Key Highlights:
- Terdapat 10 negara tujuan study abroad kawasan Asia dan sekitarnya, seperti Jepang (sekitar dari Rp8,8 jutaan/bulan), Korea Selatan (sekitar dari Rp14,3 jutaan/bulan), China (sekitar Rp5,2 jutaan/bulan), Hong Kong (sekitar Rp22,8 jutaan/bulan), Taiwan (sekitar Rp8,3 jutaan/bulan), Malaysia (sekitar Rp4,3 jutaan/bulan), hingga Uzbekistan (sekitar Rp3,5 jutaan/bulan);
- Kawan Kobi bisa menyesuaikan pilihan destinasi dengan budget finansial yang ada, mulai dari opsi yang paling bersahabat di kantong seperti Uzbekistan dan Malaysia, hingga negara berbiaya hidup tinggi seperti Singapura dan Australia;
- Terdapat juga hacks untuk menghemat pengeluaran di perantauan, seperti berburu makanan diskon di minimarket pada malam hari, memaksimalkan student card untuk transportasi umum, mencari asrama kampus, hingga memanfaatkan izin kerja part-time.
Kawan Kobi, siapa nih yang cita-citanya pengen banget ngerasain serunya jadi mahasiswa di luar negeri? Kalau ngomongin destinasi study abroad, negara-negara di kawasan Asia emang nggak pernah gagal jadi incaran favorit mahasiswa Indonesia.
Selain posisinya yang masih lumayan “nempel” sama Tanah Air dan culture-nya yang nggak bikin kaget, kualitas pendidikannya pun terbukti berani diadu sama kampus-kampus bergengsi di Eropa maupun Amerika, lho!
Bagi Kawan Kobi yang saat ini masih duduk di bangku SMP atau SMA, merancang rencana kuliah ke luar negeri dari nol sering kali terasa membingungkan, layaknya terjebak di dalam labirin yang rumit. Iya, kan?
Saking banyaknya informasi yang ada di internet, justru kerap memicu rasa cemas dan overthinking. Nggak cuma Kawan Kobi aja yang ngerasain begitu, Parents di rumah pun pasti ikut khawatir saat memikirkan strategi finansial hingga rincian simulasi biaya hidup sang buah hati di negeri orang.
Eits, tarik napas pelan-pelan, karena Kawan Kobi nggak perlu mikul beban sendirian!
Biar urusan budgeting study abroad makin terarah, matang, dan pastinya no drama, yuk langsung aja kita bedah bocoran peta estimasi pengeluaran bulanan di berbagai negara Asia paling populer.
Tenang, rincian datanya udah MinBi rangkum dari laporan Education Powered by Keystone, lho. Let’s check it out!
Udah Ada Gambaran Estimasi Pengeluaran Biaya Bulanan di Berbagai Negara dalam Benua Asia Kaya Gimana?
Ngomongin persiapan study abroad, nentuin kampus atau jurusan impian emang bikin excited. Tapi, ada satu tahapan krusial yang pantang buat di-skip, yaitu urusan budgeting alias hitung-hitungan biaya hidup!
Paham soal rincian anggaran tuh wajib banget hukumnya biar Kawan Kobi nggak kaget sama realita di perantauan nanti.
Nah, biar perencanaan finansial Kawan Kobi makin matang, MinBi udah nyiapin tabel ringkasan pengeluaran bulanan (plus estimasi tahunan khusus untuk Australia) yang pas banget buat dijadiin patokan dasar. Yuk, langsung aja kita bedah rinciannya!
