12 Perbedaan QS WUR dan EduRank Dalam Menentukan Kredibilitas Universitas Luar Negeri

Sering bingung cek ranking kampus karena hasil QS WUR dan EduRank beda jauh? Yuk bedah 12 perbedaan utamanya di sini biar Kawan Kobi nggak salah pilih universitas impian!

Share:

Daftar Isi

kobi education-perbedaan qs wur dan edurank-gambar berbagai mahasiswa lulus yang memegang dan menampikan wisuda mereka

Key Highlights: 

    • QS WUR memadukan survei opini subjektif dari akademisi dan praktisi dengan metrik data kuantitatif. Di sisi lain, EduRank memilih pendekatan 100% metrik murni berbasis data tanpa kuesioner maupun survei opini pakar;
    • QS WUR sangat mengandalkan reputasi akademik lewat voting dosen di seluruh dunia serta survei ke berbagai perusahaan raksasa. Sebaliknya, EduRank sepenuhnya menghindari opini akademisi dan menilai popularitas alumni lewat analisis jutaan pageviews di Wikipedia;
    • QS WUR mengukur sitasi per fakultas dengan porsi bobot sebesar 20%. Pendekatan EduRank jauh lebih masif dengan mengalokasikan 45% khusus untuk Research Performance melalui sistem pemetaan grafik karya ilmiah. 

Kawan Kobi, pernah nggak sih sih ngerasa mumet pas lagi cari-cari info kampus di luar negeri? 

 

Kadang, satu universitas dibilang sangat prestisius dan nangkring di posisi atas pada satu website, tapi pas dicek di website pemeringkat lain posisinya malah biasa aja. 

 

Wajar banget kalau Kawan Kobi jadi overthinking! Memilih kampus di luar negeri itu ibarat investasi waktu, tenaga, dan biaya yang nggak main-main, jadi pasti pengen dapet yang kualitasnya paling top, kan?

 

Buat Kawan Kobi yang lagi rajin riset kampus impian, pasti udah nggak asing lagi sama nama besar lembaga pemeringkat universitas. Ada dua nama yang belakangan ini sering banget dibanding-bandingkan, yaitu QS WUR atau Quacquarelli Symonds World University Rankings dan EduRank. 

 

Meski sama-sama ngasih ranking, ternyata keduanya punya “resep rahasia” yang beda jauh dalam ngasih penilaian, lho!

 

Mengutip langsung dari penjelasan laman resmi QS WUR, metodologi transparan di laman EduRank, serta sorotan tajam dan diskusi hangat dari akademisi asal Filipina lewat akun Facebook Antonio P. Contreras, ternyata ada perbedaan filosofis yang sangat mendasar dari kedua sistem ini.

 

Biar Kawan Kobi punya gambaran yang utuh dan nggak salah milih kampus masa depan, yuk kita bedah tuntas 12 perbedaan utamanya!

1. Landasan Utama Penilaian Kredibilitas

Kalau Kawan Kobi notice, QS WUR punya pendekatan yang cukup unik karena memadukan dua dunia, yakni survei opini subjektif dari para akademisi serta praktisi industri, dengan metrik data kuantitatif yang solid. 

 

Gabungan antara pandangan pakar dan statistik inilah yang membuat peringkat QS sering dijadikan acuan untuk melihat reputasi kampus di mata para pemberi kerja dan kalangan profesional.

 

Di sisi lain, EduRank memilih jalan yang jauh lebih “strict” dengan mengandalkan 100% metrik murni berbasis data. 

 

Mereka sama sekali nggak pakai kuesioner, survei, ataupun opini pakar dalam perhitungannya karena yakin bahwa kalkulasi data digital yang presisi adalah cara paling objektif dan paling sulit untuk dimanipulasi. 

 

Jadi, bisa dibilang EduRank lebih berfokus pada hasil riset dan performa data nyata di lapangan.

2. Menimbang Validasi Kredibilitas Akademik

QS WUR punya cara yang cukup unik dalam menilai sebuah kampus, yaitu dengan “mendewakan” reputasi akademik. Mereka secara rutin mengirimkan survei ke ribuan Dosen serta Profesor di seluruh penjuru dunia untuk mem-voting universitas mana yang menurut mereka paling unggul. 

 

Karena bobot survei reputasi ini sangat besar, nggak heran kalau kampus-kampus yang sudah punya nama besar sejak lama seringkali mendominasi posisi puncak.

 

Di sisi lain, EduRank punya pendekatan yang berbeda karena mereka sepenuhnya menghindari validasi berbasis opini akademisi. 

 

Menurut mereka, metode tersebut cenderung rawan bias dan justru lebih menguntungkan kampus-kampus raksasa yang sudah melegenda selama ratusan tahun. 

