Key Highlights:
- Ada 6 program pertukaran pelajar yang bisa diikuti, seperti AFS Intercultural Programs, Go Abroad China (GAC), Chinese Bridge Summer Camp, Sister School Exchange, Lions Club Youth Exchange, dan Shanghai Sister Cities Youth Camp;
- Persyaratan pendaftaran meliputi berstatus siswa SMA, minimal 13-18 tahun, nilai rapor yang memuaskan dan paspor aktif, serta kemampuan bahasa Inggris yang baik;
- Selain melatih adaptasi budaya dan mencegah culture shock, pengalaman mengikuti program pertukaran pelajar untuk mempercantik CV dan portofolio study abroad saat mendaftar kuliah S1 nanti.
Kawan Kobi, di era globalisasi yang semakin pesat perkembangannya seperti sekarang, memilih buat lanjutin pendidikan ke Jenjang S1 di luar negeri atau study abroad emang udah jadi impian banyak pelajar di Indonesia.
Apalagi kalau kamu milih buat berlabuh ke China, salah satu negara super power di Asia Timur yang teknologi dan perekonomiannya melesat cepat kayak roket!
Tapi, sebelum Kawan Kobi fix buat study abroad ke China, kamu harus tahu dulu kalau modal megang nilai rata-rata rapor SMA atau punya sertifikat bahasa seperti IELTS/TOEFL atau HSK aja ternyata nggak cukup, lho!
Beberapa kampus top disana nggak cuma nyari calon mahasiswa baru (camaba) internasional yang punya nilai bagus, tapi mereka bener-bener nyari yang aktif di berbagai kegiatan atau organisasi.
Bahkan, komite kampus elite di China juga seneng sama pendaftar yang punya pengalaman student exchange atau pertukaran pelajar, lho, Kawan Kobi!
Nah, buat Kawan Kobi yang ingin bebas dari drama culture shock atau homesick pas study abroad nanti, kamu bisa banget ikutan program pertukaran pelajar dari SMA yang akan MinBi spill daftarnya.
6 List Pertukaran Pelajar SMA ke China Yang Bisa Kawan Kobi Ikutin
Buat Kawan Kobi yang ingin menuju kampus impian di Negeri Tirai Bambu, saat ini ada banyak banget organisasi dan institusi yang membuka pintu kesempatan.
Program pertukaran pelajar sendiri dirancang sangat matang agar kamu nggak cuma “jalan-jalan“, tapi benar-benar menyatu dengan budaya dan pendidikan lokal di sana.
Berikut 6 program pertukaran pelajar ke China yang bisa jadi first step Kawan Kobi untuk melihat dunia lebih luas.
1. AFS Intercultural Programs
Sebagai salah satu pionir program student exchange tertua di dunia, AFS cabang Indonesia yang dikelola oleh Bina Antarbudaya ini selalu jadi incaran nomor satu anak SMA di Tanah Air.
Lewat AFS Intercultural Programs, Kawan Kobi bisa ikut pertukaran pelajar ke negara tujuan (seperti China) dengan dua pilihan program, di antaranya:
- Long-Term Program: Program exchange berdurasi sangat panjang, yakni selama 10 bulan hingga 1 tahun lamanya. Kawan Kobi juga bakal ngerasain satu tahun akademik di sekolah lokal;
- Very Short Program: Program exchange berdurasi singkat hanya 2 hingga 4 mingguan aja, terdiri dari 3 jenis seperti Summer, Fall, dan Winter Immersion.
