Kisah Sukses Kak Fariz: Alumni Kobi Education Yang Rela Resign dan Raih LoA KEDGE Business School di Prancis!

Berani resign demi mimpi kuliah di Prancis? Yuk kepoin strategi Kak Fariz yang sukses raih LoA KEDGE Business School setelah dibimbing Kobi Education!

Share:

kobi education-kisah sukses kak fariz-gambar kak fariz yang sedang berfoto di depan salah satu universitas

Punya kerjaan mapan sebagai Product Marketing Manager di Samsung Electronics Indonesia selama 4,5 tahun pastinya udah jadi zona nyaman buat banyak orang. Tapi, hal ini nggak berlaku buat Kak Fariz!

 

Salah satu alumni kebanggaan Kobi Education, Kak Fariz justru berani ambil langkah yang cukup ekstrem, yakni resign dari posisinya di perusahaan teknologi raksasa demi mengejar impiannya untuk kuliah S2 di luar negeri.

 

Meski sempat ngerasain pahitnya kegagalan berkali-kali, Kak Fariz akhirnya nemuin racikan strategi jitu bareng Kobi Education. Hasilnya? Ia berhasil meraih 6 Letter of Acceptance (LoA) dari kampus top dunia, salah satunya dari KEDGE Business School di Prancis!

 

Penasaran gimana kisah jatuh bangun Kak Fariz sampai akhirnya bisa tembus kampus top Prancis dengan beasiswa penuh? Yuk, langsung intip kisah inspiratifnya di bawah ini ya, Kawan Kobi!

Kecintaan Kak Fariz Terhadap Industri Esports

Selain kerja sebagai Product Marketing Manager di Samsung, Kak Fariz juga membangun komunitas esports bernama Black Venos Esports bersama temannya sejak tahun 2023 lalu. 

 

Saat ini, komunitas esports Black Venos udah punya lebih dari 50 anggota dengan rentang usia sekitar 17–21 tahun.

 

Mereka juga rutin mengikuti berbagai kompetisi esports di berbagai event dan selama ini Kak Fariz juga ikut mendampingi mereka secara langsung. Harapannya, Kak Fariz bersama komunitas esports-nya bisa berkembang dan meraih berbagai trofi juara di event nasional.

 

Nggak cuma itu, di komunitas tersebut ada juga anggota yang nggak melanjutkan sekolah, tetapi memiliki potensi besar di Bidang gaming.

 

Hal inilah yang menjadi harapan Kak Fariz setelah selesai melanjutkan kuliahnya di Bidang Sport & Event Management.

 

Ilmu yang didapat Kak Fariz nantinya bisa membantu membangun perkembangan esports jadi lebih profesional sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak muda berbakat di luar jalur akademik agar tetap bisa meraih kesuksesan melalui industri esports.

Pahitnya Kegagalan Saat Persiapan Mandiri

Siapa sangka, perjalanan Kak Fariz buat dapetin LoA KEDGE Business School di Prancis ternyata nggak se-instan yang dibayangkan. Jauh sebelum kenal dan gabung bareng Kobi Education, Kak Fariz lebih dulu berjuang sendirian lewat persiapan mandiri dari tahun 2022 sampai 2024.

 

Di masa-masa penuh perjuangan itu, Kak Fariz pantang menyerah buat mencoba peruntungannya.

Nggak tanggung-tanggung, ia nekat apply ke berbagai beasiswa raksasa dunia seperti GKS, Chevening, DAAD, Eiffel Excellence, Fulbright, sampai Erasmus. Sayangnya, semua usahanya saat itu harus berujung pada penolakan demi penolakan.

 

Kondisi yang dialami Kak Fariz juga makin diperberat sama sertifikasi Bahasa Inggrisnya. Saat itu, Kak Fariz cuma punya modal Tes TOEFL ITP dengan skor yang terbilang biasa aja.

 

Padahal, udah jadi rahasia umum kalau kampus top di luar negeri rata-rata mewajibkan Sertifikat IELTS.

 

Meski sempat dibuat jatuh bangun, rentetan kegagalan yang dialaminya justru ngasih “bahan bakar” buat Kak Fariz. Ia mulai introspeksi dan sadar di mana letak kesalahannya selama ini.

 

“Waktu itu aku sadar bahwa masalahnya bukan karena kurang usaha, tetapi karena aku belum punya strategi yang tepat dalam memilih program beasiswa yang benar-benar sesuai dengan passion dan tujuan karirku,” kenang Kak Fariz.

 

Berawal dari kesadaran inilah, Kak Fariz akhirnya bangkit dan mulai meracik ulang strategi persiapannya.

Pilih Jalur Fast Track Lewat Program Bundling Kobi Education

Sadar kalau berjuang sendirian itu rawan stuck, Kak Fariz akhirnya ambil langkah berani dengan gabung ke Program Bundling S2 (IELTS Prep & Mentoring) di Kobi Education.

 

Siapa sangka, keputusan yang diambil Kak Fariz justru jadi titik balik alias jalur fast track di perjalanan menuju impiannya. Percaya nggak percaya, cuma butuh waktu sekitar 8 bulan buat ngubah semua mimpinya jadi nyata. Kira-kira, gimana sih proses di balik layar persiapan Kak Fariz bareng Kobi?

