10 Persiapan Yang Harus Dilakukan Jika Ingin Self Funded untuk Kuliah ke Luar Negeri!

Pengen kuliah di luar negeri jalur self-funded tapi bingung harus mulai dari mana? Kawan Kobi harus cek 10 persiapan wajib biar rencana study abroad-mu makin mulus!

Share:

kobi education-persiapan yang harus dilakukan jika ingin self funded-gambar tangan seseorang yang sedang memegang uang luar negeri dengan serius

Key Highlights:

    • Kuliah pendanaan mandiri atau self-funded memberikan mahasiswa kebebasan penuh dalam memilih kampus dan jurusan tanpa terikat kontrak sponsor;
    • Walaupun pendanaan mandiri, sertifikat bahasa (IELTS/TOEFL) tetap wajib, begitu juga penerjemahan dokumen akademik oleh Penerjemah Tersumpah (Sworn Translator);
    • Sangat disarankan untuk membuka rekening bank lokal di negara tujuan serta mencari peluang kerja part-time untuk menghemat biaya transfer dan menambah uang saku bulanan.

Pernah ngebayangin nggak sih gimana serunya kuliah di kampus top dunia, eh tiba-tiba ngerasa hilang harapan gara-gara belum beruntung mendapatkan beasiswa? 

 

Eits, tunggu dulu! Ngejar Gelar S1 di luar negeri itu nggak harus selalu lewat jalur beasiswa penuh, kok. 

 

Saat ini, makin banyak pelajar Indonesia yang sukses berangkat ke negara impiannya melalui jalur pendanaan mandiri alias self-funded.

 

Memilih jalur pendanaan mandiri tentu memberikan Kawan Kobi kebebasan penuh untuk memilih kampus dan jurusan apa pun tanpa terikat kontrak atau batasan kuota sponsor. 

 

Tapi, di balik kebebasan tersebut ada sederet kewajiban administratif dan finansial yang harus disiapkan matang-matang oleh Kawan Kobi dan Parents

 

Apa aja sih kira-kira yang harus disiapin? Biar rencana studimu berjalan mulus tanpa hambatan, MinBi bedah satu per satu apa saja yang wajib masuk dalam daftar persiapan Kawan Kobi!

  •  

Mengapa Persiapan Self Funded untuk Kuliah ke Luar Negeri Itu Penting?

Berbeda dengan mahasiswa Awardee beasiswa yang segala urusan keuangannya dijamin oleh pihak sponsor, mahasiswa self-funded harus “berdikari” alias berdiri di atas kaki sendiri. 

 

Kedutaan besar dan pihak imigrasi dari negara tujuan pasti akan melakukan pengecekan berlapis untuk memastikan bahwa Kawan Kobi dan Parents benar-benar memiliki kapasitas finansial yang cukup. 

 

Mereka nggak mau ada mahasiswa asing yang terlantar atau putus kuliah di tengah jalan akibat kehabisan dana.

 

Oleh karena itu, persiapan self funded untuk kuliah ke luar negeri bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam waktu satu atau dua bulan aja, Kawan Kobi. 

 

Persiapan self funded juga butuh strategi tabungan kelengkapan dokumen yang rapi dan kesiapan mental yang luar biasa. 

 

Semakin Kawan Kobi merencanakannya dari awal, semakin tenang pula langkahmu menuju gerbang kampus impian! 

Apa Saja Persiapan Self Funded untuk Kuliah ke Luar Negeri Yang Harus Kawan Kobi Persiapkan?

Nah, biar Kawan Kobi nggak bingung saat nyusun strategi keberangkatan, berikut ini MinBi spill 10 langkah yang harus kamu diskusikan bersama Parents sejak jauh-jauh hari.

1. Siapin Rekening Koran dan Bukti Finansial

Nah, ini dia syarat mutlak yang wajib banget Kawan Kobi dan Parents persiapkan dari awal kalau mau self-funded.

 

Pihak universitas maupun kedutaan besar pasti akan meminta bukti kepemilikan dana atau Proof of Funds

 

Dokumen ini biasanya berupa rekening koran atau Surat Referensi Bank resmi dari Parents

 

Sebenernya, apa sih tujuannya? Melansir dari laman HSB Blog, mereka cuma mau memastikan kalau Kawan Kobi bisa fokus menyelesaikan studi dengan lancar, nggak akan terlantar, serta nggak jadi beban ekonomi di negara tujuan.

 

Umumnya, saldo yang mengendap di rekening tersebut harus bisa menutupi biaya kuliah di tahun pertama ditambah biaya hidup selama beberapa bulan awal. 

