Key Points Highlights:
- Ada 12 beasiswa bergengsi yang bisa kamu incar, di antaranya MEXT (Jepang), GKS (Korea Selatan), CGS (China), Turkiye Burslari (Turki), Chevening (Inggris), AAS (Australia), RGS (Rusia), hingga beasiswa dari kampus top Jerman, Swedia, dan Selandia Baru;
- Syarat umum pendaftaran rata-rata memiliki nilai akademik (untuk S1 nilai di atas 85, untuk S2 di IPK 2,90 – 3,60), kriteria batasan sertifikat kemahiran bahasa asing seperti IELTS (mayoritas di Band 6,0) atau TOEFL iBT (mayoritas minimal 80), serta dokumen pelengkap seperti esai, Motivation Letter, dan surat rekomendasi.
- Mayoritas beasiswa menawarkan skema pendanaan fully funded yang membebaskan seluruh biaya kuliah, ditambah tunjangan hidup bulanan, fasilitas tempat tinggal atau asrama, tiket pesawat pulang-pergi, asuransi kesehatan, dan gratis kursus atau kelas persiapan bahasa.
Menjadi seorang Dokter atau tenaga kesehatan profesional merupakan salah satu cita-cita paling mulia dan paling sering jadi impian para pelajar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.Â
Â
Tapi, kita nggak bisa mengelak kalau biaya kuliah di Jurusan Kedokteran itu mahal banget, apalagi kalau Kawan Kobi punya mimpi buat kuliah di luar negeri.
Â
Eits, tenang aja! Meski biayanya selangit, pintu untuk wujudkan mimpi berkarier di Bidang Medicine terbuka lebar, kok.Â
Â
Ada banyak instansi pemerintah maupun kampus top dunia yang berani ngasih beasiswa bagi talenta-talenta cemerlang internasional.Â
Â
Jadi, urusan finansial nggak boleh lagi jadi alasan untuk mengubur impianmu, ya, Kawan Kobi!
Penasaran Kira-Kira Apa Aja Beasiswa Luar Negeri untuk Jurusan Kedokteran?
Mencari beasiswa kuliah di luar negeri, apalagi kalau incar jurusan di bidang medis, pasti butuh yang namanya ketelitian karena setiap negara dan kampus punya kebijakan pendaftaran yang berbeda-beda.Â
Â
Nah, biar Kawan Kobi nggak bingung, berikut 12 program beasiswa luar negeri Jurusan Kedokteran yang bisa kamu jadikan wishlist!
Â
Note: Jumlah kuota dan timeline pendaftaran (jika tahun 2026/2027 udah ditutup) dari tiap beasiswa bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi dan hal lainnya.
1. The ASEAN-Japan Medical Scholarship Programme - Fully Funded (Japan)
Deadline Pendaftaran (2027/2028):Â
- Kategori A: 30 April (mengacu timeline tahun 2026/2027)
- Kategori B: 31 Agustus 2026 (mengacu timeline tahun 2026/2027)
Jenjang: S1 (MBBS)
Â
Kalau Kawan Kobi ingin belajar di salah satu sistem kesehatan terbaik di Asia, beasiswa The ASEAN-Japan Medical Scholarship Programme wajib banget kamu perjuangin!Â
Â
Beasiswa yang disponsori langsung oleh ERIA (Economic Research Institute for ASEAN and East Asia) ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) terbagi menjadi dua kategori, seperti:Â
- Kategori A: Ditempatkan di International University of Health and Welfare (Tokyo), seleksi menggunakan Bahasa Inggris, dan terbuka untuk semua gender;
- Kategori B: Ditempatkan di Tokyo Women’s Medical University, seleksi menggunakan Bahasa Inggris/Jepang, wajib melampirkan Sertifikat JLPT, dan khusus untuk perempuan.
Â
Soal jumlah kuota, beasiswa ini diberikan untuk mahasiswa dari negara anggota ASEAN (termasuk Indonesia), berkisar lebih dari 30 mahasiswa per tahunnya secara kolektif.Â
Â
Tapi, khusus untuk kuota Indonesia, distribusinya dikelola lewat seleksi ketat kampus yang punya MoU dengan ERIA.