No. | Daftar Negara | Estimasi Biaya Hidup | Estimasi Biaya Hidup (Dalam Rupiah) |
1. | Jepang | Sekitar 80.000 – 150.000 JPY per bulan / sekitar 1,26 juta JPY hingga 1,8 juta JPY per tahun | Sekitar Rp8,8 hingga Rp16,5 juta per bulan / sekitar Rp139,4 hingga Rp199,1 juta per tahun |
2. | Korea Selatan | Sekitar 1,18 juta KRW – 1,77 juta KRW per bulan / sekitar 8,4 juta KRW hingga 18 juta KRW per tahun | Sekitar Rp14,3 hingga Rp21,5 juta per bulan / sekitar Rp101,8 hingga Rp218,7 juta per tahun |
3. | China | Sekitar 2.000 CNY – 4.000 CNY per bulan / sekitar 24.379 CNY sampai 60.948 CNY per tahun | Sekitar Rp5,2 juta hingga Rp10,5 juta per bulan / sekitar Rp64,6 hingga Rp161,7 juta per tahun |
4. | Hong Kong | Sekitar 10.000 HKD – 15.000 HKD per bulan / sekitar 70.000 HKD sampai 100.000 HKD per tahun | Sekitar Rp22,8 juta hingga Rp34,3 juta per bulan / sekitar Rp160,4 hingga Rp229,1 jutaan per tahun |
5. | Taiwan | Sekitar 15.000 TWD – 25.000 TWD per bulan / sekitar 180.000 hingga 300.000 TWD per tahun | Sekitar Rp8,3 juta hingga Rp13,8 juta per bulan / sekitar Rp99,8 hingga Rp166,3 juta per tahun |
6. | Malaysia | Sekitar 1.000 MYR – 1.500 MYR per bulan / sekitar 14.400 hingga 24.000 MYR per tahun | Sekitar Rp4,3 juta hingga Rp6,5 juta per bulan / sekitar Rp63,2 hingga Rp105,4 juta per tahun |
7. | Thailand | Sekitar 15.000 THB – 20.000 THB per bulan / sekitar 180.000 sampai 240.000 THB per tahun | Sekitar Rp8 juta hingga Rp10,6 juta per bulan / sekitar Rp96,2 hingga Rp128,3 juta per tahun |
8. | Australia | Sekitar 2.000 sampai 4.500 AUD per bulan / sekitar 20.000 AUD – 27.000 AUD per tahun | Sekitar Rp25,1 hingga Rp56,5 juta per bulan / sekitar Rp250,6 juta hingga Rp338,1 juta per tahun |
9. | Singapura | Sekitar 1.000 SGD – 2.000 SGD per bulan / sekitar 18.000 – 36.000 SGD per tahun | Sekitar Rp13,9 juta hingga Rp27,8 juta per bulan / sekitar Rp250,6 hingga Rp501,3 juta per tahun |
10. | Uzbekistan | Sekitar 2,4 juta UZS – 4,8 juta UZS per bulan / sekitar 28,9 juta UZS hingga 72,3 juta UZS per tahun | Sekitar Rp3,5 juta hingga Rp7,1 juta per bulan / sekitar Rp43 hingga Rp107,7 juta per tahun |
Sumber: Education Powered by Keystone
Penasaran Gimana Trik Rahasia Ngakalin Biaya Hidup Selama Study Abroad di Benua Asia?
Agar study abroad Kawan Kobi berjalan lancar, kamu tentu harus cerdik me-manage budget harian. Buatlah catatan keuangan yang rapi biar uang saku Kawan Kobi cepat habis sebelum akhir bulan.
Nah, penasaran kan gimana sih cara ngatur pengeluaran biaya bulanan di negara-negara di atas? Simak sampai habis ya, Kawan Kobi!
1. Jepang
Siapa sih yang nggak kepincut sama pesona Jepang, negara super keren yang bukan cuma surganya anime dan inovasi teknologi mutakhir, tapi juga rumah bagi pendidikan kelas satu berstandar dunia?
Biar Kawan Kobi bisa survive dengan nyaman selama kuliah di Negeri Sakura, estimasi biaya hidup yang perlu disiapkan biasanya berkisar antara 80.000 JPY sampai 150.000 JPY per bulannya.