 

Sebagai gantinya, EduRank lebih memilih untuk fokus pada metrik yang lebih objektif agar setiap kampus memiliki kesempatan yang adil untuk menunjukkan kualitasnya tanpa harus terbayang-bayangi oleh nama besar semata.

3. Pengaruh Universitas Terhadap Prospek Kerja Lulusannya

Sebagai Parents, keinginan terbesar untuk melihat kesuksesan anaknya adalah dilirik perusahaan impian setelah lulus nanti, kan? 

 

Nah, QS WUR mencoba menjawab kekhawatiran ini melalui metrik Employer Reputation. Mereka melakukan survei langsung ke berbagai perusahaan raksasa global untuk mengetahui lulusan dari kampus mana yang paling mereka incar dan dinilai punya kualitas mumpuni di dunia kerja.

 

Di sisi lain, EduRank punya pendekatan yang cukup unik lewat Alumni Score dengan bobot penilaian sebesar 10%. Berbeda dengan QS WUR, EduRank melacak popularitas alumni kampus tersebut di mata dunia dengan menganalisis jutaan pageviews di Wikipedia. 

 

Jadi, kedua metode ini sama-sama memberikan gambaran berharga tentang bagaimana dunia luar memandang kualitas lulusan dari kampus incaran Kawan Kobi nantinya!

4. Bobot dan Fokus Kerja Riset

Kawan Kobi pasti setuju kan kalau riset itu ibarat nyawa utamanya sebuah institusi pendidikan tinggi? Nah, dalam sistem penilaian QS WUR, kinerja riset kampus diukur berdasarkan jumlah sitasi per fakultas dengan porsi bobot sebesar 20%. 

 

Nggak cuma itu, QS WUR juga melengkapinya dengan tambahan metrik khusus untuk menilai seberapa kuat jaringan riset internasional yang dimiliki oleh kampus tersebut.

 

Tapi kalau ngomongin soal riset, pendekatan EduRank justru jauh lebih mind-blowing, lho! EduRank berani mengalokasikan porsi penilaian raksasa sebesar 45% khusus untuk indikator Research Performance

 

Kerennya lagi, metode mereka nggak sekadar menghitung total sitasi secara konvensional, tapi sampai membangun sistem grafik super canggih yang memetakan dan menghubungkan jutaan karya ilmiah satu sama lain secara mendalam.

5. Pangkalan Data Jurnal Ilmiah Yang Digunakan

Untuk urusan mengumpulkan data terkait penelitian kampus, QS WUR dan EduRank ternyata punya “pemasok” informasi yang beda jalur, lho. 

 

QS WUR secara eksklusif memilih untuk menggandeng Scopus yang berada di bawah naungan raksasa penerbit Elsevier

 

Kerja sama tersebut menjadikan Scopus sebagai pangkalan data utama mereka untuk melacak dan menilai seberapa besar dampak publikasi ilmiah dari sebuah universitas secara global.

 

Berbeda halnya dengan EduRank yang lebih memilih jalan independen untuk urusan pendataan riset. Platform pemeringkatan ini mengandalkan database dari OpenAlex, yakni sebuah indeks katalog raksasa yang berkonsep open-source

 

Lewat sistem yang terbuka ini, EduRank bisa dengan leluasa merekam rekam jejak dan pergerakan karya ilmiah di seluruh penjuru dunia tanpa harus terhalang oleh batasan komersial.

6. Visibilitas Web dan Otoritas Digital

Nah, ini dia yang bikin penilaian EduRank terasa jauh lebih modern dan kekinian! 

 

EduRank berani memberikan porsi penilaian yang sangat besar, yaitu 45%, khusus untuk aspek Non-academic Prominence yang diukur langsung dari otoritas digital kampus. 

 

Sistem mereka akan menghitung secara detail seberapa banyak backlink atau tautan dari website kredibel lain yang mengarah ke situs universitas tersebut, mirip banget dengan cara kerja algoritma Google saat menentukan kualitas sebuah website.

 

Sebaliknya, QS WUR punya pendekatan yang cukup berbeda mengenai hal ini. Sistem pemeringkatan legendaris ini nggak menjadikan performa website atau seberapa populer jejak digital sebuah kampus sebagai prioritas dalam rumus utama penilaian mereka. 

 

Jadi, kalau Kawan Kobi ingin melihat seberapa kuat eksistensi dan pengaruh digital dari kampus impianmu di dunia maya, EduRank pastinya bisa memberikan gambaran yang lebih akurat!

7. Cara Mengukur Kualitas Pengajar di Setiap Universitas

Buat mengintip seberapa oke kualitas belajar mengajar di suatu kampus, QS WUR sangat mengandalkan indikator rasio jumlah dosen berbanding mahasiswa (Faculty/Student Ratio). 

