Siapa di sini yang punya cita-cita study abroad? Kalau Kawan Kobi mau kuliah ke luar negeri, kamu harus tahu dulu nih tipe-tipe tesnya biar persiapan enggak asal-asalan!
Nah, biar Kawan Kobi enggak salah paham dan bisa nyiapin strategi dari sekarang, yuk kita bahas 8 tipe tes kemampuan akademik paling umum buat study abroad, lengkap dari yang paling populer sampai yang sering bikin orang garuk-garuk kepala!
Santai aja ya bacanya, biar Kawan Kobi paham dan jangan lupa siapin catatan biar enggak lupa!
Pengen Study Abroad? Ketahui Berbagai Tes Kemampuan Akademik Ini Dulu Yuk!
Biar Kawan Kobi enggak salah ambil tes dan bisa maksimal persiapin diri dengan tepat, berikut ini MinBi spill macam-macam tes kemampuan akademik yang paling umum digunakan buat study abroad, dari yang paling populer sampai yang spesifik untuk negara tertentu.
1. IELTS (Berbagai Negara)
Tes yang satu ini pasti udah familiar di telinga Kawan Kobi. IELTS atau kepanjangan dari International English Language Testing System merupakan tes Bahasa Inggris yang diperuntukan untuk keperluan studi, bekerja, dan migrasi ke negara berbahasa Inggris.
Tes ini super populer dan udah dipakai di lebih dari 140 negara, terutama Inggris, Australia, Kanada, dan Eropa. Nah, tes ini tentunya menguji empat kemampuan utama, yaitu listening, writing, reading, dan speaking.
Adapun skor IELTS berkisar dari 0 – 9.0. Umumnya, kampus luar negeri meminta skor minimal 6.0 – 7.5, tergantung jurusan dan jenjang pendidikan ya Kawan Kobi.
Ada dua jenis IELTS yang perlu kamu tahu:
- IELTS Academic → Wajib buat daftar kuliah;
- IELTS General Training → Buat kerja atau migrasi.
Baca Juga Artikel Ini: 7 Fakta Mengenai Tes IELTS Supaya Kamu Jadi Lebih Siap Sebelum Daftar!
2. TOEFL (Berbagai Negara)
Test of English as a Foreign Language atau disingkat TOEFL merupakan tes Bahasa Inggris akademik buat penutur non-asli.
Tes ini umum digunakan sebagai persyaratan studi, beasiswa, atau persyaratan kerja yang berlaku di berbagai negara di Eropa, Amerika, Asia, dan Australia. Terdapat berbagai jenis TOEFL, yaitu IBT (Internet Based-Test), dan ITP (Institutional Testing Program).
Khusus TOEFL IBT, tes ini menguji empat kemampuan utama, yaitu listening, writing, reading, dan speaking.
Rata-rata kampus minta skor TOEFL iBT sekitar 80–100, sedangkan TOEFL ITP sekitar 550 ke atas. Tentunya itu sesuai dengan kebijakan kampus masing-masing ya Kawan Kobi.
3. SAT (Berbagai Negara)
Selanjutnya, ada Scholarship Assessment Test atau SAT. Tes ini biasanya dibutuhin kalau Kawan Kobi mau kuliah S1 ke Amerika Serikat.
Tes ini mengukur kemampuan menulis, membaca, matematika (skor 400-1600) untuk menilai kesiapan akademik siswa SMA sebelum masuk ke jenjang perkuliahan.
Meskipun tes ini banyak digunakan di AS, tapi beberapa negara juga telah mengakui dan mensyaratkan tes ini untuk masuk ke jenjang perkuliahan, seperti Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Australia.
4. ACT (Berbagai Negara)
American College Testing atau disingkat ACT merupakan ujian standar berbasis pilihan ganda yang digunakan buat seleksi penerimaan mahasiswa baru di berbagai universitas.
Universitas tersebut mencakup di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris Raya, Australia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara lain yang menawarkan pengajaran dalam Bahasa Inggris.
Nah, tes ini hampir sama dengan SAT yang bertujuan buat mengukur kesiapan akademik siswa SMA dalam empat bidang utama: Bahasa Inggris, Matematika, Membaca, dan Sains, dengan esai (opsional).
