling populer sampai yang spesifik untuk negara tertentu.

1. IELTS (Berbagai Negara)

Tes yang satu ini pasti udah familiar di telinga Kawan Kobi. IELTS atau kepanjangan dari International English Language Testing System merupakan tes Bahasa Inggris yang diperuntukan untuk keperluan studi, bekerja, dan migrasi ke negara berbahasa Inggris.

 

Tes ini super populer dan udah dipakai di lebih dari 140 negara, terutama Inggris, Australia, Kanada, dan Eropa. Nah, tes ini tentunya menguji empat kemampuan utama, yaitu listening, writing, reading, dan speaking. 

 

Adapun skor IELTS berkisar dari 0 – 9.0. Umumnya, kampus luar negeri meminta skor minimal 6.0 – 7.5, tergantung jurusan dan jenjang pendidikan ya Kawan Kobi.

 

Ada dua jenis IELTS yang perlu kamu tahu:

    • IELTS Academic → Wajib buat daftar kuliah;
    • IELTS General Training → Buat kerja atau migrasi.

2. TOEFL (Berbagai Negara)

Test of English as a Foreign Language (TOEFL) adalah salah satu tes kompetensi bahasa Inggris akademik paling populer yang dirancang khusus bagi penutur non-asli. 

 

Sertifikat TOEFL telah diakui secara luas sebagai persyaratan untuk mendaftar perkuliahan, program beasiswa, hingga kebutuhan profesional di banyak negara, termasuk wilayah Eropa, Amerika, Asia, hingga Australia.

 

Secara umum, ada dua jenis TOEFL yang paling sering digunakan, yaitu iBT (Internet-Based Test) dan ITP (Institutional Testing Program). 

 

Nggak cuma itu, banyak kampus di luar negeri menetapkan standar Skor TOEFL iBT di kisaran 80–100, sedangkan untuk jenis TOEFL ITP biasanya berada di angka 550 ke atas tergantung dari kampus atau jurusan yang Kawan Kobi tuju, ya!

3. SAT (Berbagai Negara)

Selanjutnya, ada Scholarship Assessment Test atau SAT. Tes ini biasanya dibutuhin kalau Kawan Kobi mau kuliah S1 ke Amerika Serikat. 

 

Tes ini mengukur kemampuan menulis, membaca, matematika (skor 400-1600) untuk menilai kesiapan akademik siswa SMA sebelum masuk ke jenjang perkuliahan. 

 

Meskipun tes ini banyak digunakan di AS, tapi beberapa negara juga telah mengakui dan mensyaratkan tes ini untuk masuk ke jenjang perkuliahan, seperti Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Australia.

4. ACT (Berbagai Negara)

American College Testing atau disingkat ACT merupakan ujian standar berbasis pilihan ganda yang digunakan buat seleksi penerimaan mahasiswa baru di berbagai universitas. 

 

Universitas tersebut mencakup di berbagai negara seperti Amerika Serikat,  Kanada, Inggris Raya, Australia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara lain yang menawarkan pengajaran dalam Bahasa Inggris. 

 

Nah, tes ini hampir sama dengan SAT yang bertujuan buat mengukur kesiapan akademik siswa SMA dalam empat bidang utama: Bahasa Inggris, Matematika, Membaca, dan Sains, dengan esai (opsional). 

 

Skor ACT berkisar antara 1 hingga 36 yang merupakan rata-rata dari skor Math, English, Reading, dan Science. Untuk universitas unggulan di Amerika Serikat, skor di atas 30 sangat dianjurkan buat meningkatkan peluang lolos.

5. GRE (Berbagai Negara)

Next, ada Graduate Record Examination atau GRE. Tes ini pertama kali dikembangin pada tahun 1936 oleh Carnegie Foundation for the Advancement of Teaching (CFAT) dan kini dikelola oleh Educational Testing Service (ETS).

 

Tes ini banyak dipakai buat program Master dan PhD, meliputi Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Australia, India, China, Jepang, Prancis, Singapura, Irlandia, dan Swedia yang bertujuan mengukur kemampuan akademik.

 

Ada tiga kemampuan yang diujikan dalam tes ini, yaitu verbal reasoning, quantitative reasoning, dan analytical writing.

 

Adapun skor minimal lulus tes ini enggak ditetapkan secara spesifik oleh Educational Testing Service (ETS), tapi ditentukan sesuai kebijakan masing-masing kampus.