Jika diitung-itung, per tahunnya Kawan Kobi harus gelontorin sekitar 1,26 juta JPY hingga 1,8 juta JPY (sekitar Rp139,4 hingga Rp199,1 jutaan).
Walaupun standar biaya hidupnya sering dianggap lumayan pricey, Kawan Kobi sama sekali nggak perlu overthinking karena nyatanya ada banyak banget hacks jitu buat tetap hemat selama merantau di Negeri Sakura.
Yuk, langsung aja terapin deretan tips rahasia di bawah ini biar dompet Kawan Kobi nggak gampang jebol!
Tips Hidup di Jepang untuk Study Abroad:
- Rajin-rajinlah berburu bento atau makanan siap saji di supermarket dan konbini (minimarket) pada malam hari, soalnya harganya bakal diskon gila-gilaan sampai 50%;
- Jadikan sepeda sebagai “kendaraan tempur” utama buat mobilitas harian Kawan Kobi biar ongkos langganan kereta komuter bisa di-press semaksimal mungkin;
- Manfaatin izin kerja part-time alias arubaito secara legal dengan batas maksimal 28 jam per minggu buat nambah-nambah pundi uang saku Kawan Kobi;
- Pantang ninggalin kartu tanda mahasiswa atau KTM di asrama, karena benda “sakti” ini selalu ampuh buat dapetin diskon lumayan saat Kawan Kobi masuk ke museum, bioskop, hingga berbagai fasilitas umum lainnya;
- Prioritaskan untuk memilih akomodasi asrama yang dikelola langsung oleh pihak universitas, karena harga sewanya dijamin jauh lebih miring ketimbang nekat menyewa apartemen swasta di pusat kota.
2. Korea Selatan
Demam Hallyu wave alias budaya pop Korea yang mendunia emang terbukti ampuh bikin banyak pelajar naksir berat buat merantau ke Negeri Ginseng.
Biar impian Kawan Kobi buat study abroad ke Korea Selatan nggak cuma jadi angan-angan, kamu perlu merogoh kocek untuk biaya hidup bulanan di kisaran 1,18 juta KRW sampai 1,77 juta KRW per bulannya, atau per tahun kamu harus keluarin budget sekitar 8,4 juta KRW hingga 18 juta KRW (sekitar Rp101,8 hingga Rp218,7 jutaan).
Meskipun nominal tersebut terdengar lumayan menguras tabungan, pengeluaran sehari-hari di sana nyatanya masih bisa diakali biar lebih ramah di kantong mahasiswa, lho, Kawan Kobi!
Selama Kawan Kobi nggak boros dan nerapin sistem ala-ala frugal living, survive dengan nyaman di Korea Selatan jelas bukan suatu yang mustahil.
Tips Hidup di Korea Selatan untuk Study Abroad:
- Jadiin Goshiwon atau Hasukjib (kos-kosan khas Korea yang sering ngasih makanan gratis) sebagai incaran utama untuk menghemat budget tempat tinggal;
- Sering mampir ke kantin kampus atau hakshik buat makan siang karena porsinya bisa dibilang cukup “brutal” dan harganya dapet subsidi khusus mahasiswa;
- Wajib banget ngandelin T-Money Card ke mana-mana biar Kawan Kobi bisa nikmatin tarif integrasi transportasi publik yang jauh lebih murah;
- Nggak boleh males ngasah skill bahasa Korea sampai sukses mengantongi Sertifikat TOPIK, soalnya bakal jadi senjata paling ampuh buat gampang dapet kerja part-time;
- Maksimalin penggunaan aplikasi belanja online lokal seperti Karrot Market buat hunting barang bekas layak pakai yang harganya super duper miring.
3. China
Ngomongin soal inovasi bisnis dan riset teknologi kelas dunia, China jelas lagi berada di barisan paling depan.
Nggak heran kalau Negeri Tirai Bambu makin diminati sama pelajar internasional yang pengen nyiapin karir cemerlang di masa depan nanti.