Â
Syarat:
- Berstatus sebagai Warga Negara anggota ASEAN (termasuk Indonesia);
- Tercatat sebagai mahasiswa tahun pertama atau kedua S1 Kedokteran;
- Berkuliah di kampus yang menjalin kemitraan dengan ERIA;
- Melampirkan sertifikat Bahasa Inggris seperti IELTS minimal 6.0 – 6.5 atau TOEFL iBT minimal 80 (format baru minimal 4.0 – 4.5);
- Melampirkan sertifikat Bahasa Jepang seperti JLPT N1 atau N2 untuk mendaftar Kategori B;
- Kalau nggak punya JLPT, Kawan Kobi bisa pakai EJU minimal skor 200 untuk mendaftar Kategori B;
- Melengkapi dokumen seperti ijazah dan transkrip nilai SMA/sederajat, formulir pendaftaran, esai di bawah 1.000 kata, hingga surat rekomendasi.
Â
Benefit:
- Mencakup biaya kuliah penuh dan biaya pendaftaran ke kampus tujuan;
- Tunjangan biaya hidup sebesar 120.000 JPY (sekitar Rp13,6 jutaan) per bulan;
- Tiket pesawat pulang-pergi;
- Biaya kebutuhan buku ditanggung penuh;
- Kesempatan 2 tahun pelatihan klinis (paid).
Â
Note: Kurs dari Yen Jepang ke Rupiah mengikuti per tanggal 1 Oktober 2026 dengan asumsi 1 JPYÂ = Rp113,3.
Â
Seleksi:
- Pendaftaran via online melalui laman resmi ERIA;
- Melampirkan semua dokumen persyaratan dan dievaluasi oleh tim panitia;
- Wawancara berbahasa Inggris (dan Jepang untuk Kategori B).
2. MEXT Scholarship - Fully Funded (Japan)
Deadline Pendaftaran (2027/2028): April – Mei (mengacu timeline tahun 2026/2027)
Jenjang: S1, S2, dan S3 Jurusan Kedokteran
Â
Siapa yang nggak kenal dengan beasiswa prestisius dari Pemerintah Jepang ini?Â
Â
Beasiswa MEXT (Monbukagakusho) untuk Jurusan Kedokteran bisa kamu apply melalui program Undergraduate (Gakubu) maupun Research Student (S2/S3 atau spesialisasi medis).Â
Â
Durasi perkuliahan S1 kedokteran di sini memakan waktu 6 tahun, belum termasuk 1 tahun sekolah persiapan Bahasa Jepang.
Â
Kawan Kobi bisa mendaftar melalui dua jalur:
- Embassy Recommendation (G2G): Melalui seleksi berkas, ujian tulis yang biasanya diadakan di Jakarta, Surabaya, Medan, dan lain-lain, serta wawancara langsung oleh Kedutaan Besar Jepang;
- University Recommendation (U2U): Pendaftaran dilakukan langsung lewat kampus tujuan di Jepang yang memiliki kerja sama dengan kampus asal.
Â
Jumlah kuota untuk mahasiswa Indonesia perkiraan ada di kisaran ±30–40 penerima untuk S1 dan ±60–80 kuota untuk S2/S3.
Â
Syarat:
- Berusia maksimal 24 tahun (S1) dan 34 tahun (S2/S3) pada tanggal 1 April tahun keberangkatan;
- Dinyatakan lulus SMA/SMK atau sederajat (S1), lulus Sarjana (S2), dan lulus Magister (S3);
- Memiliki nilai rata-rata akademik yang sangat baik, seperti:
- S1: Minimal 85 untuk mata pelajaran tertentu (Matematika, Kimia, Biologi, Fisika, Bahasa Inggris);
- S2/S3: Minimal IPK ada di angka 3.20 dari skala 4.00.
- Wajib mengikuti ujian tes seleksi mencakup mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Matematika, Kimia, dan Biologi (untuk S1);
- Melampirkan Research Proposal untuk S2/S3;
- Melampirkan sertifikat bahasa Inggris seperti IELTS minimal 5.5 atau TOEFL iBT minimal 72 (format baru minimal 4.0).
Â
Benefit:
- Biaya kuliah ditanggung penuh;
- Tunjangan hidup bulanan sebesar 117.000 JPY (sekitar Rp13,2 jutaan) untuk S1 hingga 143.000 – 145.000 JPY (sekitar Rp16,2 – Rp16,4 jutaan);
- Tiket pesawat PP Indonesia-Jepang;
- Bebas pengurusan biaya visa pelajar;
- Tanpa ikatan dinas.
Â
Seleksi:
- Pendaftaran online dan pengiriman dokumen;
- Seleksi dokumen;
- Ujian tertulis (S1);
- Wawancara;
- Pengumuman akhir.
