Di dunia kerja yang penuh tantangan dan dinamis, memiliki skill berpikir kritis itu sudah menjadi kebutuhan di dunia kerja.
Â
Oleh sebab itu, untuk melatih dan meningkatkan skill tersebut, Kobi Education menggelar kegiatan Training Level – Critical Problem Solving in Daily Operations yang ditujukan untuk semua karyawan.
Â
Tujuannya, supaya skill critical problem solving karyawan meningkat tajam, mampu merumuskan solusi yang aplikatif lintas divisi, dan tentunya membekali peserta dengan metode problem solving yang bisa langsung diterapkan di dalam tugas harian.
Â
Nah, adapun training ini dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025 melalui platform Google Meet yang diikuti sekitar 80 peserta, mulai dari karyawan full-time, part-time, dan intern.
Â
Suasana kegiatan training berlangsung interaktif dan aplikatif, karena materi yang dibahas benar-benar dekat dengan masalah yang sering muncul dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Fokus Asah Cara Berpikir dan Bukan Sekadar Mencari Jawaban
Materi training kali ini dirancang bukan hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menekankan proses berpikir kritis dalam menghadapi suatu masalah.
Â
Para peserta didorong untuk tidak langsung mencari solusi, tapi memahami dulu akar permasalahannya secara sistematis.
Â
Melalui sesi yang dipandu oleh Co-Founder SkillThings, Rheinjani Dora Novelia, peserta diajarin hal-hal sebagai berikut:
- Mengidentifikasi akar permasalahan dengan lebih terstruktur;
- Menyusun dan mengembangkan pola pikir kritis dalam mengambil keputusan;
- Melihat satu masalah dari berbagai sudut pandang;
- Mencari solusi yang realistis dan bisa diterapkan di dunia kerja.
Masalah Itu Wajar Tapi Cara Menyikapinya Yang Menentukan
Sejak awal sesi, peserta training diajak buat sepakat pada satu hal penting, yaitu masalah operasional adalah hal yang normal.Â
Â
Menurut hasil pre-assessment yang dibahas dalam sesi, tantangan paling sering muncul justru ada di area komunikasi, alur kerja, dan dokumentasi.
Â
Alih-alih langsung cepat mencari solusi, peserta diajak untuk menata ulang mindset yang fokusnya bukan lagi sekadar memadamkan api, tapi memahami kenapa api itu muncul berulang kali.
Dorong Kolaborasi Lintas Divisi
Salah satu poin penting dari training kali ini adalah mendorong kolaborasi lintas divisi. Peserta tidak hanya belajar secara individual, tetapi juga diajak berdiskusi dan memecahkan masalah bersama.
Â
Melalui diskusi kelompok dan simulasi bedah kasus, peserta belajar bahwa solusi terbaik seringkali lahir dari sudut pandang yang beragam.Â
Â
Hal ini tentunya sejalan dengan tujuan kegiatan, yaitu membangun budaya kerja yang kolaboratif dan terbuka terhadap ide-ide baru.
Skill Yang Bisa Langsung Diterapkan Dalam Pekerjaan
Dengan diadakannya training ini, peserta diharapkan langsung diterapkan dalam tugas atau pekerjaan harian.
Â
Nah, pekerjaan harian itu mulai dari menyelesaikan kendala operasional, mengelola konflik di tempat kerja, sampai mengambil keputusan penting dalam waktu terbatas.
Â
Dengan dibekali metode praktis dan juga relevan, peserta training juga diharapkan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan kerja dan mampu mengambil keputusan yang tepat.Â
Bukti Komitmen Kobi Education Dalam Mengembangkan SDM
Melalui kegiatan Training All Level – Critical Problem Solving in Daily Operations, Kobi Education menunjukkan komitmennya buat mengembangkan kualitas sumber daya Manusia atau SDM di lingkungan kerja.
Â
Enggak hanya mengembangkan skill teknis, tetapi juga membentuk pola pikir kritis yang sangat dibutuhkan untuk terus bertumbuh di dunia kerja yang dinamis.
Â
Ke depan, Kobi Education tetap berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program pelatihan bagi karyawan yang tentunya relevan, aplikatif, dan berdampak langsung bagi perusahaan secara keseluruhan.