Nah, buat urusan biaya hidup bulanan, Kawan Kobi senggaknya perlu nyiapin budget di kisaran 2.000 CNY sampai 4.000 CNY, atau kalau ngitung biaya per tahunnya sekitar 24.379 CNY sampai 60.948 CNY (sekitar Rp64,6 hingga Rp161,7 jutaan).
Tips Hidup di China untuk Study Abroad:
- Pilih akomodasi asrama internasional atau dormitory di dalam kampus yang biaya sewanya udah dapet subsidi besar-besaran dari pemerintah setempat;
- Biasain pakai aplikasi Alipay atau WeChat Pay untuk semua transaksi harian Kawan Kobi, karena ekosistem kehidupan di sana bener-bener udah 100% cashless alias tanpa uang tunai;
- Manfaatin fasilitas sewa sepeda publik yang gampang banget ditemuin di setiap sudut kota buat sarana mobilitas jarak dekat yang irit dan sehat;
- Biar pengeluaran tetap aman terkendali, rajin-rajin deh makan di kantin universitas yang terkenal selalu menyajikan makanan higienis porsi jumbo dengan harga miring;
- Amain peluang study abroad gratis dengan incar Chinese Government Scholarship (CSC) yang sering kali royal menanggung penuh biaya kuliah sekaligus memberikan uang saku bulanan.
Baca Juga Artikel Ini: 12 Rekomendasi Beasiswa untuk Kuliah di China Yang Fokus di Universitas Bidang Teknologi!
4. Hong Kong
Di urutan keempat, ada Hong Kong yang udah lama dikenal sebagai salah satu negara metropolitan paling padat sekaligus pusat finansial raksasa di kawasan Asia.
Nggak heran kalau ritme kehidupan di sana terasa dinamis dan modern banget buat Kawan Kobi yang pengen ngerasain vibes kota global.
Buat bisa survive dan memenuhi kebutuhan harian di sana, Kawan Kobi perlu menyiapkan estimasi biaya hidup sekitar 10.000 sampai 15.000 HKD atau sekitar Rp22,8 juta hingga Rp34,3 juta setiap bulannya.
Kalau Kawan Kobi kepo sama berapa budget per tahunnya berapa, kamu harus keluarin uang seenggaknya sekitar 70.000 HKD sampai 100.000 HKD (sekitar Rp160,4 hingga Rp229,1 jutaan).
Tips Hidup di Hong Kong untuk Study Abroad:
- Pastiin Kawan Kobi punya Octopus Card yang berstatus pelajar (student status) biar bisa dapetin diskon lumayan banget pas naik jaringan transportasi kereta MTR;
- Kurang-kurangin nongkrong di restoran fancy, biasain makan di Cha Chaan Teng alias kafe lokal khas sana yang porsinya super ngenyangin tapi harganya tetap ramah di kantong mahasiswa;
- Ngakalin harga properti di Hong Kong yang terkenal selangit dengan cara sharing apartemen atau patungan biaya sewa unit bareng temen-temen kuliah Kawan Kobi;
- Rajin-rajin hunting buku bekas dari kakak tingkat, soalnya harga buku akademik yang masih baru di sana mahal banget;
- Manfaatin semua fasilitas kampus secara maksimal tanpa keluar biaya tambahan, mulai dari perpustakaan, ruang diskusi yang nyaman, sampai fasilitas gym gratis!
5. Taiwan
Taiwan nggak cuma nawarin lingkungan yang aman dan nyaman, tapi juga ngasih Kawan Kobi experience hidup berdampingan bareng inovasi teknologi canggih dan kulinernya yang nggak kalah enak.