3. Global Korea Scholarship (GKS) - Fully Funded (South Korea)
Deadline Pendaftaran (2027/2028):
- GKS-U Embassy Track: 15-30 September (mengacu timeline tahun 2026/2027)
- GKS-U University Track: Menyesuaikan timeline pendaftaran kampus
- GKS-G (S2/S3): Februari-MaretÂ
Jenjang: S1, S2, dan S3 jurusan Kedokteran/Sains Biomedis
Â
Buat Kawan Kobi yang ingin merasakan atmosfer pendidikan disiplin khas Korea Selatan, Global Korea Scholarship (GKS) jawabannya!Â
Â
Kuliah Jurusan Kedokteran umum (Medicine) di Korea Selatan biasanya berdurasi hingga 6 tahun, plus 1 tahun pelatihan bahasa. Jadi, total durasi perkuliahan bisa mencapai 7 tahun.Â
Â
Tapi, nggak semua kampus mitra GKS membuka Jurusan Kedokteran untuk mahasiswa internasional, ya, Kawan Kobi.Â
Â
Pemerintah Korsel biasanya mengalokasikan sekitar ±30–40 kuota Graduate dan ±5–10 kuota Undergraduate per tahun bagi Indonesia lintas jurusan, yang mana Jurusan Kedokteran dibatasi oleh kuota dari masing-masing kampus tujuan kamu nantinya.
Â
Syarat:
- Berstatus sebagai Warga Negara Asing (non-Korsel), termasuk kedua orang tua, dan nggak boleh berkewarganegaraan ganda;
- Berusia maksimal 25 tahun lahir setelah 1 Maret tahun pendaftaran (GKS-U) dan di bawah 40 tahun (GKS-G) lahir setelah 1 September tahun pendaftaran;
- Lulusan SMA/SMK atau sederajat (GKS-U), lulus Sarjana/Magister (GKS-G);
- Melampirkan sertifikat Bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL iBT (opsional) tergantung kampus tujuan kalau daftar Jalur University Track;
- Melengkapi dokumen lainnya seperti:Â
- Ijazah dan transkrip nilai;
- Formulir pendaftaran;
- Salinan paspor/KTP;
- Personal Statement dan Study Plan (GKS-U);
- Surat rekomendasi.
Â
Benefit:
- Biaya kuliah 100% ditanggung penuh hingga 5 juta KRW (sekitar Rp65,8 jutaan) per semester;
- Tunjangan biaya hidup bulanan;
- Tiket pesawat PP Indonesia-Korsel;
- Gratis kursus Bahasa Korea selama 1 tahun sebelum mulai perkuliahan;
- Tunjangan kedatangan (Settlement Allowance) sebesar 200.000 KRW (sekitar Rp2,6 jutaan) yang dibayarkan sekali di awal;
- Mendapat dukungan riset sebesar 210.000 – 240.000 KRW (sekitar Rp2,7 – Rp3,1 jutaan) dan cetak tesis/disertasi sebesar 500.000 – 800.000 KRW (sekitar Rp6,5 – Rp10,5 jutaan) untuk Awardee GKS-G.
Â
Note: Kurs dari Won Korea ke Rupiah mengikuti per tanggal 1 Oktober 2026 dengan asumsi 1 KRW = Rp13,17.
Â
Seleksi:
- Pendaftaran secara online;
- Seleksi Tahap 1 (evaluasi administrasi);
- Seleksi Tahap 2 (wawancara dan pengumuman lanjutan).
4. Chinese Government Scholarship (CGS) - Fully Funded (China)
Deadline Pendaftaran (2027/2028):
- Tipe A: Oktober-Februari tahun depannya (mengacu timeline 2026/2027)
- Tipe B: Mengikuti deadline admission kampus tujuan
Jenjang: S1 (MBBS), S2, dan S3 Jurusan Kedokteran
Â
Beasiswa Chinese Government Scholarship (CGS) yang dikelola oleh China Scholarship Council (CSC) ini memberikan bantuan dana penuh dari Pemerintah China untuk mahasiswa internasional yang ingin kuliah kedokteran (Clinical Medicine atau MBBS).
Â
Program MBBS atau Bachelor of Medicine and Bachelor of Surgery (S1) biasanya berdurasi 6 tahun yang mencakup 1 tahun Magang Klinis.Â
Â
Banyak kampus top di China yang membuka Program MBBS dengan Bahasa Inggris sebagai pengantarnya, bahkan beberapa kampus tetap menggunakan Bahasa Mandarin atau mewajibkan kelas pengantar bahasa di tahun pertama.Â
Â
Kalau bahas jumlah kuotanya, perkiraan ada sekitar ±200–300 kuota per tahun untuk Indonesia secara keseluruhan lintas jurusan, yang tersebar di berbagai kampus incaran.
