Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi
Mempersiapkan diri untuk kuliah ke luar negeri sering kali terasa berat dan sepi jika dijalani sendirian.
Padahal, proses panjang untuk study abroad akan terasa jauh lebih ringan kalau Kawan Kobi punya lingkungan pertemanan yang saling mendukung.
Memahami pentingnya support system tersebut, Kobi Education nggak cuma berfokus pada bimbingan akademis, tapi juga rutin menghadirkan ruang interaktif melalui Kobi Club Activity.
Konsep Seru Belajar Bahasa Inggris Sambil Bermain
Siapa bilang belajar Bahasa Inggris harus selalu serius dan kaku di dalam kelas?
Di Kobi Club Activity Volume 10-11, Kobi membuktikan bahwa melatih kecakapan bahasa asing bisa dilakukan lewat pendekatan yang lebih interaktif.
Diselenggarakan berurutan pada 25 Juli dan 22 Agustus 2026 lalu di Kobi Education Hall Jakarta, kegiatan rutin ini dirancang agar para peserta berani mempraktikkan kemampuan Bahasa Inggris mereka secara natural.
Mengusung konsep fun learning, acara Kobi Club Activity menghadirkan sederet permainan yang memantik para peserta.
Peserta ditantang merangkai kata dan berpikir kritis lewat The Debate Corner dan Mind to Mouth Challenge.
Keseruannya kemudian berlanjut melalui National Story Chain, lomba estafet kelereng, hingga tantangan bisnis unik bertajuk “Sell Indonesia”.
Selain melatih kerja sama tim, keberanian peserta untuk unjuk gigi juga mendapat apresiasi khusus dari pihak penyelenggara, sebelum akhirnya seluruh rangkaian acara ditutup lewat diskusi hangat.
Antusiasme Luar Biasa Dari Peserta dan Parents
Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi
Kehadiran Kobi Club Activity sebagai wadah komunitas mendapat sambutan yang sangat positif. Pada penyelenggaraan Vol. 10, acara sukses diramaikan oleh 10 peserta dengan tingkat kepuasan (CSAT) menyentuh 90%.
Antusiasme yang sama berlanjut di Vol. 11 yang diikuti oleh 12 orang, di mana tingkat kepuasan pesertanya mencapai angka sempurna, yaitu 100%.
Menariknya, kegiatan ini nggak hanya mempertemukan calon mahasiswa Jenjang Sarjana (S1), tetapi juga Pascasarjana (S2).
Keseruan acara ini rupanya didukung penuh oleh para parents. Banyak dari mereka yang rela mengantar dan menunggu hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Antusiasme muncul karena parents melihat acara tersebut sebagai lingkungan yang suportif bagi anak-anak mereka untuk melatih keterampilan sosial, memperluas jejaring, sekaligus saling bertukar informasi seputar persiapan study abroad.
Baca Juga Artikel Ini: Intip Keseruan Kobi Parents Guide Volume 1, Strategi Sukses Hadapi Semester Baru
Eksplorasi Topik Beasiswa Hingga Rencana Pengembangan Diri
Nggak cuma asyik bermain, para peserta juga memberikan banyak masukan berharga untuk Kobi Club Activity selanjutnya.
Selain berfokus pada target akademik, minat para peserta untuk mengembangkan soft skill ternyata terbilang sangat tinggi.
Beberapa usulan menarik pun bermunculan dari sesi diskusi. Salah satu ide yang paling menonjol dan mendapat banyak dukungan adalah usulan untuk mengadakan program volunteer atau sukarelawan bersama.
Ide tersebut diusulkan secara khusus sebagai langkah untuk memperkuat portofolio study abroad mereka agar terlihat lebih menonjol di mata komite penerimaan kampus.
Nggak cuma itu aja, bahkan ada juga permintaan untuk menghadirkan kelas public speaking serta sesi diskusi khusus mengenai cara beradaptasi dengan kehidupan sosial di luar negeri.
Setelah merencanakan penguatan portofolio yang matang, pembahasan mengarah pada strategi menembus beasiswa kuliah ke luar negeri.
Berdasarkan hasil evaluasi, strategi lolos beasiswa bergengsi seperti Chevening, Erasmus Mundus, dan Australia Awards Scholarship (AAS) rupanya masih menjadi incaran utama para peserta.
Mereka sangat antusias untuk bedah lebih dalam seputar persiapan hingga berdiskusi memilih kampus top dunia yang paling sesuai dengan minat jurusan.
Baca Juga Artikel Ini: Kobi Education Padukan Belajar Bahasa Inggris dan Main Badminton Lewat Club Activity Vol 9
Membangun Relasi dan Kesiapan Mental Menuju Kampus Impian
Dari dua acara Kobi Club Activity yang udah berjalan, acara komunitas terbukti punya peran penting dalam masa persiapan study abroad.
Lewat kegiatan seperti ini, peserta mendapat ruang aman untuk mempraktikkan skill bahasa Inggris tanpa tekanan, sekaligus bertemu lingkungan pertemanan dengan tujuan serupa.
Tingginya angka kepuasan dari peserta juga menegaskan bahwa metode belajar bahasa secara interaktif jauh lebih efektif dan diminati.
Melihat antusiasme yang positif, Kobi berkomitmen untuk terus berinovasi menghadirkan acara komunitas yang lebih beragam dan bermanfaat.
Harapannya, dengan dikelilingi support system yang tepat, langkah menyusun strategi pendaftaran ke kampus impian akan terasa lebih ringan dan terarah.