 

Logikanya simpel banget, makin sedikit jumlah mahasiswa yang harus didampingi oleh satu orang dosen, otomatis sesi perkuliahan dan diskusi kelas bakal terasa jauh lebih fokus, intensif, dan personal.

 

Nah, hal ini beda banget sama pendekatannya EduRank yang nggak memiliki indikator khusus untuk mengukur rasio pengajar tersebut. 

 

Alasannya, sistem penilaian EduRank memang murni memusatkan fokusnya pada jejak data publik eksternal yang hanya bisa ditarik dan dianalisis secara digital. 

 

Jadi, pendekatan kedua lembaga ini dalam memotret kualitas akademik memang beda banget, ya.

8. Menilai Ekosistem Internasionalisasi Lingkungan Universitas

Buat Kawan Kobi yang punya mimpi buat kuliah di lingkungan multikultural dan pengen punya banyak teman dari berbagai negara, indikator penilaian milik QS WUR ini dijamin bakal sangat membantu. 

 

Dalam sistemnya, QS WUR secara khusus memberikan poin plus untuk kampus-kampus yang terbukti memiliki persentase mahasiswa maupun dosen internasional yang tinggi.

 

Sementara itu, pendekatan yang digunakan oleh EduRank justru sangat berbeda. EduRank nggak terlalu berfokus pada keragaman demografi di dalam kampus, sehingga mereka tidak memasukkan metrik maupun hitungan khusus untuk menilai porsi rasio kewarganegaraan dari staf pengajar dan mahasiswanya.

9. Kredibilitas Berdasarkan Komitmen Sosial dan Lingkungan Universitas

Isu lingkungan hidup dan pelestarian bumi sekarang ini memang lagi jadi sorotan global yang nggak bisa dibiarin, lho. Sadar akan pentingnya tren tersebut, QS WUR akhirnya mengambil langkah progresif dengan menambahkan indikator Sustainability atau keberlanjutan ke dalam metrik penilaiannya. 

 

Indikator tersebut secara khusus dirancang untuk mengukur seberapa besar kepedulian dan aksi nyata sebuah kampus terhadap krisis iklim maupun berbagai isu sosial di masyarakat sekitarnya.

 

Di sisi lain, EduRank punya pendekatan yang berbeda nih, Kawan Kobi. Untuk saat ini, sistem pemeringkatan EduRank masih mengerahkan fokus penuh mereka pada kualitas akademik dan pencapaian riset murni. 

 

Oleh karena itu, mereka belum memasukkan metrik terkait komitmen pelestarian lingkungan atau parameter green campus ke dalam radar penilaian sistem mereka.

10. Sistem Penyaringan dan Jumlah Universitas Yang Masuk Radar Pemeringkatan

Hal yang perlu Kawan Kobi kalau QS WUR menerapkan kriteria penyaringan yang super eksklusif dan ketat. 

 

Agar bisa masuk ke dalam daftar mereka, sebuah kampus wajib menyelenggarakan program pendidikan secara lengkap mulai dari jenjang sarjana hingga pascasarjana, serta memiliki pilihan fakultas yang beragam. 

 

Karena proses seleksinya yang berlapis inilah, sistem QS WUR “hanya” menyeleksi dan merilis sekitar 1.500 universitas elit saja.

 

Di sisi lain, EduRank punya pendekatan penilaian yang jauh lebih demokratis dan inklusif. Asalkan sebuah perguruan tinggi terdaftar secara resmi dan memiliki hak untuk mengeluarkan ijazah gelar S1, kampus tersebut otomatis akan masuk ke dalam hitungan sistem mereka. 

 

Makanya, nggak heran kalau cakupan EduRank ini sangat masif, bahkan sukses memeringkat lebih dari 14.131 universitas dari seluruh dunia!

11. Sumber Pengumpulan Data dan Peluang Campur Tangan Universitas

Dalam sistem QS WUR, pihak universitas ternyata masih punya ruang untuk ikut campur tangan dengan menyetorkan data internal mereka secara langsung kepada pihak penilai. 

 

Sayangnya, pendekatan seperti ini sempat menuai kritik dari beberapa kalangan karena datanya dinilai gampang “diutak-atik” agar reputasi kampus terlihat lebih mentereng di atas kertas.

 

Nah, di sinilah letak keunggulan utama EduRank seperti yang pernah disinggung oleh Antonio P. Contreras di akun Facebook-nya. 

 

EduRank menggunakan pendekatan self-collected dengan menyedot data dari berbagai sumber publik eksternal secara otomatis. 

 

Karena sistemnya berjalan mandiri, pihak kampus sama sekali nggak punya celah untuk memanipulasi atau mengintervensi hasil akhirnya, sehingga penilaian yang diberikan diklaim jauh lebih murni dan objektif.