Â
Syarat:
- Berstatus Warga Negara Asing (non-China);
- Sehat secara jasmani dan rohani;
- Berusia maksimal 25 tahun (S1), 35 tahun (S2), dan 40 tahun (S3);
- Melampirkan sertifikat Bahasa Mandarin seperti HSK, umumnya ada di Level 3-4 tergantung kampus tujuan;
- Melampirkan sertifikat Bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL iBT meski sifatnya opsional (bersifat wajib kalau ada program English Taught-nya);
- Melengkapi dokumen lainnya seperti:Â
- Formulir pendaftaran;
- Salinan paspor;
- Ijazah dan transkrip nilai (diterjemahkan ke Bahasa Inggris/Mandarin);
- Study Plan (S1) atau Research Proposal (S2/S3) minimal 200-800 kata;
- Dua surat rekomendasi;
- Formulir pemeriksaan kesehatan;
- LoA kampus tujuan (opsional buat Tipe A, tapi wajib buat Tipe B).
Â
Benefit:
- Seluruh biaya kuliah (S1, S2, maupun S3) ditanggung penuh alias gratis sampai lulus;
- Gratis tempat tinggal dalam kampus (asrama) atau subsidi akomodasi kalau Kawan Kobi tinggal di luar asrama;
- Tunjangan hidup bulanan sebesar 2.500 CNY (sekitar Rp6,6 jutaan) untuk S1, 3.000 CNY (sekitar Rp8 jutaan) untuk S2, dan 3.500 CNY (sekitar Rp9,3 jutaan) untuk S3;
- Asuransi kesehatan sebesar 800 CNY (sekitar Rp2,1 jutaan) per orang per tahun.
Â
Note: Kurs dari Yuan China ke Rupiah mengikuti per tanggal 1 Oktober 2026 dengan asumsi 1 CNYÂ = Rp2.674.
Â
Seleksi:
- Pendaftaran secara online melalui Kedutaan Besar China di Indonesia (Tipe A) atau langsung ke kampus tujuan yang ada di China (Tipe B);
- Serangkaian seleksi seperti evaluasi berkas, wawancara, dan lainnya mengikuti kebijakan masing-masing jalur pendaftaran.
Baca Juga Artikel Ini: 8 Beasiswa S1 Turki, Mulai Dari Parsial Sampai Fully Funded!
5. Turkiye Burslari Scholarship - Fully Funded (Turkey)
Deadline Pendaftaran (2027/2028): 10 Januari – 20 Februari (mengacu timeline tahun 2026/2027)
Jenjang: S1, S2, dan S3 Jurusan Kedokteran
Â
Dikelola langsung oleh Pemerintah Turki, Beasiswa Turkiye Burslari Scholarship sangat populer di kalangan pelajar Indonesia karena mencakup biaya kuliah penuh, asrama, tiket pesawat, hingga uang saku bulanan.
Â
Nggak cuma itu, Pemerintah Turki menerima sekitar ±50–100 Awardee dari Indonesia per tahun untuk seluruh jenjang dan lintas jurusan.
Â
Syarat:Â
- Berusia di bawah 21 tahun (S1), maksimal 30 tahun (S2), dan maksimal 35 tahun (S3);
- Telah dinyatakan lulus SMA/SMK atau sederajat (S1), lulus Sarjana (S2), dan lulus Magister (S3);
- Memiliki nilai rata-rata akademik yang sangat baik, untuk S1 kamu bisa amankan minimal 90%, sedangkan S2/S3 bisa amankan IPK minimal 3.60 dari skala 4.00;
- Meski sifatnya opsional, Kawan Kobi bisa melampirkan sertifikat Bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL iBT (wajib kalau kamu pilih program English Taught);
- Melengkapi dokumen lain seperti:
- Salinan paspor/KTP;
- Ijazah atau SKL (lulus sebelum bulan Agustus pada tahun akademik berjalan);
- Transkrip nilai;
- Research Proposal untuk S3;
- Semua dokumen di atas wajib diterjemahkan dulu ke Bahasa Inggris atau Turki.
Â
Benefit:
- Seluruh biaya kuliah akan ditanggung penuh;
- Tunjangan biaya hidup bulanan sebesar 4.500 TRY (sekitar Rp1,6 jutaan) untuk S1, 6.500 TRY (sekitar Rp2,4 jutaan) untuk S2, dan 9.000 TRY (sekitar Rp3,3 jutaan) untuk S3;
- Gratis tempat tinggal atau asrama di lingkungan kampus maupun pemerintah;
- Gratis kursus Bahasa Turki selama setahun penuh;
- Tiket pesawat PP Indonesia-Turki;
- Asuransi kesehatan.
