Bagi sebagian besar pelajar di Indonesia mungkin akan menjadikan kampus di Australia atau Eropa sebagai destinasi study abroad impian mereka.
Namun, langkah berbeda justru diambil oleh Keumala Aisha Farzana, siswi lulusan SMA Thursina IIBS Malang yang berhasil mengamankan Letter of Acceptance (LoA) dari beberapa kampus bergengsi di berbagai benua.
Siswi yang akrab disapa “Keumala” ini diterima di Monash University Jurusan Marketing, St. Petersburg University di Rusia jurusan Advertising and Public Relations, hingga dapat tawaran beasiswa parsial dari Flinders University.
Tapi, meski peluang kuliah di negara-negara besar udah di depan mata, ia akhirnya memilih jurusan Business Administration di Universiti Malaya (UM), Malaysia.
Apa alasan yang membuat Keumala lebih memilih kampus di negara tetangga dibandingkan tawaran dari Australia maupun Rusia?
Yuk, simak perjalanan inspiratifnya di bawah ini, ya, Kawan Kobi!
Pertimbangan Finansial dan Target Karier Jadi Alasan Utama
Mendapat tawaran untuk kuliah di Australia mungkin menjadi impian banyak pelajar, khususnya di Tanah Air.
Namun, Keumala dan Parents lebih memilih untuk melakukan perhitungan secara matang dan realistis.
Meskipun ia berhasil mengamankan beasiswa parsial dari Flinders University, akumulasi biaya pendidikan dan biaya hidup selama 4 tahun di Australia jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kuliah di Malaysia.
Selain faktor finansial, Keumala juga menetapkan visi karier yang jelas ke depannya.
Salah satu perusahaan impian yang ia tuju memiliki syarat kualifikasi pelamar dari lulusan universitas Top 50 dunia.
Ia akhirnya menjatuhkan pilihan pada Universiti Malaya, kampus yang punya reputasi serta peringkat dunianya jauh lebih unggul dan sejalan dengan target karier profesionalnya.
Rahasia Keumala Tembus Kampus Top Dunia
Menembus kampus bergengsi seperti Universiti Malaya tentu butuh persiapan yang terukur.
Bagi Keumala, keberhasilannya menembus salah satu kampus raksasa di Malaysia didukung oleh 3 hal yang bikin profil pendaftarannya kuat secara keseluruhan. Apa aja ya, kira-kira?
1. Punya Nilai Akademik Yang Konsisten
Keumala selalu menjaga nilai rapornya agar tetap stabil, bahkan menunjukkan grafik peningkatan yang positif setiap semesternya.
Nilai yang terus menunjukkan konsistensi menjadi bukti bahwa ia memiliki kemampuan manajemen belajar yang baik dan siap menghadapi tuntutan perkuliahan.
2. Penulisan Esai Yang Standout
Dalam setiap esai yang diajukannya, Keumala mampu menceritakan ketertarikan mendalam di dunia Marketing.
Ia mulai menyusun narasi di esainya dengan sistematis, dimulai dari awal mula munculnya minat tersebut, alasan kuat yang memotivasinya, hingga menjabarkan berbagai aktivitas nyata yang telah ia lakukan untuk mendalami bidang itu.
3. Ikut Berbagai Kompetisi dan Menuangkannya di Portofolio
Nggak cuma itu aja, Keumala juga menjadikan portofolio sebagai bukti kuat atas kerja kerasnya. Alih-alih menjadikan kesibukan sebagai alasan, proses membangun portofolio justru melatihnya untuk lebih disiplin dalam manajemen waktu.
Ia aktif mengumpulkan pengalaman berharga, seperti berpartisipasi dalam kompetisi riset sosial di ajang YISF, mengikuti IYS Summit kategori entrepreneurship, hingga terlibat sebagai relawan dan komite proyek sosial yang fokus mengedukasi anak-anak sekolah dasar seputar bisnis.
Rangkaian aktivitas inilah yang akhirnya jadi nilai tambah profil aplikasinya dan meyakinkan pihak kampus akan potensi yang dimiliki Keumala.
Strategi Persiapan Keumala Sejak Kelas 10
Keberhasilan Keumala bisa tembus kampus impian tentu bukan hasil dari persiapan yang singkat.
Berkat dukungan penuh dari sekolah dan Parents, ia mulai menyusun rencana study abroad yang terstruktur sejak awal masuk SMA.
Penasaran kira-kira strategi apa yang dipakai Keumala buat dapatkan LoA kampus impiannya? Intip strateginya di bawah ini, ya!