 

Perlu diingat juga nih, Kawan Kobi. Tes ini bukan cuma  menilai kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikasi tertulis. Jadi, pertajam itu dengan serius ya!

6. DELF (Prancis)

Kawan Kobi mau kuliah di Prancis? Siap-siap bakal ketemu tes ini! Yup, apalagi kalau bukan Diplôme d’Études en Langue Française atau DELF. 

 

Tes ini merupakan sertifikasi Bahasa Prancis yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan Prancis. Tes ini bertujuan untuk mengukur 4 level (A1-B2) guna keperluan studi, kerja, maupun imigrasi.

 

Adapun nilai minimum lulus Ujian DELF, kamu harus mendapat 50% yang setiap bagiannya bernilai 25. Jadi untuk lulus ujian ini, kamu memerlukan skor minimal 5/25 per bagian dan total nilai 50 dari 100. 

7. GMAT (Berbagai Negara)

Kawan Kobi ngincer MBA atau Jurusan Bisnis? Jangan lupa ambil tes ini biar peluang lolosnya gede!

 

Graduate Management Admission Test atau GMAT merupakan tes standar internasional berbasis komputer yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan kuantitatif, verbal, analitis, dan penulisan calon mahasiswa program Pascasarjana Bidang Bisnis.

 

Tes ini berlaku secara global di lebih dari 110 negara, mencakup ribuan sekolah bisnis dan program MBA di Amerika Serikat, Eropa (seperti Inggris, Prancis, Spanyol), Singapura, Australia, Kanada, dan Asia.

 

Tes ini terdiri dari empat komponen, yaitu verbal reasoning, quantitative reasoning, integrated reasoning, dan analytical writing.

 

Adapun skor minimum tes ini berkisar antara 205 hingga 805, dengan skor per bagian (Quant, Verbal, DI) antara 60–90.

 

Meskipun tidak ada skor minimum mutlak, sebagian besar program MBA top dunia biasanya menargetkan skor di atas 600-700. 

8. DALF (Prancis)

Kalau Tes DELF itu untuk level pemula, Diplôme Approfondi de Langue Française atau DALF adalah level lanjutan. 

 

Tes ini menguji kemahiran tingkat mahir (C1) hingga otonom (C2) berdasarkan standar CEFR dan berlaku seumur hidup, lho!

 

Nah, tes ini biasanya digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana di perguruan tinggi Prancis atau bekerja di negara berbahasa Prancis dengan kemahiran bahasa tingkat lanjut.

 

Untuk skor minimal lulusnya berkisar 50 dari 100. Selain itu, terdapat syarat skor minimal 5/25 untuk setiap komponen ujian (mendengarkan, membaca, menulis, berbicara). 

 

Artinya, Kawan Kobi enggak boleh mendapat skor di bawah 5 pada salah satu bagian, meskipun total nilainya melebihi 50 ya.

9. TOPIK (Korea Selatan)

Kawan Kobi yang berencana kuliah atau meniti karier di Korea Selatan, Sertifikat Test of Proficiency in Korean (TOPIK) atau dalam bahasa lokal disebut Hangugeo Nengryeok Siheom ini merupakan salah satu syarat utama. 

 

Ujian standar yang dirancang khusus bagi penutur asing ini diakui secara global dan dikembangkan langsung oleh National Institute for International Education (NIIED).

 

Sama seperti tes kemampuan bahasa lainnya, TOPIK berfungsi untuk mengukur keahlian peserta secara menyeluruh, mulai dari kemampuan Reading, Listening, Writing, hingga Speaking. 

 

Untuk mencapai standar kelulusan awal, peserta tingkat pemula diwajibkan meraih skor minimal 80 untuk Level 1 dari total 200 poin, sedangkan untuk tingkat lanjut, diperlukan skor minimal 120 untuk Level 3 (dari total 300 poin).

10. JLPT (Jepang)

Buat kamu yang memiliki rencana untuk kuliah maupun atau berkarier di Jepang, Sertifikat Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) atau yang juga dikenal dengan Nihongo Nouryoku Shiken adalah salah satu kelengkapan dokumen yang nggak boleh di-skip!

