Persiapan IELTS Berapa Lama? Ini Dia Penjelasannya

Share:

kobi education-persiapan ielts berapa lama-gambar orang sedang mengerjakan tugas di laptop dalam ruang perpustakaan

IELTS jadi salah satu syarat wajib study abroad. So, persiapannya harus benar-benar matang. Kira-kira persiapan IELTS berapa lama, ya?

 

International English Language Testing System (IELTS) adalah ujian Bahasa Inggris yang sudah diakui secara global. Enggak cuma buat kuliah ke luar negeri aja, bekerja atau pindah-pindah negara juga membutuhkan skor ujian ini, lho.

 

Tes IELTS terdiri dari empat bagian soal, yaitu mendengarkan (listening), membaca (reading), menulis (writing), dan berbicara (speaking). Untuk menyiapkan semuanya, kamu enggak bisa pakai sistem kebut semalam, nih!

 

Eits, tenang aja, artikel ini bakal bantu kamu memperkirakan waktu belajar sampai persiapan apa saja yang dibutuhkan. Yuk, simak informasinya.

Persiapan IELTS itu Berapa Lama?

Sebenarnya, enggak ada aturan baku tentang berapa lama sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk ujian ini. Karena, setiap orang butuh waktu berbeda, tergantung kemampuan, kebiasaan belajar, serta skor target mereka.

 

Namun, waktu ideal untuk mempersiapkan tes IELTS adalah 2-3 bulan, dengan durasi 3-4 jam tiap hari untuk belajar. 

 

Agar lebih jelas tentang durasi waktu yang dibutuhkan, kamu bisa melihat contoh dari orang sekitar. Cari orang lain yang mirip dengan situasimu. 

 

Sebagai gambaran, berdasarkan sebuah penelitian, ada seorang mahasiswa yang punya skor simulasi IELTS cukup rendah sebesar 5.0. Kemudian, dia belajar 60 jam per minggu selama 3 bulan.

 

Hasilnya? Skornya naik 1.0 menjadi 6.0. 

Kalau kamu merasa jago bahasa Inggris serta paham format ujiannya, waktu 1 bulan juga sudah cukup untuk latihan. Tapi, kalau masih perlu belajar lebih, beri waktu dan jangan terlalu memaksakan diri, ya!

Apa Saja Persiapannya?

1. Bikin Target Skor

Pertama-tama, kamu harus punya target skor yang jelas. Skor tertinggi IELTS itu 9.0, alias perfecto! Tapi, tenang aja, skor kamu tidak harus sempurna kalau mau study abroad. Biasanya universitas punya standar skor minimum, mulai dari 6.0 sampai 7.5.


Tentukan target skor sesuai kemampuan dan kebutuhan. Jangan terlalu tinggi sampai bikin stres, tapi juga jangan terlalu rendah agar enggak menyesal di kemudian hari. Jadi, buat target yang realistis dan achievable!

2. Pelajari Format Soal

Jangan sampai kebingungan di hari ujian! Pahami betul format dan struktur tesnya. Mulai dari listening, reading, writing, sampai speaking, semuanya harus dikenal dengan baik. 

 

Jadi, waktu ujian tiba, kamu sudah siap dan tidak kaget sama jenis soalnya.

3. Latihan, Latihan, Latihan!

Practice makes perfect! Jangan pasang target skor besar kalau kamu malas belajar. Coba lakukan hal-hal berikut:

 

  • Buat Jadwal Belajar yang Rutin – Atur jadwal sesuai prioritas. Misal, minggu pertama kuasai soal-soal listening. Minggu kedua fokus ke soal reading. Lanjut, minggu ketiga pelajari soal writing, latihan menulis menggunakan bahasa Inggris. Minggu keempat belajar soal speaking, rajin latihan ngomong pakai bahasa Inggris. Barulah di minggu kelima sampai seterusnya, lakukan simulasi ujian setiap hari. 
  • Cari Partner Buat Praktik SpeakingPunya teman ngobrol dalam bahasa Inggris akan jauh lebih mudah meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Kamu juga bisa minta bantuan untuk mengoreksi pengucapan yang belum tepat. 
  • Kuasai Grammar dan Kosakata – Kosakata menyumbang 25 persen dari total skor.
  • Kerjakan Soal Setiap Hari – Semakin sering latihan, kamu akan semakin familiar dengan tipe-tipe soalnya.

4. Review dan Perbaiki

Setelah latihan, jangan lewatkan tahap review. Cek jawaban, identifikasi kesalahan, serta cari cara untuk memperbaikinya. Proses ini membantu proses belajar serta meningkatkan skor secara bertahap.

5. Simulasikan Kondisi Ujian​

Coba buat simulasi kondisi ujian sebanyak mungkin. Buat latihan dengan waktu terbatas dan suasana menyerupai ujian sesungguhnya. Hal ini membantu dalam mengelola waktu lebih efektif saat hari-H.

6. Membuat Catatan Pribadi

Selama persiapan, buat catatan pribadi tentang kesalahan yang sering muncul. Kamu akan lebih fokus pada perbaikan. Semakin memahami kelemahan dan kekuatanmu, semakin mudah membangun strategi saat ujian nanti.

Tipe Tes IELTS

Persiapan IELTS berapa lama juga ditentukan oleh jenis tes yang kamu ambil. Setiap tipe memiliki fokus berbeda. 


Ada dua tipe tes sesuai kebutuhan, yaitu IELTS Academic dan IELTS General Training. Apa, ya, bedanya?

1. IELTS Academic

Kalau berencana kuliah ke luar negeri, kamu harus mengambil IELTS Academic. Tipe tes ini fokus menilai kemampuan bahasa Inggris di level akademis. Makanya, kosakata yang ditampilkan lebih condong ke seputar perkuliahan.

2. IELTS General Training

Nah, kalau butuh untuk dunia kerja atau migrasi, General Training jadi pilihan tepat. Soal-soal yang diujikan banyak menggunakan kosakata sehari-hari.

 

Format soal listening dan speaking kedua tipe itu sebenarnya sama saja, tapi bagian reading dan writing berbeda. Soal reading di Academic lebih ke tulisan akademis. Sementara di General Training berupa bacaan sehari-hari, seperti surat kabar, iklan, atau instruksi kerja.


Untuk bagian writing, Academic bakal memintamu menulis esai, sementara General Training menulis surat resmi atau cerita ringan.

Kesimpulan

Meski enggak ada aturan baku, IELTS idealnya butuh persiapan 2-3 bulan dengan durasi belajar 3-4 jam setiap hari. Tapi, ingat, setiap orang punya kebutuhan waktu berbeda. 

 

Penting juga buat punya target skor realistis, pahami format soal, dan konsisten latihan. Buat jadwal belajar rutin, serta jangan lupa lakukan simulasi ujian dan review hasil latihan buat ngukur kemajuanmu.

 

Gimana, kamu udah bisa menentukan persiapan IELTS berapa lama? IELTS bukan sekadar ujian, tapi juga pintu buat masuk ke dunia baru. Keep positive, keep practicing, dan yakin deh, kamu bisa sukses! 

 

Semoga berhasil!

Daftar Isi

Artikel Lainnya

Ingin up to date dengan artikel terbaru Kobi? Yuk subscribe sekarang 👉

Cek privacy policy disini