Benefit | Syarat |
Berkesempatan tinggal bersama host family selama program berlangsung. | Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). |
Bisa ngerasain langsung sistem pendidikan SMA di negara tujuan, termasuk China. | Berstatus sebagai siswa/i SMA/SMK sederajat saat mendaftar. |
Meningkatkan kemampuan berbahasa asing karena dipraktekkan full selama 24/7. | Berusia minimal 15 tahun dan maksimal 18 tahun (tergantung jenis programnya). |
Membentuk diri Kawan Kobi jadi lebih berani dan percaya diri. | Memiliki nilai rata-rata rapor yang sangat baik, minimal banget nggak ada yang di bawah KKM. |
Mempercantik CV dan Portofolio study abroad Kawan Kobi buat daftar kuliah S1 kelak. | Membeli PIN pendaftaran resmi dan wajib lulus serangkaian seleksi daerah hingga nasional yang diadakan oleh tim Bina Antarbudaya. |
2. Go Abroad China (GAC) High School Chinese Immersion
Kalau Kawan Kobi lagi cari program yang punya banyak opsi dan jadwalnya yang fleksibel, Go Abroad China (GAC) High School Chinese Immersion bisa jadi jawaban yang pas buat kamu!
Mereka benar-benar fokus pada program perendaman bahasa (immersion) yang intensif namun menyenangkan buat Kawan Kobi yang masih SMA.
Mereka membagi dalam beberapa program pilihan, seperti:
- University Chinese Language Program: Belajar di lingkungan kampus mitra terkemuka dengan kelas Mandarin terstruktur;
- Small Group Chinese Classes: Kelas kelompok kecil yang sangat interaktif dan suportif biar Kawan Kobi bisa lebih berani dan aktif melatih kemampuan percakapan sehari-hari;
- One-on-One Tutoring: Bimbingan privat intensif yang fokus pada kecepatan belajar individu atau bahkan bisa dimanfaatkan untuk persiapan ujian khusus, seperti Ujian HSK;
- Learn Chinese with Homestay: Sensasi tinggal bersama keluarga angkat lokal (homestay) di China yang telah diseleksi ketat dan aman, cocok buat Kawan Kobi yang ingin maksimalin praktik bahasa Mandarin secara langsung;
- Summer Camp Programs: Program liburan musim panas (Summer Camp) berdurasi 2–8 minggu yang dipadukan kelas pagi, kegiatan eksplorasi seni budaya di siang hari, serta wisata edukasi seru di akhir pekan.
Benefit | Syarat |
Merasakan langsung bagaimana kehidupan selama di China, mulai dari kebiasaan, makanan khas, hingga kehangatan tinggal bersama keluarga angkat (homestay). | Berusia minimal 13 tahun dan maksimal 18 tahun, cocok untuk Kawan Kobi yang masih duduk di SMA Kelas 10 dan 11. |
Melatih kemampuan adaptasi di lingkungan dan zona waktu yang berbeda. | Nggak harus punya basic atau bisa Bahasa Mandarin sama sekali. |
Mempercantik Portofolio study abroad Kawan Kobi buat mendaftar kuliah S1 nanti. | Wajib melampirkan formulir pendaftaran lengkap dan salinan paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan sebelum keberangkatan, serta menyerahkan nilai rapor sekolah dan surat rekomendasi dari guru (jika diminta oleh penyelenggara). |
Baca Juga Artikel Ini: Bedah Universitas Peking: Biaya, Jurusan Unggulan, Syarat, Fasilitas, Budaya!
3. Chinese Bridge Summer Camp
Tertarik sama perpaduan bahasa dan budaya tradisional China yang sangat kental? Kalau Kawan Kobi orangnya, program Chinese Bridge Summer Camp bisa jadi pilihan yang cocok buat kamu!
Program pertukaran pelajar yang diinisiasi oleh Center for Language Education and Cooperation (CLEC) dari Kementerian Pendidikan China ini bisa Kawan Kobi incar kalau kamu punya passion atau ingin belajar lebih dalam tentang kebudayaan China.