 

Sertifikasi kemampuan Bahasa Jepang khusus penutur asing ini telah diakui secara internasional dan diselenggarakan secara resmi oleh Japan Foundation bersama Japan Educational Exchanges and Services (JEES).

 

Berbeda dengan format pengujian bahasa lainnya, evaluasi pada JLPT lebih fokus di penguasaan kosakata dan tata bahasa, Reading, serta Listening, tanpa mencakup sesi ujian Speaking maupun Writing.

 

Tingkat kesulitan JLPT pun terbagi ke dalam lima level, mulai dari N5 alias paling dasar hingga N1 atau paling mahir. 

 

Untuk keperluan pendaftaran Jenjang S1/S2 atau dunia kerja profesional di Jepang, umumnya pendaftar disyaratkan untuk memiliki sertifikat seenggaknya ada di Level N2 atau N1.

11. HSK (China)

Buat kamu yang lagi incar kampus top tier sekelas Tsinghua University, salah satu syarat yang harus dimiliki adalah HSK atau Hanyu Shuiping Kaoshi.

 

HSK sendiri merupakan ujian standar resmi yang diakui secara internasional untuk menguji kemampuan Bahasa Mandarin bagi penutur asing.

 

Ujian HSK dirancang untuk menilai kemampuan Bahasa Mandarin peserta secara komprehensif. 

 

HSK biasanya akan mengukur keahlian dalam tiga bagian utama, yaitu Listening, Reading, dan Writing, sementara untuk kemampuan Speaking diuji secara terpisah melalui Tes HSKK.

 

Tingkat kesulitan HSK dibagi menjadi beberapa level berdasarkan jumlah penguasaan kosakata yang Kawan Kobi miliki. 

 

Untuk bisa lulus di tingkat dasar seperti HSK Level 1 dan 2, kamu harus mengumpulkan skor minimal 120 dari total 200 poin. 

 

Sementara itu, untuk tingkat menengah hingga lanjutan atau HSK Level 3 sampai 6, skor minimal kelulusannya adalah 180 dari total 300 poin. 

 

Sebagai gambaran, sebagian besar kampus di China biasanya menetapkan sertifikat HSK level 4 atau 5 sebagai syarat minimum pendaftaran untuk program studi dengan pengantar bahasa Mandarin (Chinese Taught Program).

Penasaran Kira-Kira Dimana Tempat Tesnya?

Setelah memahami berbagai jenis tes yang menjadi syarat study abroad, langkah selanjutnya adalah mencari tahu di mana tes tersebut diselenggarakan. 

 

Mengikuti ujian di lembaga yang diakui secara resmi penting untuk memastikan sertifikat yang didapat nanti valid dan diterima oleh kampus tujuan.

 

Berikut daftar lokasi penyelenggara resmi dari masing-masing tes yang bisa kamu jadikan referensi!

 

No.

Jenis Tes

Lokasi

1.

IELTS

  • IDP Education
  • British Council
  • IALF Indonesia

2.

TOEFL (iBT dan ITP)

  • Indonesia International Education Foundation (IIEF)
  • International Test Centre (ITC)
  • Lembaga Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (LBI FIB UI)
  • International Language Program (ILP)

3.

SAT

Terbagi ke dalam 8 kota di Indonesia, seperti:

  • Jakarta: Jakarta Intercultural School (JIS), North Jakarta Intercultural School (NJIS), Beacon Academy, dan ACG School Jakarta
  • Tangerang: Kharisma Bangsa dan Sinarmas World Academy
  • Bandung: Bandung Independent School dan Bandung Alliance International School
  • Surabaya: Surabaya Intercultural School dan Sekolah Ciputra
  • Denpasar: Bali Island School
  • Medan: Sampoerna Academy Medan
  • Semarang: Bina Bangsa International School
  • Malang: Wesley International School

4.

ACT

  • Jakarta Intercultural School (JIS)
  • British School Jakarta
  • Beacon Academy
  • Raffles College
  • Sekolah Pelita Harapan (Tangerang)
  • Bandung Alliance Intercultural School
  • Surabaya Intercultural School

5.

GRE dan GMAT

  • Indonesia International Education Foundation (IIEF) – GRE
  • Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) – GMAT
  • PT. Executrain Nusantarajaya – GMAT
  • PT. Ebiz Infotama Interindo – GMAT

6.