Skor ACT berkisar antara 1 hingga 36 yang merupakan rata-rata dari skor Math, English, Reading, dan Science. Untuk universitas unggulan di Amerika Serikat, skor di atas 30 sangat dianjurkan buat meningkatkan peluang lolos.
5. GRE (Berbagai Negara)
Next, ada Graduate Record Examination atau GRE. Tes ini pertama kali dikembangin pada tahun 1936 oleh Carnegie Foundation for the Advancement of Teaching (CFAT) dan kini dikelola oleh Educational Testing Service (ETS).
Tes ini banyak dipakai buat program Master dan PhD, meliputi Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Australia, India, China, Jepang, Prancis, Singapura, Irlandia, dan Swedia yang bertujuan mengukur kemampuan akademik.
Ada tiga kemampuan yang diujikan dalam tes ini, yaitu verbal reasoning, quantitative reasoning, dan analytical writing.
Adapun skor minimal lulus tes ini enggak ditetapkan secara spesifik oleh Educational Testing Service (ETS), tapi ditentukan sesuai kebijakan masing-masing kampus.
Perlu diingat juga nih, Kawan Kobi. Tes ini bukan cuma menilai kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikasi tertulis. Jadi, pertajam itu dengan serius ya!
6. DELF (Prancis)
Kawan Kobi mau kuliah di Prancis? Siap-siap bakal ketemu tes ini! Yup, apalagi kalau bukan Diplôme d’Études en Langue Française atau DELF.
Tes ini merupakan sertifikasi Bahasa Prancis yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan Prancis. Tes ini bertujuan untuk mengukur 4 level (A1-B2) guna keperluan studi, kerja, maupun imigrasi.
Adapun nilai minimum lulus Ujian DELF, kamu harus mendapat 50% yang setiap bagiannya bernilai 25. Jadi untuk lulus ujian ini, kamu memerlukan skor minimal 5/25 per bagian dan total nilai 50 dari 100.
7. GMAT (Berbagai Negara)
Kawan Kobi ngincer MBA atau Jurusan Bisnis? Jangan lupa ambil tes ini biar peluang lolosnya gede!
Graduate Management Admission Test atau GMAT merupakan tes standar internasional berbasis komputer yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan kuantitatif, verbal, analitis, dan penulisan calon mahasiswa program Pascasarjana Bidang Bisnis.
Tes ini berlaku secara global di lebih dari 110 negara, mencakup ribuan sekolah bisnis dan program MBA di Amerika Serikat, Eropa (seperti Inggris, Prancis, Spanyol), Singapura, Australia, Kanada, dan Asia.
Tes ini terdiri dari empat komponen, yaitu verbal reasoning, quantitative reasoning, integrated reasoning, dan analytical writing.
Adapun skor minimum tes ini berkisar antara 205 hingga 805, dengan skor per bagian (Quant, Verbal, DI) antara 60–90.
Meskipun tidak ada skor minimum mutlak, sebagian besar program MBA top dunia biasanya menargetkan skor di atas 600-700.
8. DALF (Prancis)
Kalau Tes DELF itu untuk level pemula, Diplôme Approfondi de Langue Française atau DALF adalah level lanjutan.
Tes ini menguji kemahiran tingkat mahir (C1) hingga otonom (C2) berdasarkan standar CEFR dan berlaku seumur hidup, lho!
Nah, tes ini biasanya digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana di perguruan tinggi Prancis atau bekerja di negara berbahasa Prancis dengan kemahiran bahasa tingkat lanjut.
Untuk skor minimal lulusnya berkisar 50 dari 100. Selain itu, terdapat syarat skor minimal 5/25 untuk setiap komponen ujian (mendengarkan, membaca, menulis, berbicara).
Artinya, Kawan Kobi enggak boleh mendapat skor di bawah 5 pada salah satu bagian, meskipun total nilainya melebihi 50 ya.
9. TOPIK (Korea Selatan)
Terakhir, ada Test of Proficiency in Korean (TOPIK) atau dalam bahasa Korea, “한국어능력시험” (Hangugeo Nengryeok Siheom) yang mengukur keterampilan dalam membaca, mendengar, menulis, dan berbicara dalam bahasa Korea.