Â
Note: Kurs dari Lira Turki ke Rupiah mengikuti per tanggal 1 Oktober 2026 dengan asumsi 1 TRY = Rp365,8.
Â
Seleksi:
- Pendaftaran secara online;
- Evaluasi berkas;
- Wawancara;
- Pengumuman akhir.
6. Russian Government Scholarship (RGS) - Fully Funded (Russia)
Deadline Pendaftaran (2026/2027): 15 November 2026 – 15 Januari 2027
Jenjang: S1, S2, dan S3 Jurusan KedokteranÂ
Â
Move on ke kawasan Eropa Timur, Rusia juga nggak mau kalah lewat skema pendanaan bernama Russian Government Scholarship (RGS).
Â
Kalau Kawan Kobi dinyatakan lolos Beasiswa RGS, kamu akan menjalani 1 tahun masa Preparatory Faculty atau Podfak (Podgotovitelny Fakultet) untuk menguasai bahasa Rusia sebelum masuk ke masa perkuliahan.Â
Â
Kalau bahas soal kuota, setiap tahunnya, Pemerintah Rusia mengalokasikan ±150–260 kuota bagi mahasiswa Indonesia berbagai jurusan, dan Kedokteran dapat jatah yang cukup besar meski nggak disebutkan secara lengkap jumlahnya berapa.
Â
Syarat:
- Berstatus Warga Negara Asing (non-Rusia), termasuk Indonesia;
- Nggak ada batasan usia;
- Nggak wajib melampirkan IELTS atau TOEFL iBT karena mayoritas full berbahasa Rusia;
- Melengkapi dokumen lain seperti:
- Salinan paspor yang masih berlaku (biasanya 18 bulan hingga 24 bulan);
- Ijazah dan transkrip nilai yang telah diterjemahkan ke Bahasa Inggris/Rusia;
- Motivation Letter yang berisi tujuan dan alasan Kawan Kobi kuliah di Rusia;
- Surat keterangan sehat.
Â
Benefit:
- Pembebasan biaya kuliah 100% dari awal masuk sampai lulus;
- Tunjangan hidup bulanan;
- Mendapat hak untuk tinggal di Obshchezhitie (asrama mahasiswa) yang telah disubsidi oleh Pemerintah Rusia;
- Gratis kursus bahasa Rusia selama setahun penuh.
Â
Note: Kawan Kobi cukup membayar biaya pemeliharaan di Obshchezhitie sebesar 500 – 2.000 RUB aja per bulannya (sekitar Rp108 – Rp432 ribuan, asumsi 1 RUB = Rp216).
Â
Seleksi:Â
- Pendaftaran online lewat situs Education in Russia;
- Upload dokumen persyaratan yang diminta;
- Pilih Jurusan (Kedokteran) dan kampus tujuan Kawan Kobi.
7. DAAD EPOS Scholarships - Fully Funded (Germany)
Deadline Pendaftaran (2027/2028): Juli-Oktober (mengacu timeline tahun 2026/2027)
Jenjang: S2 dan S3 Jurusan Non-Klinis seperti International Health atau Riset Biomedis
Â
Bergeser ke daratan Eropa Barat, ada Jerman juga jadi pusat lahirnya teknologi medis tingkat global.Â
Â
Pemerintah Jerman membuka DAAD EPOS Scholarships buat para profesional dan akademisi dari negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk melanjutkan kuliah Pascasarjana di sana.
Â
Beasiswa satu ini bisa Kawan Kobi incar kalau kamu ingin mengambil spesialisasi di Bidang Public Health, International Health, atau manajemen medis.Â
Â
Kalau ngebahas berapa jumlah kuota penerimanya, beasiswa ini bisa dibilang sangat ketat persaingannya, karena hanya ada 10-15 slot per jurusan aja.Â
Â
Syarat:
- Telah dinyatakan lulus Sarjana (S2) dan Magister (S3);
- Wajib memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun;
- Berasal dari negara berkembang (Global South), termasuk Indonesia;
- Melampirkan sertifikat Bahasa Inggris seperti IELTS minimal 6.0 – 6.5 tergantung kampus tujuan atau TOEFL iBT setara kalau Kawan Kobi ambil program English Taught;
- Kalau kamu ambil program Deutsch Taught (pengantar bahasa Jerman), bisa melampirkan Sertifikat TestDaF, DSH, atau Goethe-Zertifikat;
- Melengkapi dokumen lain seperti:
- Formulir pendaftaran DAAD;
- CV format Europass;
- Motivation Letter;
- Surat keterangan kerja;
- Ijazah dan transkrip nilai yang telah diterjemahkan;
- Surat rekomendasi dari akademisi atau atasan kerja.