 

Oh iya, pastiin juga rekening koran yang dicetak itu versi paling terbaru, ya. Karena pihak kedutaan biasanya akan melihat konsistensi saldo dan riwayat transaksi selama beberapa bulan terakhir untuk memastikan kondisi keuangan yang sebenarnya.

 

Khusus untuk Kawan Kobi yang menggunakan rekening orang tua sebagai Proof of Funds, kamu juga wajib melampirkan Sponsorship Letter yang ditandatangani di atas materai beserta akta kelahiran sebagai bukti hubungan keluarga yang sah, ya! 

 

Setiap negara punya aturan durasi dan nominal pengendapan dana yang beda-beda. Jadi, jangan malas buat selalu cek regulasi resmi di situs kedutaan terkait, ya, Kawan Kobi.

2. Kepoin Total Biaya Hidup di Negara Tujuan

Pas lagi ngitung budget, jangan cuma fokus sama uang pangkal atau tuition fee yang nampang di brosur kampus aja, ya! 

 

Kawan Kobi wajib banget kepoin total biaya hidup nyata sehari-hari di negara tujuan kamu nanti. 

 

Biaya tersebut mencakup estimasi harga sewa tempat tinggal, tagihan utilitas (listrik dan air), ongkos transportasi publik, uang makan harian, sampai biaya beli buku kuliah. 

 

Nah, biar Kawan Kobi dan Parents punya gambaran budget bulanan yang akurat dan nggak cuma nebak-nebak, kamu bisa manfaatin situs pembanding biaya hidup global seperti Numbeo untuk ngecek rincian harga kebutuhan pokok di kota tersebut secara real-time.

3. Siapin Amunisi Lain Seperti Sertifikat Bahasa Asing

Meskipun Kawan Kobi berangkat lewat jalur biaya mandiri (self-funded), bukan berarti standar seleksi kampus top dunia bakal jadi longgar, lho! 

 

Mereka tetap mewajibkan para kandidatnya untuk membuktikan kemahiran Bahasa Inggris secara akademik. 

 

Memiliki sertifikat tes resmi seperti IELTS atau TOEFL merupakan syarat mutlak buat mengamankan Letter of Acceptance (LoA) dari kampus impianmu.

 

Nggak cuma itu, melansir laman Applash dalam artikelnya berjudul The Complete Student Visa Application Process: A Step-by-Step Guide, dokumen ini juga akan sangat dibutuhkan sebagai syarat wajib saat mengurus visa pelajar, lho, Kawan Kobi!

 

Mengingat biaya untuk sekali tes ini cukup menguras kantong, pastiin Kawan Kobi udah mempersiapkan diri dengan matang biar bisa langsung tembus target skor dalam satu kali percobaan aja, ya!

4. Eksekusi Pendaftaran ke Kampus Tujuan

Buat Kawan Kobi yang mau daftar kuliah ke luar negeri lewat jalur mandiri, proses daftarnya biasanya dilakukan langsung secara online lewat portal resmi kampus pilihanmu. 

 

Tapi, kalau target destinasimu adalah kampus-kampus di Britania Raya (UK), Kawan Kobi wajib banget kenalan sama sistem pendaftaran terpusat yang bernama UCAS.

 

Nah, jangan sampai kelewatan untuk selalu pantau jadwal intake atau periode pembukaan pendaftarannya, ya! Kawan Kobi juga wajib nyiapin budget khusus untuk membayar application fee atau biaya pendaftaran.

 

Selain urus pendaftaran ke kampus tujuan, pastiin senjata utamamu seperti Personal Statement dan seluruh dokumen pendukung lainnya udah lengkap dan di-upload jauh-jauh hari sebelum deadline-nya ditutup! 

5. Terjemahkan Dokumen Akademik Pakai Lewat Tersumpah

Semua berkas persyaratan seperti ijazah SMA/setara, transkrip nilai, akta kelahiran, sampai kartu keluarga, wajib banget diterjemahkan ke Bahasa Inggris. 

 

Tapi, Kawan Kobi nggak boleh asal translate dokumen-dokumen ini sendiri, ya! Kamu harus menggunakan jasa Penerjemah Tersumpah atau Sworn Translator

 

Melansir dari laman JIMS Translator, menerjemahkan dokumen lewat jasa tersumpah itu bukan cuma ngubah bahasa, tapi untuk menjamin keabsahan hukum dokumenmu di mata internasional. 

 

Kalau nggak pakai Penerjemah Tersumpah yang resmi, dokumen-dokumen penting Kawan Kobi berisiko ditolak oleh pihak kampus ataupun imigrasi di negara tujuan. 

 

Nggak mau kan kalau impian Kawan Kobi kuliah di luar negeri harus kandas gara-gara dokumennya ditolak?