Buat ngerasain semua pengalaman tersebut di Taiwan, Kawan Kobi perlu nyiapin estimasi pengeluaran bulanan di kisaran 15.000 sampai 25.000 TWD (sekitar Rp8,3 juta hingga Rp13,8 jutaan), atau kalau ngitung per tahunnya sekitar 180.000 hingga 300.000 TWD (sekitar Rp99,8 hingga Rp166,3 jutaan).
Nominal segitu sebenernya masih bisa diakalin asalkan Kawan Kobi paham celah gaya hidup hemat ala mahasiswa lokal.
Nah, biar dompet tetap aman dan rutinitas study abroad berjalan nyaman, yuk langsung aja terapin deretan hacks jitu berikut ini!
Tips Hidup di Taiwan untuk Study Abroad:
- Jadiin pasar malam lokal sebagai andalan buat ngisi perut karena pilihan kulinernya melimpah dan harganya sangat bersahabat buat kantong pelajar (buat Kawan Kobi yang beragama muslim, harus lebih jeli lagi ya!);
- Wajib banget mengamankan EasyCard biar mobilitas harian pakai MRT atau bus jadi makin praktis, plus kartunya bisa dipakai untuk bayar jajanan di minimarket;
- Daftar layanan sewa sepeda kota alias YouBike yang tarifnya ramah banget buat mahasiswa kalau Kawan Kobi pengen keliling kota dalam jarak dekat;
- Usahain buat selalu mengamankan slot tinggal di asrama kampus, mengingat harga sewa apartemen di kawasan pusat kota seperti Taipei bisa langsung bikin dompet “nangis”;
- Jangan pernah lelah buat hunting peluang beasiswa dari Pemerintah Taiwan (MOE) karena kuota yang mereka sediakan terbilang sangat melimpah khusus untuk pelajar dari Asia Tenggara.
6. Malaysia
Buat Kawan Kobi yang pengen study abroad tapi nggak mau pergi terlalu jauh, Malaysia jelas jadi opsi destinasi yang nyaman buat dipilih.
Malaysia sendiri punya kemiripan budaya dan bahasa dengan Indonesia, Kawan Kobi dijamin nggak bakal ngalamin culture shock yang berlebihan saat merantau ke sana.
Palingan cuma butuh sedikit adaptasi aja, karena beberapa kosakata di Indonesia maknanya bisa berubah kalau di Malaysia. Misal, kalau temen Kawan Kobi ngajak jalan-jalan naik mobil, jangan kaget kalau dia bilang “Naik kereta saja”, karena disana kata “kereta” itu artinya mobil.
Menariknya, estimasi biaya hidup bulanan di Negeri Jiran ini juga terbilang cukup bersahabat, yakni berkisar antara 1.000 hingga 1.500 MYR aja, atau kalau dirupiahin cuma perlu merogoh kocek sekitar Rp4,3 juta sampai Rp6,5 jutaan per bulannya.
Kalau Kawan Kobi penasaran berapa sih biaya per tahun yang harus dikeluarin biar bisa survive di Malaysia, kamu harus punya budget seenggaknya sekitar 14.400 hingga 24.000 MYR (sekitar Rp63,2 hingga Rp105,4 jutaan).
Tips Hidup di Malaysia untuk Study Abroad:
- Sering-seringlah mampir buat makan di kedai Mamak atau Kopitiam lokal karena harganya jauh lebih ramah di kantong ketimbang hangout di mall;
- Manfaatin KTM Kawan Kobi buat daftar concession card biar dapet diskon khusus saat naik transportasi umum massal seperti RapidKL;
- Ajak temen-temen sesama mahasiswa Indonesia buat sharing sewa apartemen bareng biar tagihan listrik, air, dan Wi-Fi bulanan terasa jauh lebih ringan;
- Pastiin Kawan Kobi udah terdaftar di program asuransi pelajar bawaan kampus demi mengamankan diri dari tagihan kesehatan medis yang sifatnya mendadak;
- Rajin-rajinlah belanja sayur dan bahan mentah di pasar tradisional atau pasar borong biar Kawan Kobi bisa mangkas pengeluaran bulanan dengan cara masak sendiri di rumah.