Â
Benefit:
- Seluruh biaya kuliah ditanggung penuh;
- Tunjangan hidup bulanan sebesar 992 EUR (sekitar Rp20,1 jutaan) untuk S2, dan 1.300 – 1.400 EUR (sekitar Rp26,3 – Rp28,4 jutaan) untuk S3;
- Asuransi kesehatan;
- Subsidi sewa tempat tinggal bulanan;
- Tunjangan bulanan tambahan untuk anggota keluarga yang mendampingi (jika memenuhi syarat).
Â
Note: Kurs dari Euro ke Rupiah mengikuti per tanggal 1 Oktober 2026 dengan asumsi 1 EUR = Rp20.300.
Â
Seleksi:
- Pendaftaran ke kampus tujuan Kawan Kobi;
- Seleksi Administrasi oleh kampus tujuan;
- Rekomendasi ke pihak DAAD jika Kawan Kobi terpilih sebagai penerima beasiswa.
8. Amirana Scholarship - Partially Funded (Germany)
Deadline Pendaftaran (2026/2027): 15 November 2026
Jenjang: S1 jurusan Kedokteran/Kedokteran Gigi
Â
Masih di Jerman, ada Heidelberg University sebagai salah satu kampus tertua dan paling top di Eropa ternyata juga punya program beasiswa yang nggak kalah keren. Yup, ini dia Amirana Scholarship!Â
Â
Menariknya, beasiswa satu ini baru berdiri sejak 10 tahun lalu, lho, Kawan Kobi.
Â
Nggak cuma itu aja, nama Amirana sendiri ternyata diambil dari dua alumni Heidelberg kala itu, Dr. Mahomed T. Amirana dan Annelene J. Amirana, yang niat awalnya ingin membantu mahasiswa internasional yang mengalami kendala finansial tak terduga.
Â
Mengingat kualitas fasilitas klinisnya yang berstandar dunia, beasiswa satu ini bakal diberikan kepada 6 mahasiswa kedokteran per tahun dari negara-negara berkembang yang disetujui komite kampus.
Â
Syarat:
- Telah terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Kedokteran atau Kedokteran Gigi di Heidelberg University;
- Berasal dari negara berkembang (Global South) di luar wilayah Uni Eropa, termasuk Indonesia;
- Nggak ada persyaratan IELTS atau TOEFL iBT karena beasiswa satu ini fokusnya Need-Based Grant.
- Melampirkan dokumen seperti:
- Bukti pendaftaran kuliah;
- Formulir aplikasi pendaftaran;
- Dokumen keuangan dan bukti kesulitan finansial;
- Transkrip nilai;
- Surat rekomendasi (jika diminta);
- Salinan paspor atau kartu identitas resmi.
Â
Benefit: Bantuan darurat berupa dana hibah yang sifatnya sementara, biasanya diberikan hingga 12 bulan, dialokasikan ke dalam bentuk tunjangan hidup bulanan mencakup biaya hidup atau pengurangan biaya kuliah.
Â
Seleksi: Kawan Kobi bisa mendaftar secara langsung ke email resmi Heidelberg University dan mengirimkan berbagai dokumen lengkap yang diminta. Tapi, jangan lupa buat kirim menggunakan bahasa Jerman, ya!
Baca Juga Artikel Ini: 11 Beasiswa Fully Funded S1 Dari Negara Jepang Sampai Australia Buat Tahun 2027!
9. The Karolinska Institutet Global Master’s Scholarships - Partially Funded (Sweden)
Deadline Pendaftaran (2027/2028): 15 Januari (mengacu timeline tahun 2026/2027)
Jenjang: S2 Jurusan Biomedis, Global Health, atau Toksikologi
Â
Berpindah ke Skandinavia yang terkenal dingin, Swedia punya kampus legendaris yang jadi tempat penentuan pemenang Hadiah Nobel Kedokteran, yakni Karolinska Institutet.Â
Â
Kampus satu ini juga menawarkan beasiswa parsial di tingkat S2 bernama The Karolinska Institutet Global Master’s Scholarship.
Â
Nah, karena reputasi kampusnya yang luar biasa, beasiswa ini kuotanya sangat terbatas yang maksimal penerimanya hanya untuk ±10 mahasiswa internasional terbaik per tahun secara global.
Â
Syarat:
- Telah terdaftar sebagai mahasiswa S2 di Karolinska Institutet;
- Berstatus sebagai mahasiswa internasional tahun pertama.