6. Urus Paspor dan Visa Pelajar

Paspor itu ibarat “KTP” Kawan Kobi selama berada di luar negeri. Jadi, dokumen ini wajib banget disiapin dari awal. 

 

Pastiin paspor Kawan Kobi memiliki masa berlaku minimal enam bulan sebelum tanggal keberangkatan. 

 

Tapi, kalau Kawan Kobi butuh panduan lengkap soal cara bikin paspor baru, kamu bisa langsung meluncur ke situs resmi Direktorat Jenderal Imigrasi RI, ya!

 

Nah, setelah Kawan Kobi berhasil dapet “surat cinta” berupa LoA Unconditional dari kampus impian, langkah penting selanjutnya adalah mulai mengajukan Visa Pelajar atau Student Visa

 

Prosesnya bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu, jadi usahakan jangan sampai mepet ngurusnya, ya, Kawan Kobi!

7. Urus Asuransi Kesehatan Internasional

Sakit di negara orang itu nggak cuma bikin homesick, tapi juga bisa bikin tabungan ludes kalau Kawan Kobi nggak sedia payung sebelum hujan. 

 

Makanya, punya asuransi kesehatan saat kuliah di luar negeri itu sifatnya wajib banget, Kawan Kobi!

 

Tiap negara tujuan biasanya punya aturan asuransi tersendiri buat mahasiswa internasional. Misalnya, kalau Kawan Kobi berencana kuliah di Australia, kamu diwajibkan buat punya jaminan perlindungan bernama Overseas Student Health Cover (OSHC) yang meng-cover selama masa studi di sana. 

 

Nah, tapi kalau Kawan Kobi incar kampus di Inggris, kamu wajib membayar biaya perlindungan medis yang disebut Immigration Health Surcharge (IHS).

 

Biasanya, tagihan premi asuransi atau biaya kesehatan ini harus langsung Kawan Kobi lunasi di awal, bersamaan dengan proses pengajuan visa pelajar. 

 

Jadi, pastiin Kawan Kobi siapin budget khusus untuk urusan ini agar proses keberangkatanmu bebas hambatan, ya!

8. Mencari Tempat Tinggal di Negara Tujuan

Buat Kawan Kobi yang baru tahun pertama kuliah di luar negeri dengan pendanaan self funded, kamu pasti bingung antara pilih tinggal di asrama dekat kampus atau apartemen di luar kampus. Iya, kan?

 

Kalau Kawan Kobi pilih tinggal di asrama kampus, kamu harus gercep, ya! Soalnya, kuota asrama yang diberikan pihak kampus itu biasanya sedikit banget.

 

Tapi, buat Kawan Kobi yang milih buat stay di apartemen yang berada di luar kampus, pastiin juga untuk teliti pas baca kontrak sewanya. 

 

Jangan lupa untuk hitung jarak tempuh dari tempat tinggal menuju gedung fakultasmu, serta hitung baik-baik ongkos transportasi hariannya supaya pengeluaranmu tetap aman terkendali.

9. Pastiin Medical Check-Up dan Vaksinasi Aman Terkendali

Buat Kawan Kobi yang mau study abroad, jangan sampai kelupaan perhatiin syarat kesehatan dari negara tujuanmu, ya! 

 

Banyak banget negara yang mewajibkan calon mahasiswa internasional buat ikutan Medical Check-Up (MCU) di rumah sakit atau klinik yang udah ditunjuk resmi sama kedutaan.

 

Salah satu tes yang paling sering diminta itu rontgen dada (chest x-ray) buat mastiin paru-parumu bersih dan bebas dari Tuberkulosis (TBC). 

 

Nggak cuma itu, Kawan Kobi mungkin juga butuh melampirkan bukti sertifikat vaksinasi tertentu. Contohnya, kalau Kawan Kobi berencana kuliah ke kawasan Timur Tengah, vaksin Meningitis itu hukumnya wajib banget buat kamu siapin!

10. Atur Strategi Keuangan Selama Masa Studi Berlangsung

Kalau semua urusan pendaftaran kampus udah beres, sekarang waktunya susun strategi survival keuangan Kawan Kobi. 

 

Biar transfer uang saku bulanan dari Parents nggak boncos karena potongan biaya admin, pastiin Kawan Kobi segera membuka rekening bank lokal di negara tujuan untuk menghindari biaya bank internasional yang mahalnya nggak kira-kira. 

 

Nggak cuma itu, Kawan Kobi juga bisa mulai hunting info kerja part-time di area sekitar kampus, karena mengambil kerja paruh waktu terbukti jadi salah satu cara paling efektif buat nambah uang jajan ekstra sekaligus melatih kemandirian finansial.

Punya Pertanyaan Tentang Rencana Kuliah ke Luar Negeri Dengan Pendanaan Self Funded?