Oh ya, MinBi mau kasih tips lain buat Kawan Kobi yang pengen ngerantau ke Malaysia. Karena disana identik sama Nasi Kandar yang terkenal kuahnya yang “banjir”, pastiin Kawan Kobi untuk nggak terlalu sering konsumsi kuah santan berlebihan, ya.
Kalau pun terpaksa atau nggak ada pilihan lain, bisa banget kok minta ke “pakcik”-nya agar kuahnya dibuat terpisah.
Baca Juga Artikel Ini: 11 Universitas Murah di Malaysia Yang Top dan Fasilitasnya Lengkap di 2026!
7. Thailand
Thailand nggak cuma terkenal dengan keindahan wisata alamnya, tapi juga menjadi rumah bagi deretan universitas bereputasi tinggi yang sangat mendukung iklim riset internasional.
Buat Kawan Kobi yang berencana merantau ke sana, kamu perlu nyiapin estimasi pengeluaran hidup sekitar 15.000 hingga 20.000 THB atau setara Rp8 hingga Rp10,6 jutaan per bulannya, atau kalau dihitung per tahun sekitar 180.000 sampai 240.000 THB (sekitar Rp96,2 hingga Rp128,3 jutaan).
Pengeluaran bulanan tersebut pastinya masih bisa ditekan jadi lebih hemat kalau kamu pintar mengatur strategi keuangan sehari-hari.
Nah, biar dompet Kawan Kobi nggak gampang jebol selama di Negeri Gajah Putih, yuk langsung terapin berbagai hacks jitu berikut ini!
Tips Hidup di Thailand untuk Study Abroad:
- Manfaatin transportasi umum seperti kereta BTS atau MRT, lalu pastikan Kawan Kobi apply kartu khusus pelajar biar dapet tarif yang jauh lebih murmer;
- Sering-seringlah berburu street food kaki lima yang rasanya enak dan kebersihannya terjamin untuk menekan drastis biaya makan harian Kawan Kobi (buat yang beragama muslim, harus lebih jeli lagi ya!);
- Usahakan cari asrama atau kos yang lokasinya dekat dengan kampus biar Kawan Kobi bisa lebih hemat pengeluaran;
- Hindari berbelanja kebutuhan pokok harian di kawasan yang dipadati turis mancanegara karena harga barangnya cenderung dinaikkan berkali-kali lipat (dan bisa aja rawan di-scam);
- Cobalah pelajari frasa atau percakapan dasar Bahasa Thailand agar Kawan Kobi bisa luwes menawar harga saat berbelanja di pasar lokal.
Oh iya, ada catatan penting nih buat Kawan Kobi! Tiap jam 8 pagi dan 6 sore, kamu harus break dulu dari aktivitas atau minimal berdiri tegak karena lagu kebangsaan Thailand bakal berkumandang di waktu-waktu tersebut.
Nggak cuma di ruang publik aja, peraturan ini juga berlaku pas kamu lagi nonton di bioskop, di mana seluruh penonton diwajibkan berdiri sebelum film diputar.
8. Australia
Walaupun secara geografis Australia masuk benua Oseania, jarak yang cukup dekat bikin kampus-kampus top disini selalu jadi incaran favorit pelajar Indonesia.
Apalagi, kualitas pendidikan di Negeri Kangguru ini emang udah terkenal jempolan banget di kancah internasional!
Ngomongin soal biaya hidup, Kawan Kobi seenggaknya perlu nyapin budget sekitar 20.000 AUD sampai 27.000 AUD setiap tahunnya, atau sekitar Rp250,6 jutaan hingga Rp338,1 jutaan per tahunnya.
Nah, kalau ngitungin besaran budget bulanan di Australia, Kawan Kobi seenggaknya harus megang sekitar 2.000 sampai 4.500 AUD (sekitar Rp25,1 hingga Rp56,5 jutaan).