DELF dan DALF

  • Institut Français d’Indonésie (IFI) Jakarta
  • Institut Français d’Indonésie (IFI) Bandung
  • Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya
  • Institut Français d’Indonésie (IFI) Yogyakarta
  • Alliance Française (AF) Bali
  • Alliance Française (AF) Medan
  • Alliance Française (AF) Semarang

7.

TOPIK

Terbagi ke dalam 5 kota di Indonesia, seperti:

  • Jakarta: Jakarta International Korean School (Cipayung)
  • Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
  • Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • Surabaya: Widya Mandala Language Institute
  • Denpasar: Bali Korean School

8.

JLPT

Terbagi ke dalam 16 kota di Indonesia, seperti:

  • Medan
  • Palembang
  • Padang
  • Jakarta
  • Tangerang
  • Bandung
  • Bogor
  • Cirebon
  • Semarang
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Malang
  • Denpasar
  • Samarinda
  • Makassar
  • Manado

9.

HSK

  • TAA Mandarin (Jakarta/Tangerang)
  • Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI)
  • CHIS School Denpasar
  • Confucius Institute Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha)
  • Universitas Tanjungpura (Untan)

Pengen Berhasil Lulus Tes Akademik? Terapin Tips Ini Ya!

Tes kemampuan akademik itu memang bikin deg-degan banget, tapi sebenarnya bisa ditaklukkan asal Kawan Kobi tau strategi yang tepat. 

 

Bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling siap dan konsisten. Nah, berikut ini MinBi kasih sedikit tips yang bisa kamu terapin biar peluang lolos tes makin besar:

    • Mulai persiapan dari jauh hari;
    • Pahami format tes, bukan cuma materinya;
    • Gunakan sumber latihan resmi dan terpercaya;
    • Fokusin ke salah satu tes dulu, jangan ambil semuanya;
    • Belajar secara konsisten.

 

Nah, itu dia tipe-tipe tes kemampuan akademik buat study abroad yang harus kamu tahu sebelum daftar kuliah ke luar negeri.

 

Ingat ya Kawan Kobi, study abroad itu mimpi besar, tapi bukan mimpi mustahil. Dengan tahu tipe tes kemampuan akademik, Kawan Kobi bisa nyusun strategi, ngatur waktu belajar, dan ngincer kampus impian dengan lebih pede!

 

Jadi, dari IELTS sampai DALF, sekarang kamu udah kenal semuanya. 

 

Tinggal satu langkah lagi: mulai persiapannya dari sekarang ya!

Mulai Persiapin IELTS Buat Study Abroad? Ikut IELTS Prime Kobi Education Aja Yuk!

Kalau Kawan Kobi sampai di tahap mencari informasi tes study abroad, itu artinya udah ada niat serius mau kuliah ke luar negeri. 

 

Apalagi siswa SMA Kelas 10 atau 11 atau yang sedang gap year dan lagi nyiapin langkah selanjutnya.

 

Tapi jujur, banyak siswa SMA yang baru lulus atau sedang gap year harus berhenti di tengah jalan karena Skor IELTS-nya belum tembus target. 

 

Sekarang nggak usah khawatir lagi! IELTS Prime Class dari Kobi Education siap bimbing kamu buat dapetin Band IELTS tinggi!

 

Program bimbingan IELTS intensif selama 5 bulan ini dirancang buat kamu yang ingin meningkatkan kemampuan listening, reading, writing, dan speaking dari level dasar hingga Intermediate.

 

Belajarnya juga udah pakai sistem semi-private class dan setiap peserta mendapat personal feedback dari Tutor, materi eksklusif, serta simulasi Tes IELTS seperti Pre-Test dan Post-Test yang dibuat semirip mungkin dengan tes aslinya! 

Kalau Kawan Kobi mau info tentang beasiswa atau kuliah di luar negeri, yuk, langsung aja follow Instagram Kobi!

Tentang Penulis Tim Kobi
Ditulis oleh Tim Editorial Kobi yang berpengalaman dalam memberikan informasi seputar beasiswa, tes IELTS dan SAT, serta persiapan studi S1 di luar negeri.
Mau up to date sama artikel terbarunya Kobi? Yuk subscribe sekarang! 👇

Cek privacy policy disini!

Search Your Article

Jangan lewatkan kesempatan emas untuk kuliah ke luar negeri! Yuk mulai cari informasimu sekarang!