Â
Benefit: Potongan biaya kuliah 100% atau sebagian tergantung program dan kelayakan Kawan Kobi oleh tim komite kampus, biasanya potongan yang didapat di kisaran 165.000 – 200.000 SEK (Krona Swedia) atau sekitar Rp295,4 – Rp358,1 jutaan per tahun.
Â
Note: Kurs dari Krona Swedia ke Rupiah mengikuti per tanggal 1 Oktober 2026 dengan asumsi 1 SEK = Rp1.791.
Â
Seleksi: Proses seleksi beasiswa akan ditinjau dari peringkat prestasi (Merit Ranking) dari formulir CV dan akan dinilai oleh staf akademik masing-masing jurusan.
10. Chevening Scholarships - Fully Funded (England)
Deadline Pendaftaran (2027/2028): Sedang dibuka dari 4 Agustus – 6 Oktober 2026
Jenjang: S2 Jurusan Public Health, Global Health, atau Health Policy
Â
Buat Kawan Kobi yang berencana melanjutkan kuliah S2 di rumpun ilmu kesehatan atau kedokteran di Inggris (UK), Chevening Scholarships bisa jadi salah satu opsi terbaik buat kamu incar.Â
Â
Beasiswa bergengsi dari Pemerintah Inggris ini membiayai program magister (S2 taught) berdurasi satu tahun untuk berbagai bidang, termasuk Public Health, Global Health, hingga Health Policy.
Â
Chevening menawarkan skema pendanaan fully funded mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, tiket pesawat, hingga akomodasi.Â
Â
Mengingat persaingannya yang cukup ketat dengan kuota penerima Indonesia sekitar 50–60 orang per tahun untuk seluruh jurusan, kamu bisa mulai matangkan persiapannya dan susun dokumen pendaftaran dengan matang, ya!
Â
Syarat:
- Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) asli alias nggak punya kewarganegaraan ganda;
- Punya pengalaman kerja minimal 2 tahun (setara 2.800 jam) setelah lulus S1;
- Bersedia kembali ke Indonesia sekurang-kurangnya selama 2 tahun setelah beasiswa selesai;
- Melampirkan sertifikat Bahasa Inggris seperti IELTS yang dibutuhkan sesuai standar kampus tujuan saat pengumpulan Unconditional Offer;
- Melampirkan esai berisi tentang Leadership, Networking, Study in UK, dan Career Plan Kawan Kobi.
Â
Benefit:
- Biaya kuliah ditanggung penuh;
- Uang saku bulanan;
- Tiket pesawat PP Indonesia-Inggris;
- Tunjangan kedatangan;
- Gratis biaya permohonan visa pelajar;
- Biaya perjalanan atau hibah untuk hadir di berbagai kegiatan Chevening di Inggris.
Â
Seleksi:
- Pendaftaran via online dan proses seleksi administrasi;
- Wawancara;
- Tahap akhir hingga keberangkatan.
11. Australia Awards Scholarship (AAS) - Fully Funded (Australia)
Deadline Pendaftaran (2027/2028): 30 April (mengacu timeline tahun 2026/2027)
Jenjang: S2 dan S3 Jurusan Health Security atau Kesehatan Masyarakat
Â
Australia dikenal memiliki salah satu sistem pelayanan kesehatan terbaik di dunia, menjadikannya destinasi yang ideal untuk mendalami ilmu medis dan kesehatan.Â
Â
Lewat beasiswa bergengsi Australia Awards Scholarship (AAS), Pemerintah Australia menawarkan beasiswa fully funded buat para profesional maupun akademisi asal Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah pascasarjana.
Â
Meskipun skema AAS nggak membiayai program pendidikan Dokter Spesialis atau clinical residency, beasiswa satu ini sering jadi incaran untuk program S2 dan S3 di Bidang Kesehatan Masyarakat, Epidemiologi, hingga Manajemen Rumah Sakit.Â
Â
Dengan alokasi kuota yang cukup besar, yakni perkiraan sekitar 200 hingga 250 beasiswa per tahun khusus untuk pendaftar dari Indonesia, AAS memberikan peluang yang buat Kawan Kobi yang ingin memajukan sektor kesehatan nasional.
Â
Syarat:
- Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI);
- Nggak sedang menikah atau bertunangan dengan pemegang paspor Australia/Selandia Baru;
- Nggak sedang mengajukan permohonan visa tempat tinggal permanen di Australia;
- Bukan berstatus sebagai anggota militer aktif;
- Berusia maksimal 42 tahun saat mendaftar;
- Telah dinyatakan lulus Sarjana (untuk S2) dan Magister (untuk S3);
- Memiliki IPK minimal 2.90 dan memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang masih berlaku seperti IELTS minimal 6.0 atau TOEFL iBT minimal 80 (minimal 4.0 jika pakai format terbaru).
