Beasiswa AAS vs LPDP: Ini Dia Kelebihan dan Kekurangannya

Share:

kobi education-beasiswa aas vs lpdp-gambar visual versus biru dan merah

Kamu tim Beasiswa AAS atau LPDP, nih? No more bingung-bingung, Sob! Kita battle Beasiswa AAS vs LPDP, yuk!


Beasiswa
LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan AAS (Australia Awards Scholarship) jadi dua program beasiswa favorit setiap tahun. Beasiswa-beasiswa ini incaran banget karena benefit yang no kaleng-kaleng!


Mau tahu keunggulan masing-masing beasiswa ini? Yuk, kita bandingkan!

Beasiswa AAS vs LPDP: Siapa Yang Lebih Unggul?

Jadwal Pendaftaran

AAS

LPDP

1 Februari – 30 April 2024

Tahap 1: 11 Januari – 12 Februari 2024

Tahap 2: 19 Juni – 18 Juli 2024

Syarat IPK

Syarat minimal IPK untuk pendaftaran AAS lebih rendah dibandingkan LPDP, lho! 

 

Jenjang

AAS

LPDP

Master (S2)

2.9

3.0

PhD (S3)

3.0

3.25

Syarat Batas Usia

AAS

Beasiswa AAS enggak menetapkan batas usia untuk mendaftar, lho! 

 

Jadi, kalau gagal tahun ini, kamu bisa daftar lagi tahun-tahun selanjutnya tanpa khawatir batas usia.

LPDP

Batas usia pendaftaran Beasiswa LPDP, yakni: 

 

Jenjang

Batas Usia Pendaftar

Master (S2)

35 Tahun

PhD (S3)

40 Tahun

Syarat Bahasa Inggris

AAS

Enggak cuma IELTS, AAS juga memperbolehkan pelamar memakai Sertifikat TOEFL ITP, iBT, dan PTE Academic, lho!

 

Jenjang

TOEFL ITP

TOEFL iBT

PTE Academic

IELTS

Masters (S2)

552

80

56

6,0

PhD (S3)

570

88

61

6,5

LPDP

LPDP juga membolehkan pelamar melampirkan skor TOEFL ITP, kok!   

 

TOEFL ITP

TOEFL iBT

PTE Academic

IELTS

Universitas dalam negeri (S2)

500

61

50

6,0

Universitas luar negeri (S2)

80

58

6,5

Universitas dalam negeri (S3)

530

70

50

6,0

Universitas luar negeri (S3)

94

65

7,0


NOTE:
Minimal skor di atas khusus kategori Beasiswa Reguler. Silakan lihat persyaratan skor untuk kategori lainnya di laman resmi LPDP.

Syarat Esai

AAS

Esai terdiri dari 4 pertanyaan dalam supporting statement. Jawaban esai dibatasi maksimal 2.000 karakter per pertanyaan

 

Pertanyaan esai AAS seputar rencana studi dan kontribusi untuk Indonesia.

 

Ini detail setiap pertanyaannya:

    • How did you choose your proposed course institution?
    • How will the proposed study contribute to your career?
    • How have you contributed to solving a challenge and to implementing change or reform?
    • Please a) Give up to 3 practical examples of how you intend to use the knowledge, skills and connection you will gain from your scholarship on your return to Indonesia. Possible tasks can be personal and/or professional; b) List of any possible constraints you think may prevent you from achieving these tasks.

LPDP

Esai LPDP mencakup tiga aspek, yaitu komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia. Panjang esai dibatasi 1.500-2.000 kata.

 

Enggak ada aturan baku tentang format atau aturan penulisan. Kamu bebas mengeksplorasi sesuai gaya menulismu. 

 

Tapi, kalau bingung, MinBi ada gambaran setiap paragraf yang harus kamu tulis biar alur esaimu runut dan enggak berantakan:

 

Paragraf 1: Pengenalan Diri

    • Menjelaskan profil diri secara singkat;
    • Menyampaikan alasan kamu mau lanjut studi di universitas dan jurusan pilihan;
    • Kamu bisa mengawali esai dengan hook berupa angka atau data, kutipan, cerita, atau alasan personal.

 

Paragraf 2: Latar Belakang Diri

    • Menceritakan perjalanan karier setelah lulus S1;
    • Ceritakan pekerjaan pertama kamu, pekerjaan saat ini, perusahaan mana, posisi apa;
    • Jelaskan tanggung jawab pekerjaanmu;
    • Menyampaikan prestasi atau pencapaian tertentu;
    • Mulai fokus ke kontribusi yang sudah kamu lakukan untuk Indonesia dalam menghadapi masalah yang terjadi.