Tes ini merupakan tes standar yang digunakan buat ngukur kemampuan berbahasa Korea bagi non-penutur asli. Tes ini dikembangkan oleh NIIED (National Institute for International Education) dan diakui secara internasional.
TOPIK sering digunakan oleh mereka yang ingin belajar, bekerja, atau tinggal di Korea Selatan. Untuk bisa lolos, kamu harus dapet skor minimal 80 (Level 1) dari total 200 poin (pemula) dan skor 120 (Level 3) dari total 300 poin (tingkat lanjut).
Baca Juga Artikel Ini: 7 Tips Manajemen Waktu Belajar IELTS Buat Pelajar dan Pekerja!
Pengen Berhasil Lulus Tes Akademik? Terapin Tips Ini Ya!
Tes kemampuan akademik itu memang bikin deg-degan banget, tapi sebenarnya bisa ditaklukkan asal Kawan Kobi tau strategi yang tepat.
Bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling siap dan konsisten. Nah, berikut ini MinBi kasih sedikit tips yang bisa kamu terapin biar peluang lolos tes makin besar:
- Mulai persiapan dari jauh hari;
- Pahami format tes, bukan cuma materinya;
- Gunakan sumber latihan resmi dan terpercaya;
- Fokusin ke salah satu tes dulu, jangan ambil semuanya;
- Belajar secara konsisten.
Nah, itu dia tipe-tipe tes kemampuan akademik buat study abroad yang harus kamu tahu sebelum daftar kuliah ke luar negeri.
Ingat ya Kawan Kobi, study abroad itu mimpi besar, tapi bukan mimpi mustahil. Dengan tahu tipe tes kemampuan akademik, Kawan Kobi bisa nyusun strategi, ngatur waktu belajar, dan ngincer kampus impian dengan lebih pede!
Jadi, dari IELTS sampai DALF, sekarang kamu udah kenal semuanya.
Tinggal satu langkah lagi: mulai persiapannya dari sekarang ya!
Baca Juga Artikel Ini: 12 Cara Memilih Tes IELTS atau TOEFL, Lebih Fleksibel Yang Mana?
Mulai Persiapin IELTS Buat Study Abroad? Ikut IELTS Prime Kobi Education Aja Yuk!
Kalau Kawan Kobi sudah sampai di tahap mencari informasi tes study abroad, itu artinya satu hal: udah ada niat serius mau kuliah ke luar negeri. Apalagi siswa SMA Kelas 10 atau 11 atau yang sedang gap year dan lagi nyiapin langkah selanjutnya.
Tapi jujur, banyak siswa SMA yang baru lulus atau sedang gap year harus berhenti di tengah jalan karena skor IELTS-nya belum tembus target.
Bukan karena enggak mampu, tapi karena kemampuan Bahasa Inggrisnya masih di level basic dan langsung dipaksa belajar materi IELTS yang terlalu advanced, tanpa arah dan pendampingan yang tepat.
Tapi enggak usah khawatir lagi! IELTS Prime Class dari Kobi Education siap bimbing kamu buat dapetin skor IELTS tinggi!
Program bimbingan IELTS intensif selama 5 bulan ini dirancang khusus buat kamu yang ingin meningkatkan kemampuan listening, reading, writing, dan speaking dari level dasar hingga intermediate (CEFR A1–B2), dengan target jelas: skor IELTS 7.0+.
Belajarnya pakai sistem semi-private class (maksimal 8 orang) dan setiap peserta mendapat personal feedback dari tutor, materi eksklusif, serta simulasi Tes IELTS (pre-test & post-test) yang dibuat semirip mungkin dengan tes aslinya!
Bukan cuma itu, kamu juga akan mendapatkan evaluation performance untuk memantau progres tiap skill, pilihan kelas online atau offline di Kantor Kobi Education Jakarta Selatan, dan akses Kobi E-Learning hingga 3 tahun biar bisa terus latihan kapanpun!
Yuk, kapan lagi bisa persiapan tes IELTS bareng Tutor berpengalaman Kobi Education dengan benefit yang segambreng ya kan!
Kalau Kawan Kobi mau info tentang beasiswa atau kuliah di luar negeri, yuk, langsung aja follow Instagram Kobi!