Benefit | Syarat |
Meningkatkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Mandarin di luar kelas formal. | Terdaftar sebagai siswa/i SMA/SMK sederajat saat pendaftaran. |
Berkesempatan untuk belajar tentang kebudayaan China, seperti merangkai kaligrafi, bela diri Tai Chi, melukis topeng, dan masih banyak lagi. | Berusia minimal 14 tahun dan maksimal 18 tahun saat mendaftar, serta sehat secara jasmani dan rohani. |
Membangun relasi dan dapat teman baru sesama pelajar SMA dari berbagai negara di dunia. | Biasanya diwajibkan memiliki sertifikat bahasa Mandarin seperti HSK Level 2 atau YCT Level 3 (meskipun ada batch program yang minta HSK Level 1). |
Mempercantik Portofolio study abroad Kawan Kobi buat kuliah S1 nanti. | Dikhususkan buat Kawan Kobi yang belum pernah ikut Chinese Bridge Summer atau Winter Camp dalam 3 tahun terakhir. |
Kawan Kobi, sadar nggak kalau Bahasa Inggris jadi syarat utama buat bisa ikutan pertukaran pelajar ke China?
Nggak cuma buat ikut pertukaran pelajar aja, IELTS juga berguna buat kamu yang ingin apply ke kampus top sekelas Tsinghua University atau incar beasiswa seperti Chinese Government Scholarship (CGS), lho, Kawan Kobi!
Meskipun nggak ada syarat mutlak harus punya Skor IELTS, nyatanya bahasa Inggris bisa jadi “senjata” biar Kawan Kobi bisa lebih luwes ngobrol sama teman baru dari berbagai negara di dunia.
“Tapi, gimana cara biar Bahasa Inggris-ku bisa diasah di tengah kesibukan sekolah yang bikin capek?” Eits, tenang aja! MinBi disini hadir buat nemenin kamu, kok.
Lewat Program IELTS Exclusive Class, Kawan Kobi bakal dituntun pelan-pelan sama Expert Tutor berpengalaman dengan vibes belajar yang asyik tentunya!
Tenang aja, kamu nggak bakal berpaku sama teori yang ngebosenin, kok! Disini, Kawan Kobi bisa dapet tips biar pede saat Speaking, jago nulis di sesi Writing, hingga naklukin soal IELTS yang terkenal tricky!
4. China Educational Tours - Sister School Exchange
Di urutan keempat ada Sister School Exchange yang dikemas sedemikian rupa oleh sebuah agen perjalanan ternama, China Educational Tours.
Meski diinisiasi oleh sebuah agen perjalanan, program satu ini dirancang khusus untuk siswa-siswi SMA yang secara resmi memiliki ikatan kemitraan Sister School dengan berbagai institusi di China dengan memadukan antara kunjungan akademis dengan tur budaya selama kurang lebih 13 hari perjalanan.
Benefit | Syarat |
Mengasah kemampuan bahasa Mandarin secara langsung di dalam kehidupan sehari-hari. | Berstatus sebagai siswa/i Kelas 10 dan 11 SMA saat mendaftar. |
Merasakan kedisiplinan dan ritme belajar masyarakat China secara langsung. | Berusia minimal 14 tahun dan maksimal 18 tahun, serta sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan medis. |
Berkesempatan untuk belajar lebih jauh tentang kebudayaan China. | Mampu berbahasa Inggris dengan baik dan lancar sebagai bahasa pengantar awal, jika bisa bahasa Mandarin (meski cuma dasar) akan jadi nilai plus. |
Membangun relasi dan dapat teman baru dari berbagai negara di dunia. | Memiliki sikap open-minded, mandiri, dan siap beradaptasi dengan budaya baru, serta mematuhi aturan ketat yang berlaku di sekolah lokal dan kepanitiaan program. |
Menjadi bekal buat study abroad S1 ke China nantinya. |
Note: Kawan Kobi hanya bisa mendaftar jika sekolah asal kamu menjalin kemitraan aktif dengan sekolah di China yang dikelola bersama oleh penyedia Program China Educational Tours. Jadi, nggak semua sekolah umum bisa asal daftar, ya!
