Ingin Dapat Beasiswa S1 di Italia? Ini Action Plan Serta Tips-nya!

Bukan cuma mimpi, kuliah di Italia bisa jadi kenyataan, lho! Caranya, persiapkan diri buat mendaftar beasiswa S1 di Italia dari sekarang, yuk!

Share:

kobi education-beasiswa s1 di italia-gambar monumen rome di italia

Bukan cuma mimpi, kuliah di Italia bisa jadi kenyataan, lho! Caranya, persiapkan diri buat mendaftar beasiswa S1 di Italia dari sekarang, yuk!


Italia enggak cuma terkenal karena pizza dan menara pisa. Kualitas pendidikan di sana juga patut diacungi jempol. Terhitung, ada 40 universitas Italia yang masuk pemeringkatan
QS World University Ranking 2024. Keren banget, kan?


Nah, buat kamu yang tertarik kuliah di sana, intip tips dan rahasia suksesnya, yuk!

Tips Sukses Raih Beasiswa S1 di Italia

1. Motivasi Kuat is a Must

Sebelum memutuskan buat mendaftar beasiswa ke Italia, pertama-tama kamu harus yakin dulu dengan pilihanmu.

 

Cari tahu alasan kuat kamu harus kuliah ke luar negeri, dan kenapa Italia menjadi negara yang tepat. Selanjutnya, pilih jurusan sesuai minatmu dan berhubungan dengan rencana karier setelah lulus.

 

Pilih universitas yang memenuhi kualifikasi jurusan incaranmu. Jangan asal pilih kampus, ya. Pertimbangkan juga peringkat, lokasi, dan kehidupan masyarakat di sekitar kampus.

 

Melalui alasan atau motivasi kuat itu, kamu akan lebih mudah menghadapi setiap proses melamar beasiswa. Ingat, tahap pendaftaran beasiswa luar negeri itu enggak mudah, lho!

2. Stalking Informasi Beasiswa

Nah, kalau sudah ketemu motivasinya, saatnya kamu cari beasiswa yang tepat. Enggak cuma satu, ya, tapi pilih beberapa beasiswa yang sesuai dengan diri dan kemampuanmu.


Ada banyak beasiswa kuliah di Italia, seperti Beasiswa DSU,
Beasiswa Indonesia Maju, dan lain sebagainya.


Setelah menentukan pilihan,
stalking informasi beasiswa melalui laman resmi, media sosial, atau para Awardee sebelumnya. 


Pahami semua persyaratan, ketentuan, fasilitas, dan berkas-berkas yang diperlukan. Bila ada pertanyaan, kamu bisa bertanya langsung ke kontak resmi mereka.

3. Bangun Koneksi Yang Baik Dengan Guru

Surat rekomendasi dari Guru di sekolah jadi salah satu faktor penentu mendapatkan beasiswa S1 di Italia.

 

So, mulai sekarang bangun koneksi yang baik dengan guru di sekolahmu, ya. Caranya? Jangan cuma duduk manis di kelas, tapi aktif berdiskusi, ikut menjawab pertanyaan, atau mengajukan pertanyaan.

 

Kemudian, jadikan Guru sebagai konsultan pribadimu. Mereka justru senang, lho, kalau ada muridnya yang meminta masukan dan saran terkait pengembangan diri atau akademis.

 

Sikap juga penting. Tunjukkan rasa hormat dan kepekaan terhadap Guru, hargai setiap waktu yang mereka berikan untukmu, ya.

 

Melalui cara-cara ini, kamu bukan hanya dipadang sebagai murid di kelas, tapi juga sebagai individu. 

 

Jadi, saat kamu butuh surat rekomendasi, mereka udah punya gambaran jelas tentang kepribadian dan kemampuanmu. Surat rekomendasi juga jadi lebih personal dan kuat untuk mendaftar beasiswa ke Italia.

4. Bikin Esai Yang Ciamik

Selain surat rekomendasi, esai juga enggak kalah penting.

 

Untuk membuat esai ciamik, kamu harus menulis alasan yang benar-benar menjelaskan kenapa kamu layak mendapatkan beasiswa itu. Bukan sekadar menulis, tapi juga menunjukkan passion, mimpi, dan rencana masa depan.

 

Beberapa poin yang bisa kamu masukkan dalam esai, yaitu cerita unik tentang dirimu, alasan memilih jurusan dan kampus, alasan memilih Italia, bagaimana jurusan pilihanmu bisa membantu karir setelah lulus, dan akhiri dengan kesimpulan yang menggugah.

 

Kamu bisa menggunakan metode menulis esai, seperti STAR (Situation, Task, Action, Result) atau AREL (Assertation, Reasoning, Evidence, Link-back).

5. Persiapan Tes Kemampuan Bahasa Inggris

Yap! Beberapa beasiswa Italia mensyaratkan pelamarnya memiliki nilai TOEFL atau IELTS yang ditentukan. 


Misalnya, Beasiswa
Università Degli Studi Di Padova syarat minimal IELTS 6,0 atau TOEFL iBT 80.


Jadi, kamu harus mempersiapkan Tes TOEFL/IELTS dari beberapa bulan sebelumnya. Setidaknya butuh latihan selama 2-3 bulan sebelum menjalani
official test


Mulai dengan mengidentifikasi bagian mana dari tes (
Listening, Reading, Writing, atau Speaking) yang paling membutuhkan perbaikan. 


Kamu bisa mulai dengan mengambil tes gratis yang banyak tersedia
online untuk mengetahui level kamu saat ini. Berdasarkan hasil tes tersebut, tentukan fokus belajar kamu. 


Sumber belajar bisa beragam, mulai dari buku-buku persiapan TOEFL/IELTS, kursus
online, hingga mengikuti kelas Bahasa Inggris. Penting juga untuk membiasakan diri dengan format tes dan jenis-jenis pertanyaannya. 