Tips Hidup di Australia untuk Study Abroad:
- Manfaatin privilege visa pelajar buat ambil kerja part-time legal di sektor hospitality atau perkebunan, karena standar upah minimum di sana lumayan banget;
- Biasain masak sendiri dengan belanja bahan makanan grosiran ukuran besar di supermarket andalan mahasiswa seperti Coles atau Woolworths;
- Jangan lupa urus student concession card dari pemerintah negara bagian biar tarif naik transportasi umum seperti bus dan trem jadi jauh lebih murah;
- Sewa akomodasi model sharehouse bareng temen buat nge-press ongkos sewa tempat tinggal mingguan yang biasanya lumayan mahal;
- Terapin sistem meal prep dengan masak porsi besar di akhir pekan lalu dibekukan untuk bekal harian, jadi Kawan Kobi nggak bakal gampang tergoda jajan mahal di kantin kampus.
9. Singapura
Menyandang status sebagai negara maju, kualitas pendidikan di Singapura udah nggak perlu diragukan lagi karena terkenal inovatif dan punya standar tingkat dewa.
Persaingan akademiknya yang ketat bakal Kawan Kobi termotivasi untuk terus berkembang dan menembus batas maksimal potensi diri.
Untuk bisa survive dengan nyaman di sana, Kawan Kobi perlu nyiapin estimasi budget biaya hidup bulanan di kisaran 1.000 SGD hingga 2.000 SGD, atau setara dengan Rp13,9 juta sampai Rp27,8 jutaan per bulannya, atau kalau dihitung per tahunnya bisa sekitar 18.000 – 36.000 SGD (sekitar Rp250,6 hingga Rp501,3 jutaan).
Tips Jitu Hidup Hemat buat Study Abroad di Singapura:
- Jadiin Hawker Centre sebagai spot andalan buat isi perut, soalnya harga makanan di sini diregulasi pemerintah dan pastinya jauh lebih miring daripada di food court yang ada di mall;
- Cari sewaan kamar tipe sharing di apartemen HDB milik pemerintah biar biaya tempat tinggal nggak bikin tabungan langsung jebol;
- Pastiin Kawan Kobi beli paket langganan MRT bulanan pakai tarif khusus pelajar alias student concession card;
- Kawan Kobi juga bisa nambah-nambah uang saku dengan manfaatin izin kerja paruh waktu yang biasanya disediain khusus di dalam lingkungan kampus (on-campus job);
- Daripada boros beli kopi mahal, mending kerjain tugas di perpustakaan publik yang fasilitasnya super nyaman dan full AC buat ngadem gratis dari cuaca tropis!
10. Uzbekistan
Terakhir, ada negara underrated yang jarang banget dijadiin destinasi study abroad. Yap, ini dia Uzbekistan!
Padahal, sektor pendidikan di sana tuh berkembang cukup pesat dengan tawaran biaya hidup yang bener-bener ramah di kantong mahasiswa, lho!
Ngomongin biaya pengeluaran buat sebulan hidup di sana, Kawan Kobi rata-rata cuma perlu nyiapin budget di kisaran 2,4 juta hingga 4,8 juta UZS aja, atau sekitar Rp3,5 jutaan sampai Rp7,1 jutaan per bulannya, lho!
Kalau ngitungin budget tahunan, Kawan Kobi harus siapin dana seenggaknya sekitar 28,9 juta UZS hingga 72,3 juta UZS (sekitar Rp43 hingga Rp107,7 jutaan).