5. Lions Club International Youth Exchange
Selain fokus pada pendidikan, ternyata ada juga lho student exchange atau pertukaran pelajar yang lebih mengutamakan pada perdamaian dan kemanusiaan. Yup, ini dia Lions Club International Youth Exchange!
Program yang satu ini bertujuan untuk membangun persahabatan berskala internasional, pemahaman lintas budaya, dan perdamaian dunia lewat kunjungan langsung ke luar negeri, termasuk China.
Benefit | Syarat |
Melatih kemampuan berbahasa asing secara langsung dan memahami adat istiadat penduduk setempat. | Berusia minimal 15 tahun dan maksimal 22 tahun, cocok untuk Kawan Kobi yang masih duduk di Kelas 10 dan 11 SMA. |
Membangun relasi dan dapat teman baru dari berbagai dunia melalui jaringan Lions Club International yang tersebar di ratusan negara. | Peserta harus melalui rangkaian seleksi wawancara dan administrasi oleh cabang Lions Club setempat. |
Memiliki kepribadian yang baik, ramah, berpikiran terbuka, serta siap memikul tanggung jawab mewakili komunitas dan negara asal sebagai “duta budaya“ | |
Memiliki keinginan kuat untuk mempelajari adat istiadat dan setidaknya menguasai frasa bahasa dasar negara tujuan sebelum keberangkatan. |
6. Shanghai International Sister Cities Youth Camp
Sebagai penutup dari daftar 6 pertukaran pelajar ke China buat anak SMA, ada Shanghai International Sister Cities Youth Camp yang bisa banget Kawan Kobi incar!
Tapi, dengan catatan khusus buat pelajar yang berdomisili atau terdaftar sebagai siswa SMA di Jakarta aja, ya, Kawan Kobi!
Buat kamu yang baru tahu, awalnya pasti bingung dan muncul pertanyaan “Kenapa harus khusus domisili atau pelajar dari sekolah di Jakarta aja?” Eits, tenang dulu!
Sesuai namanya, program satu ini dirancang khusus buat para pelajar dari kota yang “bestie”-an atau punya hubungan Sister Cities dengan Shanghai aja, dan Jakarta adalah salah satunya!
Nggak cuma Jakarta, ada banyak kota-kota lain di dunia yang jadi Sister Cities-nya Shanghai, seperti:
- Aden (Yaman);
- Antwerp (Belgia);
- Bangkok (Thailand);
- Constanta (Rumania);
- Espoo (Finlandia);
- Ho Chi Minh City (Vietnam);
- Istanbul (Turki);
- Sao Paulo (Brasil);
- Windhoek (Namibia);
- Yokohama (Jepang);
- Zagreb (Kroasia);
- Dan masih banyak lagi.
Fyi, terakhir kali ada perwakilan Jakarta dalam program pertukaran berskala internasional satu ini terjadi di tahun 2022 lalu. Sayangnya, program tersebut harus digelar secara online karena masih ada pembatasan saat pandemi Covid-19.
Benefit | Syarat |
Melatih kemampuan leadership, seni komunikasi lintas budaya, dan cara berpikir kritis dalam problem-solving. | Siswa/i berprestasi yang terdaftar di SMA/SMK sederajat di wilayah Sister Cities-nya Shanghai (Jakarta sebagai wakil Indonesia). |
Berkesempatan untuk belajar basic bahasa Mandarin dan mengenal seni dan tradisi budaya China secara langsung. | Mampu menguasai bahasa Inggris secara aktif sebagai komunikasi dalam program tersebut. |
Menjalin relasi dan dapat teman baru dari berbagai negara di dunia. | Memiliki paspor yang masih berlaku seenggaknya 6 bulan sebelum jadwal program berlangsung. |
Baca Juga Artikel Ini: 12 Rekomendasi Beasiswa untuk Kuliah di China Yang Fokus di Universitas Bidang Teknologi!
Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Seputar Pertukaran Pelajar SMA ke China
Setelah melihat daftar program pertukaran pelajar di atas, Kawan Kobi pasti punya banyak pertanyaan di dalam kepala, kan?
Tenang aja! Kawan Kobi nggak perlu bingung, MinBi udah rangkum 5 pertanyaan yang paling sering bikin Kawan Kobi overthinking sebelum mendaftar. Simak tabel di bawah ini, ya!
Pertanyaan | Jawaban |
Apakah Ikut Program Pertukaran Pelajar Bakal Ganggu Proses Belajar di Sekolah? | Kebanyakan program pertukaran pelajar seperti biasanya digelar bertepatan dengan liburan sekolah di pertengahan tahun.
Tapi, kalau program jangka panjang kayak AFS Intercultural Programs yang bisa sampai 1 tahun, pihak Bina Antarbudaya udah punya sistem koordinasi dengan sekolah asal Kawan Kobi. |
Apakah Semua Program Pertukaran Pelajar Harus Jago Bahasa Mandarin? | Program pertukaran pelajar yang udah MinBi spill di atas malah ngajak Kawan Kobi buat belajar dasar-dasar bahasa Mandarin, lho.
Meskipun nggak harus jago bahasa Mandarin, ternyata ada satu bahasa yang wajib Kawan Kobi kuasain biar bisa ngobrol sama peserta lain dari seluruh dunia. Yup, bahasa Inggris! |
Gimana Cara Bikin Parents Tenang Saat Melepas Sang Buah Hati ke China? | Caranya terbaik buat bikin Parents tenang adalah dengan kasih pemahaman bahwa program pertukaran pelajar udah dikelola dengan baik oleh institusi resmi, bahkan ada yang diawasi langsung oleh Kementerian Pendidikan China.
Selain itu, Kawan Kobi juga harus kasih pemahaman bahwa selama di China nanti akan ada host family yang udah ngelewatin berbagai rangkaian seleksi ketat sebelumnya. |
Apakah Pengalaman Dari Pertukaran Pelajar Ngaruh ke Portofolio Study Abroad? | Saat Kawan Kobi mulai apply ke kampus luar negeri (terutama kampus top di China), punya nilai rapor sempur aja nggak cukup.
Komite kampus akan mencari camaba yang punya empati sosial, pengalaman lintas budaya, hingga mentalitas tinggi.
Mencantumkan pengalaman pertukaran pelajar dalam Portofolio, Motivation Letter, atau Personal Statement akan membuat profil Kawan Kobi melesat jauh meninggalkan ribuan pelamar lainnya. |
Berapa Lama Waktu Yang Paling Ideal Buat Mendaftar Pertukaran Pelajar? | Waktu yang paling pas buat nyiapin dokumen seperti pembuatan paspor, terjemahin nilai rapor pakai jasa Sworn Translator, minta surat rekomendasi dari guru, hingga menyiapkan keahlian bahasa Inggris membutuh waktu paling nggak 3 hingga 6 bulan sebelum portal pendaftaran student exchange dibuka. |
Baca Juga Artikel Ini: 10 Universitas Dengan Jurusan STEM Terbaik di China!
Kesimpulan
Merencanakan study abroad ke China nggak melulu dimulai dari ikutan lomba bertaraf internasional atau punya pengalaman volunteering aja, kok.
Kawan Kobi bisa cari jalan pintas buat mempercantik portofolio study abroad kamu lewat program pertukaran pelajar atau student exchange.
Pengalaman berharga tinggal bersama host family, belajar budaya baru, dan brainstorming bareng pelajar dari berbagai negara bisa jadi bekal berharga buat ngisi profil akademik Kawan Kobi kelak.
Nah, biar persiapannya makin matang dan bebas dari rasa cemas berlebihan, Kawan Kobi bisa banget kepoin dan pencet tombol follow Instagram Kobi Education sekarang juga, ya!
So, semangat dan jangan menyerah, ya, Kawan Kobi!