12. Isu Potensi Benturan Kepentingan Bisnis di Balik Layar

Terakhir, ini nih yang jadi topik dan kritik paling panas yang sering jadi obrolan di dunia pemeringkatan akademik! 

 

Fakta yang harus Kawan Kobi tahu kalau QS WUR sebenarnya adalah entitas korporat yang nggak cuma sekadar merilis ranking, tapi juga menjual layanan jasa konsultasi berbayar (seperti sistem rating QS Stars) agar profil universitas kliennya bisa terlihat makin bersinar. 

 

Gara-gara hal ini, banyak kritikus yang menyoroti dan menganggap sistem tersebut sangat rawan memicu benturan kepentingan atau conflict of interest

 

Sebagai kompetitor dari QS WUR, EduRank justru hadir membawa angin segar untuk mendobrak sistem komersial tersebut. 

 

Platform pemeringkatan yang satu ini berani mengklaim kalau sistem mereka jauh lebih independen, transparan, dan pastinya sama sekali nggak menjual jasa konsultasi kepada kampus-kampus yang sedang mereka nilai. 

 

Jadi, hasilnya dinilai lebih murni berdasarkan data tanpa ada embel-embel urusan bisnis di belakangnya.

Tertarik untuk Kuliah di Luar Negeri? Ini Dia Yang Harus Kawan Kobi Persiapkan Biar Nggak Keteteran!

Melihat betapa rumitnya bedah kredibilitas kampus seperti perbedaan QS WUR dan EduRank di atas emang kadang bikin pikiran makin semrawut ya, Kawan Kobi? 

 

Belum lagi Kawan Kobi harus mikirin dokumen persiapan lain, seperti nilai rapor, ekstrakurikuler, tes masuk, sampai esai beasiswa jika kamu berniat incar beasiswa fully funded atau partial funded

 

Tapi, dari semua tantangan itu, tahu nggak sih apa tantangan terbesar yang paling sering bikin mimpi pelajar SMA kandas buat terbang ke luar negeri? 

 

Jawabannya adalah sertifikat Bahasa Inggris, khususnya IELTS!

 

Banyak banget siswa yang akhirnya nangis bombay karena baru mulai nyiapin IELTS pas udah naik Kelas 12. 

 

Nggak mau kan impian untuk bisa kuliah ke luar negeri harus kandas cuma gara-gara belum siapin apa-apa?

 

Yuk, jangan biarin mimpimu menembus kampus global berantakan hanya gara-gara demam panggung pas Tes IELTS. 

 

Biar semangat belajarnya makin “menyala” dan bebas dari kata ribet, yuk gabung bareng Expert Tutor di program IELTS Master Class dari Kobi Education! 

 

Di sini, kamu bakal diajak bedah materi dengan cara yang fun, gampang dipahami, dan yang terpenting langsung fokus ke trik jitu nembus skor impian. 

 

Kira-kira, benefit apa sih yang didapet jika ikut Program IELTS Master Class ini? Nih, MinBi spill, ya!

    • Kupas Tuntas All Skills: Belajar komprehensif menguasai trik Listening, Reading, Writing, sampai Speaking secara intensif bareng Expert Tutor;
    • Kelas Interaktif & Super Kondusif: Kuota dibatasi maksimal 20 siswa per kelas Live Teaching, biar Kawan Kobi leluasa berdiskusi dan tanya jawab tanpa rasa canggung;
    • Prediction Test & Feedback Detail: Latih kesiapan mentalmu lewat simulasi ujian yang mirip aslinya, plus dapatkan evaluasi langsung dari tutor agar perbaikan skormu makin terarah;
    • Bonus Spesial Persiapan Beasiswa: Nggak cuma ngejar skor bahasa, Kawan Kobi juga berhak dapet akses FREE Scholarship Preparation Program!

 

Jadi, tunggu apa lagi?

Biar Kawan Kobi makin semangat lagi belajarnya, jangan lupa buat pantau dan follow dulu Instagram Kobi Education, ya.

 

Disana ada banyak banget info-info menarik seputar study abroad, tips & trick, dan seminar yang tentunya sangat insightful buat kamu!

Tentang Penulis Tim Kobi
Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial Kobi Education, yang telah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam memberikan informasi seputar beasiswa luar negeri, tips IELTS, TOEFL, SAT, sampai arahan membantu orang tua mengenai study abroad anak mereka

Daftar Isi

Rekomendasi MinBi!

Join Tim NgambisTengahTahun Bareng Minbi

Mau up to date sama artikel terbarunya Kobi? Yuk subscribe sekarang! 👇

Cek privacy policy disini!