Tips Hidup di Uzbekistan untuk Study Abroad:
- Biar belanja mingguan makin murah, usahakan beli bahan makanan segar dan rempah-rempah langsung di pasar tradisional atau bazaar lokal seperti Chorsu Bazaar;
- Kalau mau bepergian nyaman tanpa bikin dompet jebol, Kawan Kobi bisa patungan bayar taksi pakai aplikasi Yandex Go bareng temen-temen kampus;
- Mending langsung amankan slot kamar di asrama kampus yang mendapatkan subsidi besar, daripada harus repot dan bayar jauh lebih mahal buat sewa hunian di luar;
- Kurang-kurangin jajan menu internasional yang harganya cenderung pricey, lebih baik beralih menikmati hidangan lokal seperti Plov yang bikin kenyang;
- Pelajari kosakata dasar Bahasa Rusia atau Uzbek biar gampang komunikasi harian, soalnya belum semua warga lokal di sana fasih menggunakan Bahasa Inggris.
Baca Juga Artikel Ini: 8 Negara Paling Aman di Asia Buat Kalian Yang Mau Kuliah ke Luar Negeri!
Jujur deh, habis ngeliat daftar estimasi biaya hidup di Asia tadi, perasaan Kawan Kobi yang sekarang masih duduk di bangku SMP atau SMA pasti campur aduk, kan?
Di satu sisi, tugas sekolah lagi padat-padatnya. Tapi, di sisi yang lain, Kawan Kobi harus putar otak menyusun strategi pendaftaran, kejar Skor IELTS, rangkai esai, sampai riset kampus yang tepat biar Parents di rumah nggak ikut cemas soal biayanya.
Saking banyaknya persiapan study abroad yang harus disiapin, nggak sedikit lho pelajar hebat yang ujung-ujungnya merelakan mimpi mereka buat kuliah di luar negeri kandas gitu aja karena merasa lost dan takut salah ambil langkah.
Nah, biar Kawan Kobi bisa tetap enjoy nikmatin masa sekolah dan fokus buat pertahanin nilai rapor, MinBi siap jadi support system kamu!
Kawan Kobi bakal dirangkul oleh Education Counselor untuk memetakan potensi dan arah minat kamu dengan presisi. Nggak cuma itu, ada Expert Mentor yang siap bimbing Kawan Kobi ngeracik esai dan portofolio paling stand out biar komite kampus impian kepincut sama kamu!
Tenang aja, MinBi siap nemenin setiap step perjalanan Kawan Kobi selama 4 tahun ke depan. Kita susun strategi bareng-bareng, biar profil Kawan Kobi makin stand out dan peluang meraih LoA kampus incaran jadi makin besar!
Kesimpulan
Ngerencanain kuliah S1 ke luar negeri emang butuh mental baja buat itung-itungan budget yang matang biar nggak gampang boncos.
Paham soal bocoran estimasi biaya hidup bulanan di berbagai negara Asia ini ibarat baru langkah pemanasan dari perjalanan panjang Kawan Kobi menuju kampus impian.
Entah nanti Kawan Kobi milih negara dengan biaya hidup lumayan pricey kayak Singapura dan Australia, atau justru jatuh hati sama negara yang super budget-friendly seperti Uzbekistan, semuanya bakal ngasih value pengalaman yang mahal.
Tantangan survive di perantauan dijamin bakal nempa Kawan Kobi jadi pribadi yang jauh lebih tangguh, mandiri, dan pastinya disiplin banget soal ngatur keuangan!
Makanya, yuk mulai cicil persiapannya step-by-step dari sekarang biar Parents di rumah juga punya napas panjang buat nyiapin tabungan biaya kuliah Kawan Kobi. Jangan sampai mimpi besarmu buat study abroad layu sebelum berkembang cuma gara-gara overthinking atau bingung mau mulai dari mana.
Nah, biar Kawan Kobi nggak pernah ketinggalan insight menarik soal tips budgeting kuliah di luar negeri, info beasiswa incaran, sampai hacks tembus kampus top dunia, pastiin kamu udah cek dan follow Instagram Kobi Education, ya!
Siap wujudin mimpi merantau dan jadi mahasiswa internasional yang mandiri? Let’s make it happen and see you on top, Kawan Kobi!