 

Awal-awal ikut Pre-Test di Kobi, Skor IELTS Kak Fariz nyatanya masih mentok di Band 5.0. Tapi untungnya, Kelas IELTS di Kobi ngebongkar materinya bener-bener dari fondasi paling dasar.

 

Setelah dilatih dengan konsep basic, dikasih strategi jitu buat tiap section, plus belajar lewat silabus yang terstruktur, skill Reading dan Writing-nya perlahan meroket. Hasilnya nggak main-main! Cuma butuh 3 bulan persiapan intensif sebelum tes, Kak Fariz berhasil tembus target Skor Official IELTS 6.5.

 

Setelah berhasil mengantongi Band 6.5, langkah Kak Fariz makin mantap buat lanjut ke Tahap Mentoring. Selama kurang lebih 6 bulan, ia dibimbing langsung sama Expert Mentor Kobi, Kak Mirza.

 

Di sinilah strategi Kak Fariz bener-bener diracik dengan matang. Kak Mirza rutin ngajak Kak Fariz buat brainstorming demi nemuin positioning diri yang pas sekaligus menyusun esai pendaftaran yang kuat.

 

Nggak cuma ngajak brainstorming, Kak Mirza bener-bener ngarahin Kak Fariz buat milih program beasiswa yang paling relate sama visi dan passion-nya di dunia esports.

Berhasil Meraih 6 LoA dan Memilih KEDGE Business School Prancis

Berkat persiapan yang bener-bener matang, Kak Fariz sukses ngeborong lima LoA sekaligus dari kampus-kampus bergengsi di Inggris! Mulai dari University of York, University of Bath, University of Liverpool, Bayes Business School, sampai Lancaster University berhasil diamankan.

 

Tapi, walaupun udah megang banyak LoA kampus Inggris, hati Kak Fariz ternyata malah berlabuh ke Prancis, lho! Akhirnya, Kak Fariz memilih KEDGE Business School untuk mendalami program MSc International Sport & Event Management.

 

Buat Kak Fariz, Prancis adalah kiblatnya perhelatan olahraga dunia, mulai dari kemegahan Olimpiade Paris 2024, sampai persiapan mereka sebagai calon tuan rumah Esports World Cup 2026.

Tips Dari Kak Fariz Buat Kawan Kobi

Kak Fariz mengaku sangat puas dengan pendampingan dari Kobi Education, sampai ngasih rating sempurna 5/5. Nggak cuma itu, Kak Fariz dengan senang hati ngebagiin “resep rahasia“-nya nih buat Kawan Kobi yang lagi struggle berburu beasiswa.

 

Kira-kira apa aja sih kuncinya?

1. Bangun Storyline Yang Kuat

Komite kampus top dunia itu nggak cuma nyari orang yang pintar secara akademik. Mereka lebih nyari sosok calon pemimpin yang punya visi dan rekam jejak yang jelas.

 

Jadi, pastiin kamu bisa ngerangkai semua pengalaman hidupmu jadi satu cerita (esai) yang utuh dan saling relate, ya! 

2. “Be an Impactor, Not Just an Influencer!”

Jangan cuma jago ngerangkai kata-kata manis di atas kertas, karena komite kampus juga butuh buktinya.

 

Tunjukin kontribusi apa yang udah pernah kamu lakuin dan impact konkret apa yang bakal kamu ciptain buat masyarakat setelah lulus nanti. 

3. Skill Manajemen Waktu

Khusus buat Kawan Kobi yang masih sibuk kerja full-time, wajib banget bikin target mingguan yang jelas.

 

Pinter-pinter curi waktu buat nyicil persiapan beasiswa sepulang kerja atau pas weekend. Jangan sampai alasan sibuk kerja bikin mimpimu jalan di tempat. 

4. Berani untuk “Mulai Aja Dulu”

Masih sering ngerasa belum siap? Nggak masalah, beraniin diri dan mulai aja dulu! Walaupun nanti gagal berkali-kali, anggap aja itu sebagai sinyal kalau kamu butuh strategi yang lebih matang.

 

Nah, di sinilah peran Mentor profesional bener-bener dibutuhin buat bantu kamu putar otak dan evaluasi diri. 

Kesimpulan

Perjalanan Kak Fariz jadi bukti kalau Program Bundling Kobi Education itu bukan cuma tempat les bahasa biasa. Kobi hadir sebagai support system yang siap bantu dari nol sampai sah dapet LoA dari kampus incaran! 

 

Gimana, Kawan Kobi udah siap buat jadi “Kak Fariz” selanjutnya? Yuk, mulai bangun fondasi persiapan study abroad bareng Kobi Education dari sekarang! Biar energi dan usahamu lebih tepat sasaran, dan pastinya, mimpi kuliah di kampus top dunia nggak cuma berhenti jadi wacana.

Tentang Penulis Tim Kobi
Ditulis oleh Tim Editorial Kobi yang berpengalaman dalam memberikan informasi seputar beasiswa, tes IELTS dan SAT, serta persiapan studi S1 di luar negeri.
Mau up to date sama artikel terbarunya Kobi? Yuk subscribe sekarang! 👇

Cek privacy policy disini!