Bisa mengantongi Skor IELTS yang tinggi dan sukses tembus kuliah di Australia, khususnya di deretan kampus elit jajaran Group of Eight (Go8) kayak University of New South Wales (UNSW) pastinya udah jadi ultimate dream buat para Scholarship Hunters di Indonesia, kan?
Namun, proses untuk sampai ke sana memang nggak gampang. Mulai dari belajar mati-matian demi Skor IELTS sampai menyusun strategi tembus beasiswa, semuanya butuh dedikasi tinggi.
Kali ini, MinBi akan spill inspiratif dari dua alumni Kobi Education, yaitu Grace Tania dan Fareza Prima Prasetya.
Kerennya lagi, di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu yang ada, Fareza saat ini sudah berhasil selangkah lebih maju karena sukses mengamankan tiket LoA dari kampus impiannya, lho! Bahkan Grace berhasil meningkatkan Band IELTS mereka dari 6.0 sampai 8.0!
Penasaran dengan cerita mereka? Yuk, simak kisah mereka di bawah ini, ya!
Berawal Dari Follower Setia Kini Siap Melangkah Lebih Dekat Menuju Kampus Idaman
Buat Grace yang saat ini baru saja beres menaklukkan Tes IELTS, tantangan paling nyata selama persiapan IELTS ini adalah mengatur waktu yang super mepet di sela-sela kesibukan.
Tapi, Grace sadar kalau terus-terusan menunda belajar cuma bakal berujung pada penyesalan di akhir nanti.
“Pastinya waktu yang terbatas. Tapi harus semangat terus, jangan sampai menyesal karena nggak latihan. Capeknya akan terbayarkan, kok. Percaya deh!” ungkap Grace.
Segala lelah dan pengorbanan waktunya pun akhirnya terbayar lunas! Skor IELTS Grace sukses melesat jauh melampaui target awal yang ia pasang.
Bayangkan, dari yang awalnya mencetak Skor 6.0 saat Pre-Test, Grace berhasil meroket tajam hingga menembus Skor 8.0 pada hasil Official Test akhirnya.
Sebagai orang yang udah mantau dan follow Kobi Education dari lama, Grace mengaku sering terinspirasi oleh cerita sukses awardee lain yang dibagikan Kobi.
Makanya, ia tanpa ragu memilih persiapan IELTS bareng Kobi, dan ia sangat puas dengan hasilnya.
“Aku happy banget nggak nyangka bisa dapat skor melebihi target! Thank you buat para Tutor (Kak Kai dan Kak Zarah) untuk bantuannya, especially for reading tips, writing skills, and speaking. Kobi selalu helpful sekali kalau aku ada pertanyaan. Would give it 5/5!” ceritanya penuh semangat.
Grace juga spill kalau sebelum ikut kelas persiapan, ia punya kebiasaan overthink dan suka membaca soal berulang-ulang, khususnya di bagian True/False/Not Given.
Berkat latihan rutin dan tips jitu dari Kak Kai, Grace jadi jago membedakan jebakan di tipe soal tersebut. Nggak cuma itu, Tutor Kai juga membekali Grace dengan idioms dan phrasal verbs keren untuk Speaking test, lho!
Rela Melawan Rasa Lelah Bekerja Demi Lolos UNSW
Cerita perjuangan berbeda datang dari Fareza Prima Prasetya, atau yang akrab disapa Reza.
Sebagai pekerja kantoran, tantangan terbesar buat Reza adalah pintar-pintar membagi waktu antara deadline pekerjaan dan persiapan IELTS serta beasiswa.
“Seringnya energi udah habis duluan waktu sepulang kantor,” curhat Reza.
Belum lagi, mencari partner untuk ngobrol pakai Bahasa Inggris setiap hari cukup sulit buatnya, mengingat lingkungan kantornya full menggunakan Bahasa Indonesia.
Meski berat, Reza punya alasan kuat untuk bertahan. Ia memilih mendaftar di University of New South Wales (UNSW) karena program studinya sangat selaras dengan latar belakang pendidikan dan tanggung jawab pekerjaannya saat ini.
Tidak hanya itu, seluruh ilmu berharga yang didapat dari UNSW nantinya akan jadi amunisi penting buat mendukung rencana karir jangka panjangnya di kantor, terutama buat ikut andil dalam memajukan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Wah, bener-bener super inspiratif, ya!
Tips & Trik ala Grace dan Reza Buat Kawan Kobi Para Pejuang Scholarship Hunters
Dari cerita Grace dan Reza di atas, meski mereka sudah mendapat “surat cinta” dari kampus top Australia, mereka tetap nggak pelit ilmu, lho.
Berikut ini MinBi spill tips & trik apa saja buat Kawan Kobi yang sedang incar kampus impian di luar negeri. Apa saja ya kira-kira?
1. Buat Catatan untuk Perbanyak Vocabulary
Nah, ini dia salah satu huge tips dari Kak Kai yang diturunkan langsung ke Grace buat taklukkan sesi Reading.