Berikut ini 5 pertanyaan yang sering banget ditanyain tentang kuliah ke luar negeri dengan strategi pendanaan mandiri (self funded). 

1. Berapa Lama Dana Rekening Koran Harus Mengendap untuk Keperluan Visa?

Tergantung aturan dari negara tujuan, ya, Kawan Kobi! Secara umum untuk negara seperti Inggris, dana di rekening Parents harus mengendap dan nggak boleh kurang dari nominal minimal selama 28 hari berturut-turut sebelum tanggal pengajuan visa.

 

Tapi, kalau negara lain pastinya punya rules yang beda-beda. So, pantengin aja informasi resminya, ya!

2. Apakah Mahasiswa Internasional Jalur Self Funded Boleh Kerja Part-Time?

Tentu aja boleh, dong! Rata-rata negara seperti Australia, Inggris, dan Kanada ngasih izin buat mahasiswa internasional pemegang visa pelajar untuk bekerja paruh waktu maksimal 20 hingga 24 jam per minggu selama masa perkuliahan aktif.

 

Jadi, buat Kawan Kobi yang ingin cari uang jajan tambahan, bisa banget buat apply kerja paruh waktu di sana.

3. Apakah Masih Bisa Mendaftar Beasiswa Parsial Jika Sudah Diterima Kuliah?

Bisa banget dan itu nggak dilarang sama sekali! Banyak kok universitas yang nawarin entrance scholarship atau potongan biaya kuliah berdasarkan prestasi akademik di semester awal. 

 

Kawan Kobi bisa rajin memantau portal mahasiswa (student portal) kampus untuk lihat-lihat informasi seputar beasiswanya, ya. 

4. Kapan Waktu Yang Paling Ideal untuk Mulai Siapin Semua Dokumennya?

Nah, ini dia yang juga sering banget ditanyain. Waktu paling ideal adalah sejak kamu duduk di bangku Kelas 10 atau awal Kelas 11 SMA, ya, Kawan Kobi. 

 

Mulai menyiapkan berbagai dokumen persyaratan sejak awal bisa ngasih kamu banyak waktu luang untuk fokus mengejar skor IELTS tanpa harus stres memikirkan ujian kelulusan sekolah di kelas 12 nanti.

5. Apa Perbedaan Antara LoA Conditional dan LoA Unconditional?

Gampangnya, kalau LoA Conditional berarti Kawan Kobi udah diterima namun masih ada syarat yang belum terpenuhi. 

 

Kalau LoA Unconditional adalah kebalikannya, Kawan Kobi udah diterima di kampus tujuan tanpa harus mikirin syarat yang belum terpenuhi. Nah, jika Kawan Kobi udah dapet LoA Unconditional, kamu bisa langsung pakai surat tersebut untuk urus visa pelajar, deh!

Yuk Siapin Semuanya Dari Sekarang Biar Kawan Kobi Nggak Kerepotan!

Merencanakan kuliah ke luar negeri sejak SMA memang gampang-gampang susah. 

 

Apalagi, Kawan Kobi yang saat ini baru duduk di Kelas 10 SMA pasti sering ngerasa struggle dan kewalahan membagi waktu antara tugas sekolah memikirkan jurusan hingga stres persiapan tes Bahasa Inggris. 

 

Nggak sedikit siswa yang impiannya harus terkubur dalam-dalam cuma karena telat sadar kalau belajar IELTS dan mengurus dokumen pendaftaran itu butuh waktu panjang!

 

Nah, daripada Kawan Kobi mikir harus belajar mulai dari mana, mending serahin semuanya ke Expert Mentor

 

Lewat program eksklusif Triple S1 Bundling dari Kobi Education, Kawan Kobi bakal dapet pendampingan super lengkap. Mulai dari kurikulum intensif buat ngehajar Skor IELTS, bimbingan Mentoring beasiswa S1, sampai pendampingan pembuatan dokumen aplikasimu. 

 

Yuk, mulai curi start dari sekarang dan pastiin satu kursi di kampus top dunia jadi milik Kawan Kobi!

Biar Kawan Kobi makin semangat nyiapin segala hal untuk study abroad, kamu wajib banget cek dan follow Instagram Kobi Education biar nggak ketinggalan info menarik seputar beasiswa luar negeri, tips & trik, hingga seminar yang sangat insightful

Tentang Penulis Tim Kobi
Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial Kobi Education, yang telah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam memberikan informasi seputar beasiswa luar negeri, tips IELTS, TOEFL, SAT, sampai arahan membantu orang tua mengenai study abroad anak mereka

Daftar Isi

Wajib Baca Artikel Ini!
Mau up to date sama artikel terbarunya Kobi? Yuk subscribe sekarang! 👇

Cek privacy policy disini!