- Kelas 10: Keumala mulai membangun portofolio dan profil non-akademik dan aktif mengikuti berbagai perlombaan serta kegiatan volunteering untuk memperkaya pengalamannya;
- Kelas 11: Ia mulai melakukan riset mendalam terkait kampus tujuan, berlatih menyusun esai pendaftaran, serta menyiapkan diri untuk Tes IELTS dan SAT;
- Kelas 12: Ia menyelesaikan seluruh proses pendaftaran kampus, mengurus berkas, sekaligus mengikuti rangkaian tes secara bersamaan.
Kendala Aksen Jadi Alasan untuk Segera Upgrade Skor IELTS
Banyak yang ngira kalau kuliah di Malaysia itu mudah secara bahasa karena punya kedekatan budaya dengan Indonesia.
Tapi, Keumala justru menemukan realita yang berbeda. Seluruh kegiatan akademik dan interaksi sosial dengan mahasiswa non-Indonesia di kampus full menggunakan Bahasa Inggris.
Tantangan terbesar yang ia rasakan di semester pertama adalah beradaptasi dengan variasi aksen, kecepatan bicara, dan cara pengucapan dari Dosen maupun mahasiswa internasional.
Keumala yang awalnya yakin dengan kemampuan listening-nya pun sempat membutuhkan waktu lebih untuk mencerna penjelasan di dalam kelas.
Akhirnya, Keumala memberikan syarat buat Kawan Kobi yang ingin incar UM untuk pegang Skor IELTS 6.5 atau 7.0 meskipun syarat minimal kampus hanya berkisar 5.5 hingga 6.0.
Selain memudahkan pemahaman materi perkuliahan, memiliki Skor IELTS di atas 6.5 juga memberikan keuntungan tersendiri buat Keumala.
Ia bisa terbebas dari kewajiban mengambil kelas Bahasa Inggris dasar dan berkesempatan untuk langsung memilih mata kuliah bahasa asing lainnya, seperti Korea, Jepang, Spanyol, maupun Rusia.
Baca Juga Artikel Ini: Kisah Sukses Kak Alma: Alumni Kobi Education Yang Sukses Raih LoA University of Otago!
Persiapan Yang Terarah Bersama Kobi Education
Di tengah padatnya jadwal dan banyaknya dokumen yang harus diurus, Keumala merasa sangat terbantu setelah mengikuti Program Mentoring S1 VIP Kobi Education pada periode Maret hingga Juni 2025 lalu.
Bersama Kobi, ia mendapatkan bimbingan untuk menentukan alur persiapan sekaligus menentukan target beasiswa yang relevan dengan profil akademiknya.
Selama proses bimbingan berlangsung, Expert Mentor rutin membantu memantau progres dan menata ulang pencapaian Keumala agar rencana study abroad-nya bisa tersusun lebih rapi.
Rekomendasi yang diberikan oleh Expert Mentor juga membuka wawasannya tentang berbagai peluang beasiswa yang bisa diperjuangkan.
Keumala merasa sesi mentoring berjalan sangat informatif dan interaktif.
“Aku nggak pernah merasa past actions aku itu kecil atau remeh selama sesi pertemuan. Banyak insight baru dan overall I always enjoy every session,” ungkapnya.
Keumala juga menitip sebuah pesan buat Kawan Kobi yang tengah berjuang, ia mengatakan bahwa jangan pernah meremehkan dokumen persyaratan opsional.
Menurutnya, jika kampus tersebut benar-benar kampus impian Kawan Kobi, persiapkan secara detail dokumen tambahan dengan maksimal karena akan membantu profil akademik kamu lebih menonjol dibandingkan kandidat lain.
Ingin Tembus Universiti Malaya Seperti Keumala?
Buat Kawan Kobi yang ingin study abroad ke Negeri Jiran seperti Keumala, MinBi mau tanya satu hal. Kira-kira, jurusan apa yang bakal Kawan Kobi tuju?
Nah, kalau udah ketemu jawabannya, ada satu lagi yang nggak boleh ketinggalan. Yup, profil akademik!
Profil akademik bisa jadi bekal buat Kawan Kobi tembus ke kampus luar negeri, termasuk Universiti Malaya.
Buat Kawan Kobi yang ingin upgrade profil akademik atau masih bingung harus mulai dari mana, nggak usah khawatir! Sekarang ada Program Mentoring S1!
MinBi bersama tim Expert Mentor bakal bantu kamu urus berbagai dokumen penting buat dongkrak profil kamu, mulai dari Study Plan, Motivation Letter, sampai Personal Statement tanpa harus ngorbanin kegiatan atau pelajaran di sekolah!