Selain itu, praktikkan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, coba baca buku atau artikel dalam Bahasa Inggris, tonton film atau video tanpa
subtitle, atau berbicara dalam Bahasa Inggris dengan teman.


Ingat, persiapan yang matang adalah kunci utama untuk sukses dalam Tes TOEFL/IELTS.

Persiapan Beasiswa Kuliah ke Italia ala Awardee DSU

Kak Owei Sandy, mahasiswa Politecnico de Milano yang juga Awardee DSU Scholarship membagikan langkah-langkah persiapannya mendapatkan beasiswa, nih. Kita kepoin, yuk!


Ia mulai persiapan beasiswa dari tahun 2020 hingga akhirnya berangkat ke Italia pada 2021. Nah, selama satu tahun itu, ia menjalani segala proses persiapan beasiswa berikut ini:

    • Bulan 1 – Ikut les IELTS dan belajar IELTS secara mandiri;
    • Bulan 2 – Mencoba real IELTS Test;
    • Bulan 3 – Menulis esai dan motivation letter untuk daftar kampus serta beasiswa;
    • Bulan 4 dan 5 – Update portofolio untuk mendaftar Politecnico de Milano. Selain itu, dia juga daftar kampus University of Auckland, Selandia Baru;
    • Bulan 6 – Mengumpulkan dan merapikan berkas-berkas pendaftaran kampus dan beasiswa;
    • Bulan 7 – Mendaftar Kampus Politecnico de Milano. Kemudian, pada bulan yang sama, dia juga mendapatkan LoA dari University of Auckland;
    • Bulan 8-9 – Melanjutkan persiapan esai beasiswa. Pada bulan ini, Kak Owei juga dapat LoA dari Politecnico de Milano;
    • Bulan 10 – Mendaftar Beasiswa LPDP;
    • Bulan 11 – Ditolak LPDP. Enggak pantang menyerah, Kak Owei mendaftar DSU Scholarship, Italia;
    • Bulan 12 dan 13 – Kak Owei mencoba daftar Beasiswa MAECI. Tapi, setelah itu dia dinyatakan diterima Beasiswa DSU;
    • Bulan 14 – Kak Owei berangkat ke Italia dengan Beasiswa DSU!

Wih, keren banget ya perjalanan Kak Owei hingga mendapatkan beasiswa ke Italia! Semoga bisa menginspirasi kamu juga, ya!

Rekomendasi Beasiswa S1 di Italia

1. Beasiswa DSU

Perkiraan Pendaftaran: Juni–September


Beasiswa DSU (Diritto allo Studio Universitario) merupakan program beasiswa penuh yang ditawarkan untuk mahasiswa domestik atau internasional melanjutkan Studi S1/S2/S3 di universitas negeri wilayah Emilia-Romagna, Italia.


Universitas-universitas tersebut, yaitu Politecnico Di Milano, Universita’ Di Siena, University of Pisa, University of Florence, The University of Milan, dan University of Siena Jazz University.


Fasilitas yang diberikan beasiswa ini, meliputi:

    • Bebas biaya kuliah;
    • Akomodasi;
    • Makan gratis di kantin universitas;
    • Dana pengeluaran tambahan (kegiatan olahraga, buku, dan lain-lain).

2. Beasiswa Università Degli Studi Di Padova

Perkiraan Pendaftaran: Maret–Mei


Universitas Padua, yang dikenal sebagai
Universita Degli Studi Di Padova, merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi paling terkemuka Italia. Kampus ini juga populer di kalangan mahasiswa internasional, lho. 


Universitas ini menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswa internasional dalam program yang diajarkan dalam Bahasa Inggris, baik di tingkat Sarjana (S1) maupun Pascasarjana (S2). 


Durasi beasiswa terbatas hingga dua tahun untuk program master dan tiga tahun untuk Program Sarjana. 


Beasiswa ini mencakup pembebasan biaya kuliah setiap tahun (kecuali biaya administratif) dan biaya hidup sekitar €8.000 (sekitar 134 juta rupiah) per tahun.

3. Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Bergelar

Perkiraan Pendaftaran: Mei–Juni


Beasiswa Indonesia Maju (BIM) menawarkan pembiayaan Studi S1 dan S2 di beberapa negara, termasuk Italia untuk orang Indonesia. BIM dikelola oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan.


Ada dua
universitas Italia yang masuk pembiayaan beasiswa ini, yaitu Program Studi Classic & Ancient History di Sapienza University of Rome dan Program Studi Art & Design di Politecnico Di Milano


Benefit
beasiswa ini no kaleng-kaleng, lho!

    • Biaya SPP;
    • Biaya pendaftaran;
    • Tunjangan buku;
    • Dana bantuan penelitian disertasi/thesis;
    • Dana transportasi;
    • Dana aplikasi visa;
    • Dana kedatangan;
    • Biaya hidup bulanan;
    • Tunjangan keluarga;
    • Asuransi kesehatan;
    • Dana keadaan darurat.

Nah, itu dia tips sukses mendapatkan beasiswa S1 di Italia yang bisa kamu terapkan. Intinya, butuh persiapan yang matang agar mendapatkan hasil maksimal.

 

Jadi, tentukan beasiswa pilihanmu dan mulai persiapan dari sekarang, yuk. Semoga berhasil meraih impianmu, ya, SoBi!

Daftar Isi

Rekomendasi Artikel

Bingung Persiapan Study Abroad Mulai Dari Mana?

Sini Kobi temenin kamu #KejarBareng kampus dan beasiswa impianmu!

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Ingin up to date dengan artikel terbaru Kobi? Yuk subscribe sekarang 👇

Cek privacy policy disini