Â
Benefit:
- Biaya kuliah penuh (full tuition fee);
- Pre-Departure Training di Indonesia beserta uang saku harian/bulanan;
- Tiket pesawat pulang-pergi;
- Pembebasan biaya pengurusan visa pelajar dan pemeriksaan kesehatan;
- Tunjangan biaya hidup yang diberikan secara berkala selama masa perkuliahan;
- Asuransi kesehatan mahasiswa (Overseas Student Health Cover/OSHC).
Â
Seleksi:Â
- Pendaftaran secara online;
- Seleksi Administrasi;
- Wawancara dan Tes IELTS;
- Pengumuman hasil akhir.
12. John Hamel MacGregor Award Scholarship - Partially Funded (New Zealand)
Deadline Pendaftaran (2026/2027): 29 Oktober 2026
Jenjang: S1 Jurusan Kedokteran
Â
Beasiswa John Hamel MacGregor Award Scholarship dari University of Auckland ini khusus untuk mahasiswa internasional yang punya track record akademik sempurna dalam program Bachelor of Medical Science (Honours).
Â
Beasiswa satu ini difokuskan pada inovasi dan temuan baru di bidang medis. Karena sifatnya yang berupa award, beasiswa ini diberikan hanya untuk 1–2 mahasiswa riset medis terpilih per tahunnya.
Â
Syarat:
- Berstatus sebagai mahasiswa Jurusan Kedokteran di University of Auckland;
- Berhasil menyelesaikan Part III dari program jurusan di tahun pendaftaran beasiswa;
- Telah terdaftar atau berencana untuk mengambil program Postgraduate Research Degree di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan University of Auckland;
- Menyertakan bukti finansial;
- Surat rekomendasi.
Â
Benefit:
- Tunjangan sebesar 10.000 NZD (sekitar Rp100,8 jutaan) selama satu tahun perkuliahan yang diberikan dalam bentuk cash.
Â
Note: Kurs dari Dolar Selandia Baru ke Rupiah mengikuti per tanggal 1 Oktober 2026 dengan asumsi 1 NZD = Rp10.080.
Â
Seleksi:
- Pendaftaran secara online;
- Pemeriksaan dokumen;
- Penilaian berkas oleh komite kampus;
- Pengumuman hasil.
Baca Juga Artikel Ini: 16 Rekomendasi Beasiswa Partial dan Fully Funded ke Australia Buat di Tahun 2026-2027!
Oh ya, MinBi mau kasih sedikit highlight kalau lulusan dari Jurusan Kedokteran dari kampus luar negeri wajib mengikuti proses penyetaraan ijazah dan program adaptasi medis terlebih dahulu sebelum bisa mengurus izin praktik resmi di Indonesia.Â
Â
Jadi, pastikan Kawan Kobi mulai memikirkan tahapan satu ini saat merencanakan prospek karier di masa depan, ya!
Mau Upgrade Skor IELTS Demi Kuliah Kedokteran di Luar Negeri? Bisa Banget!
Kalau Kawan Kobi notice, banyak beasiswa di atas yang syaratnya nggak jauh-jauh dari kemahiran berbahasa Inggris, yakni Sertifikat IELTS!
Â
Buat kamu yang mungkin lagi sibuk-sibuknya kegiatan di sekolah atau harus bergelut dengan deadline kerjaan di kantor, sekarang nggak usah khawatir.
Â
Supaya persiapan Kawan Kobi meraih beasiswa impian seperti CGS atau Chevening bisa lebih mantap nggak ganggu kesibukan harian kamu, MinBi punya program keren bernama IELTS Private Online!
Â
Bersama Expert Tutor berpengalaman, kamu akan dibimbing langsung secara 1-on-1 dengan pendekatan yang intensif.Â
Â
Kurikulum belajarnya bisa di-custom menyesuaikan pace pemahaman untuk menguasai strategi pengerjaan di setiap skills, mulai dari Reading, Listening, Writing, hingga Speaking.Â
Â
Jadwal belajarnya pun fleksibel, lho! Jadi, kamu bebas atur waktu belajar tanpa takut bentrok dengan kegiatan lain.
Â
Ingin tahu info programnya lebih lanjut? Bisa langsung klik tombol di bawah yaa!
Nah, supaya kamu makin termotivasi, Kawan Kobi juga bisa intip kisah sukses Keumala yang berhasil menembus salah satu kampus top di Malaysia berkat perjalanan dan perjuangannya tanpa menyerah!Â