Menurut Grace, otak kita cenderung nge-skip kata-kata yang asing buat kita, lalu kita jadi berasumsi mencari jawaban berdasarkan kata yang kita nggak tahu itu, dan akhirnya malah salah jawab.
Sayang banget kalau nggak ngerti vocabs, padahal vocabs yang muncul seringkali sama persis!
2. Jangan Hilang Fokus di Sesi Listening
“Always keep in mind it will not be repeated!” ungkap Grace. Sesi Listening merupakan sesi yang membutuhkan konsentrasi dan pendengaran tingkat tinggi.
Nggak cuma itu, audio pada sesi Listening ini nggak ada replay atau pengulangan. Jadi, harus benar-benar fokus!
“Kalau misal tiba-tiba nge-blank gimana, MinBi?” Nah, ini nih yang sering kali kejadian saat tes sesi Listening.
Menurut Grace, dari pada kamu berusaha cari jawaban dari audio yang kelewat, mending langsung move on ke soal berikutnya biar nggak kelabakan saat ngerjain soal di sesi lain.
3. Perbanyak Nulis dan Manfaatkan Teknologi
Tips yang ketiga yang juga nggak kalah penting ialah perbanyak nulis dan manfaatkan teknologi.
Di zaman sekarang yang serba canggih, Grace ngaku kalau mau mengasah kemampuan writing, Kawan Kobi bisa manfaatkan AI atau tools lain buat naikin skill writing kamu.
Nggak selamanya teknologi canggih itu negatif, kok. Selagi Kawan Kobi pakai dengan hal yang positif, malah lebih bagus. Iya, kan?
Baca Juga Artikel Ini: Kisah Sukses Raina: Alumni Kobi Education Buktikan Kejar Skor IELTS 7 Bukan Cuma Mimpi!
4. Perbanyak Latihan Ngomong
Tips yang nggak kalah penting untuk taklukkan IELTS adalah perbanyak latihan speaking alias banyak ngomong biar terbiasa saat ngobrol sama banyak orang dari berbagai negara selama study abroad nanti.
Syukur-syukur Kawan Kobi punya teman native speaker, kamu bisa latihan langsung sama mereka biar pas ngobrol di negeri orang nggak “kelagapan”.
Kemampuan speaking itu hal wajib yang harus Kawan Kobi asah dan tentu saja nggak boleh asal-asalan!
5. Support System dan Konsistensi
Bagi Kawan Kobi para pejuang deadline yang ingin study abroad, Reza punya tips yang nggak kalah penting nih buat kamu.
Menurutnya, rasa capek dan malu itu wajar, tapi itu bukan alasan buat berhenti perjuangan LoA kampus impian.
“Harus dijalanin aja semuanya. Pasti kerasa capek, berat, ataupun malu saat kita latihan speaking English. Tapi mau nggak mau, kalau mau kejar IELTS dan beasiswa, itu harus dijalanin. Tetap usaha, improve sedikit-sedikit biar lama-lama jadi bisa,” ungkap Reza.
“Lebih baik lagi kalau ada yang membantu dan membimbing arah belajarnya kita seperti sama Kobi Education ini. Jadi, usaha kita terarah dan bisa tahu persis apa yang harus kita persiapkan,” tambahnya.
6. Apapun Yang Terjadi Jangan Menyerah
“Apapun yang terjadi, jangan nyerah!” itulah pesan tersirat yang disampaikan Reza bagi para pejuang Scholarship Hunters.
Kadang, rasa jenuh, capek, bahkan stres bisa muncul kapan saja. Kalau Kawan Kobi ada di fase itu, istirahat dulu dan jangan memaksakan diri. Kamu bisa distract ke hal-hal lain, seperti nongkrong bareng teman, hunting jajanan viral, atau ngelakuin hobi kesukaan (misal nge-game), atau apapun itu.
Tapi, setelah di rasa energi dan mood Kawan Kobi sudah stabil lagi, kamu bisa fokus lagi ke tujuan persiapan study abroad, deh!
Kesimpulan
Perjalanan Reza yang sukses meraih “surat cinta” dari kampus bergengsi Group of Eight (Go8), serta pencapaian gemilang Grace dalam menaklukkan Skor IELTS impiannya, jadi bukti nyata nih!
Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa persiapan study abroad sangat membutuhkan strategi, ketekunan, dan support system belajar yang tepat sasaran.
Nggak peduli seberapa padat jadwalmu atau seberapa sering kamu overthink ngerjain Reading, bareng mentor yang pas, dream university bukan lagi sekadar angan-angan.
Gimana, Kawan Kobi? Makin termotivasi buat nyusul langkah Kak Grace dapetin Skor IELTS impian, atau ngikutin jejak Kak Reza yang sukses lanjut study abroad ke UNSW?
Yuk, mulai persiapan kamu dari sekarang bareng program bimbingan terarah dari Kobi Education!