 

Paragraf 3: Rencana Studi

    • Sebutkan masalah di Indonesia yang darurat untuk diselesaikan, berdasarkan refleksi dari menjalani kuliah S1, kegiatan volunteer, atau bekerja;
    • Kaitkan bahwa masalah tersebut mungkin dapat diselesaikan dengan mendalami suatu bidang di pendidikan lebih tinggi;
    • Menjelaskan rencana studi, mulai dari pilihan universitas dan program apa yang akan diambil.

 

Paragraf 4: Rencana Pasca Studi + Rencana Kontribusi di Indonesia

    • Jelaskan rencana karier setelah lulus S2;
    • Bahas rencana jangka menengah, sekitar 5–10 tahun setelah lulus;
    • Jelaskan bentuk rencana kontribusi di Indonesia;
    • Jelaskan gambaran kontribusi yang akan dilakukan dengan keilmuan yang kamu dapatkan saat S2.

Syarat LoA

 

AAS

LPDP

Letter of Acceptance (LoA)

Tanpa LoA

Butuh LoA, tapi enggak wajib

 

Saat pendaftaran, AAS enggak meminta pelamar melampirkan Letter of Acceptance (LoA), lho!

 

Pihak AAS justru akan membantu para Awardee-nya mendaftar ke universitas dan jurusan pilihan dengan jalur khusus AAS. 

 

Sementara itu, LPDP mensyaratkan pelamar memiliki LoA Unconditional di awal pendaftaran. Tapi, syarat ini enggak wajib, kok.

 

Pelamar yang belum memiliki LoA bisa mengikuti Tes Bakat Skolastik sebagai salah satu proses seleksi.

Pilihan Kampus

AAS

LPDP

Kamu bisa memilih ratusan kampus dengan berbagai jurusan di Australia

 

Universitas-universitas di Australia itu punya peringkat dunia yang no kaleng-kaleng, lho!

 

  • University of Melbourne (#14)
  • University of New South Wales, Sydney (#19)
  • University of Sydney (#19)
  • Australian National University (#34)
  • Monash University (#42)
  • University of Queensland (#43)

 

Sumber: QS World University Rankings 2024

LPDP mencakup pembiayaan kuliah penuh di berbagai universitas seluruh dunia, mulai dari Amerika, Asia, Australia, Eropa, hingga Afrika.

 

Kamu bebas memilih universitas dan jurusan manapun di dalam atau luar negeri, asalkan terdaftar dalam institusi penerima Beasiswa LPDP.

 

Lihat daftar institusi penerima LPDP di sini.

Keuntungan Beasiswa

AAS

LPDP

  • Biaya kuliah penuh;
  • Biaya hidup setiap dua minggu sekali;
  • Tiket pesawat pulang-pergi;
  • Biaya penempatan, seperti akomodasi, buku, bahan belajar, dan lain sebagainya;
  • Dana penelitian lapangan;
  • Tunjangan mudik, bagi mahasiswa yang masa studinya minimal 2 tahun;
  • Program pengenalan akademik (IAP);
  • Pelatihan Bahasa Inggris akademik (EAP);
  • Biaya visa, pemeriksaan medis, rontgen, asuransi kesehatan;
  • Sesi konsultasi langsung dengan perwakilan kampus Australia.
  • Biaya SPP dan biaya pendaftaran universitas;
  • Uang saku bulanan sesuai negara tujuan penerima;
  • Tunjangan buku;
  • Tunjangan penelitian tesis/disertasi;
  • Dana bantuan seminar internasional;
  • Dana bantuan publikasi jurnal internasional;
  • Tiket pesawat pulang-pergi;
  • Biaya aplikasi visa;
  • Biaya kedatangan;
  • Asuransi kesehatan;
  • Tunjangan lomba internasional;
  • Insentif kelulusan;
  • Tunjangan keluarga (bila membawa keluarga ke tempat studi);
  • Dana darurat (jika diperlukan).

Nah, itu dia battle antara Beasiswa AAS vs LPDP. Kira-kira jagoan kamu yang mana, nih?


Apapun pilihanmu, semua harus dipersiapkan dengan maksimal. Mumpung pendaftaran AAS masih 2 bulan lagi, kebut persiapannya, yuk!


Biar persiapanmu sat set dan terarah, kuy ikut Program
Mentoring Super Intensive dari Kobi Education!


KEBUT PERSIAPANMU SEKARANG!

Daftar Isi

Artikel Lainnya

Ingin up to date dengan artikel terbaru Kobi? Yuk subscribe sekarang 👉

Cek privacy policy disini